Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, kembali dilanda bencana alam. Sejumlah wilayah di daerah tersebut mengalami Banjir Kudus yang signifikan, menggenangi pemukiman warga, akses jalan, serta beberapa fasilitas umum. Peristiwa ini terjadi setelah hujan turun dengan intensitas tinggi di wilayah tersebut pada Jumat (9/1) malam, menyebabkan peningkatan debit air sungai secara drastis.
Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus, Eko Hari Djatmiko, menjelaskan bahwa banjir ini dipicu oleh curah hujan ekstrem. Peningkatan volume air Sungai Gelis menjadi salah satu faktor utama yang memperparah kondisi di beberapa lokasi terdampak. Tim gabungan dari BPBD dan kepolisian segera melakukan peninjauan lokasi untuk mengevaluasi dampak dan memberikan bantuan awal kepada masyarakat.
Dampak Banjir Kudus ini cukup meluas, meliputi kerusakan infrastruktur dan terendamnya rumah-rumah penduduk. Sebanyak enam rumah warga di Desa Singocandi bahkan terpaksa mengungsi setelah tembok pembatas antara perumahan dan Sungai Gelis roboh. Kondisi ini menyoroti kerentanan wilayah terhadap bencana hidrometeorologi, terutama saat musim penghujan tiba.
Advertisement
Advertisement
Dampak Meluas Banjir Kudus di Berbagai Wilayah
Banjir Kudus tidak hanya terpusat di satu titik, melainkan menyebar di beberapa lokasi vital. Di Desa Singocandi, enam rumah warga tergenang air setinggi sekitar satu meter setelah tembok pembatas perumahan dengan Sungai Gelis roboh sepanjang tiga meter dengan tinggi dua meter. Kejadian ini memaksa enam kepala keluarga untuk mengungsi sementara ke rumah tetangga terdekat, demi keselamatan mereka.
Selain Singocandi, kerusakan juga terjadi di fasilitas umum. Hujan deras mengakibatkan jembatan sebelum pintu masuk Wisata Colo, Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, mengalami kerusakan. Genangan air juga melanda Kecamatan Mejobo, mencakup Desa Golantepus, Temulus, hingga Kesambi, dengan ketinggian air mencapai sekitar 50 sentimeter.
Peningkatan debit air Sungai Gelis juga terpantau di beberapa titik lain di Kudus. Area seperti Dukuh Kuanaran Kelurahan Kajeksan, kawasan Jembatan Taman Siswa Desa Singocandi, Desa Demaan, Desa Demangan RT 4 RW 5, serta Kelurahan Sunggingan turut mengalami peningkatan volume air. Meskipun demikian, kondisi pemukiman warga di lokasi-lokasi tersebut masih terpantau aman dari genangan yang membahayakan.
Advertisement
Di Desa Demangan RT 1 RW 3, peningkatan debit air menyebabkan jalan di pinggir Sungai Gelis tergerus dan berlubang. Kerusakan jalan ini membentang sepanjang sekitar 10 meter dengan lebar 1,5 meter, memerlukan perhatian serius untuk perbaikan.
Advertisement
Penanganan Cepat dan Kondisi Terkini Akses Jalan
Respons cepat dilakukan oleh aparat terkait untuk menangani dampak Banjir Kudus. Kasat Samapta Polres Kudus, AKP Noor Alifi, bersama jajaran Polsek Kudus Kota, segera melakukan pengecekan langsung ke lokasi terdampak pada Jumat (9/1) malam. Mereka meninjau luapan air Sungai Gelis di Desa Singocandi RT 8 RW 3, tempat enam rumah warga tergenang.
Akses jalan juga sempat terhambat akibat genangan. Jalan Pantura Timur Kudus-Pati sempat terendam banjir pada Jumat (9/1) malam, terutama karena adanya penumpukan sampah di Jembatan Ngembal yang menyebabkan air meluap ke jalan. Kasat Lantas Polres Kudus, AKP Royke Noldy Darean, mengonfirmasi kondisi ini.
Berkat penanganan cepat, genangan air di Jalan Pantura Timur Kudus-Pati mulai surut pada Sabtu (10/1) pukul 01.00 WIB, setelah sampah-sampah berhasil diangkat oleh instansi terkait. Hal ini memungkinkan arus lalu lintas kembali normal dan lancar. Genangan banjir di Desa Singocandi juga dilaporkan mulai surut pada Jumat (9/1) pukul 23.00 WIB.
Advertisement
Meskipun kondisi berangsur membaik dan beberapa genangan telah surut, pihak kepolisian tetap mengimbau pengguna jalan untuk selalu berhati-hati. Kewaspadaan diperlukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, mengingat potensi bahaya yang mungkin masih ada setelah banjir. Masyarakat juga diimbau untuk tetap siaga menghadapi kemungkinan hujan deras susulan.
Sumber: AntaraNews