Pemkot Banjarmasin Tanggap Banjir, Salurkan Bantuan Cepat untuk Ratusan KK Terdampak

Pemerintah Kota Banjarmasin bergerak cepat menyalurkan bantuan kepada warga terdampak banjir di berbagai wilayah. Aksi tanggap bencana ini menjadi wujud kepedulian **Banjarmasin Tanggap Banjir** di tengah tingginya intensitas hujan dan air pasang laut.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemkot Banjarmasin Tanggap Banjir, Salurkan Bantuan Cepat untuk Ratusan KK Terdampak
Pemerintah Kota Banjarmasin bergerak cepat menyalurkan bantuan kepada warga terdampak banjir di berbagai wilayah. Aksi tanggap bencana ini menjadi wujud kepedulian **Banjarmasin Tanggap Banjir** di tengah tingginya intensitas hujan dan air pasang laut. (AntaraNews)

Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, segera menyalurkan bantuan respons cepat banjir kepada masyarakat yang terdampak. Bantuan ini didistribusikan di beberapa wilayah, termasuk Sungai Gampa, Kelurahan Sungai Jingah, Kecamatan Banjarmasin Utara, pada Sabtu (10/1). Wali Kota Banjarmasin H Muhammad Yamin dan Ketua DPRD Kota Banjarmasin Rikval Fahruri turut hadir dalam penyaluran ini.

Banjir yang melanda kota ini disebabkan oleh kombinasi air pasang tinggi dan air kiriman dari hulu sungai akibat intensitas hujan yang tinggi sejak awal tahun 2026. Fenomena air pasang laut yang melebihi ambang batas 3,1 meter di atas permukaan laut (mdpl) sejak 1 Januari 2026 juga menjadi faktor utama yang memperparah kondisi.

Sebagai bentuk kepedulian, Pemkot Banjarmasin berupaya memenuhi kebutuhan dasar para korban terdampak banjir. Selain menyalurkan bantuan, dinas sosial setempat juga mendirikan dapur umum. Langkah ini bertujuan memastikan konsumsi harian warga di pengungsian tetap terpenuhi secara layak.

Distribusi Bantuan dan Dapur Umum untuk Korban Banjir

Wali Kota Banjarmasin H Muhammad Yamin menyatakan bahwa bantuan respons cepat ini disalurkan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga yang terdampak. Di wilayah Sungai Gampa saja, sebanyak 160 kepala keluarga (KK) tercatat terdampak banjir. Bantuan ini merupakan wujud nyata kepedulian Pemkot Banjarmasin kepada masyarakat yang sedang menghadapi musibah.

Yamin juga menambahkan bahwa sebagian bantuan disokong oleh Bank Kalsel, menunjukkan adanya kolaborasi dalam penanganan bencana. Meskipun bantuan ini dinilai tidak seberapa, diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi warga. Fokus utama adalah meringankan beban masyarakat yang terdampak langsung oleh genangan air.

Selain distribusi bantuan logistik, Pemkot Banjarmasin melalui dinas sosial setempat telah mengoperasikan dapur umum. Dapur umum ini sangat vital, terutama bagi warga yang mengungsi akibat banjir yang masih cukup dalam di beberapa area. Keberadaan dapur umum memastikan kebutuhan pangan dasar dapat terpenuhi setiap hari bagi para pengungsi.

Pemantauan dan Kondisi Terkini Banjir di Banjarmasin

Kondisi banjir masih menjadi perhatian serius di beberapa titik di Kota Banjarmasin. Misalnya, di wilayah Sungai Lulut, Banjarmasin Timur, genangan air masih terpantau cukup tinggi. Hal ini mengganggu aktivitas sehari-hari warga dan memerlukan penanganan berkelanjutan dari pihak berwenang.

Wali Kota Yamin juga secara langsung memantau kondisi di Kampung Sasirangan RT 17, Kelurahan Sungai Jingah, Banjarmasin Utara. Di lokasi ini, sekitar 150 kepala keluarga (KK) dilaporkan terdampak banjir. Genangan air yang persisten terus menjadi tantangan bagi masyarakat setempat dalam menjalani aktivitas harian.

Sejauh ini, sebagian besar wilayah Kota Banjarmasin telah terdampak banjir rob sejak awal Januari 2026. Fenomena ini diperparah oleh air pasang laut yang mencapai 3,1 meter di atas permukaan laut (mdpl), melebihi ambang batas normal. Kondisi ini diperkirakan akan berangsur membaik seiring menurunnya air pasang hingga 10 Januari 2026.

Komitmen Pemkot dalam Penanganan Bencana Banjir

Pemerintah Kota Banjarmasin memastikan pemantauan kondisi banjir akan terus dilakukan secara intensif. Penanganan darurat dan langkah-langkah lanjutan akan disesuaikan dengan kebutuhan riil di lapangan. Prioritas utama adalah keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar warga yang terdampak bencana.

Pemkot telah mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi air pasang rob dan air kiriman dari hulu. Peringatan ini berlaku hingga 10 Januari 2026, bersamaan dengan perkiraan air pasang mulai menunjukkan penurunan. Langkah proaktif ini diharapkan dapat meminimalisir dampak lebih lanjut dan mempersiapkan warga.

Komitmen Pemkot dalam menghadapi bencana banjir ini tidak hanya terbatas pada respons cepat. Pemerintah daerah berjanji untuk terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait. Tujuannya adalah memastikan penanganan yang komprehensif dan efektif bagi seluruh warga terdampak di Kota Banjarmasin.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi