Wali Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada hari Rabu (7/1) secara langsung turun ke lapangan untuk mengantarkan bantuan sembako kepada warga yang terdampak banjir. Bantuan ini secara khusus ditujukan bagi ratusan warga di wilayah Sungai Lulut, Banjarmasin Timur, yang mengalami dampak bencana cukup parah. Penyaluran ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam merespons cepat kondisi darurat.
Penyaluran bantuan ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Pemerintah Kota Banjarmasin dengan Bank Kalsel, memastikan kebutuhan pokok warga terpenuhi dengan baik. Kehadiran Wali Kota secara langsung juga memiliki tujuan penting untuk memantau kondisi banjir yang telah melanda wilayah tersebut selama beberapa hari terakhir. Beliau ingin memastikan penanganan berjalan optimal.
Dua Rukun Tetangga (RT) yang paling parah terdampak, yakni RT 06 dan RT 07 di Sungai Lulut, menjadi fokus utama penyaluran bantuan. Banjir di kawasan ini disebabkan oleh kombinasi faktor alam, yaitu air pasang tinggi dan air kiriman dari hulu, diperparah oleh intensitas hujan yang terus-menerus tinggi. Kondisi ini menciptakan tantangan besar bagi warga setempat.
Advertisement
Advertisement
Kondisi Terkini Banjir Banjarmasin dan Respons Pemerintah Kota
Banjir rob telah melanda sebagian wilayah Kota Banjarmasin secara signifikan sejak tanggal 1 Januari 2026, menciptakan kerugian bagi banyak warga. Ketinggian air pasang laut yang melebihi ambang batas normal, mencapai sekitar 3,1 meter di atas permukaan laut, menjadi pemicu utama. Situasi ini diperparah oleh volume air kiriman dari hulu sungai akibat curah hujan yang sangat tinggi.
Menanggapi situasi darurat ini, Pemerintah Kota Banjarmasin telah mengeluarkan peringatan waspada terhadap potensi air pasang rob dan air kiriman. Peringatan ini bertujuan agar masyarakat lebih siaga. Diperkirakan, kondisi air pasang akan mulai menunjukkan penurunan setelah tanggal 10 Januari 2026, membawa harapan akan normalisasi kondisi bagi warga yang terdampak.
Selain fokus pada penyaluran bantuan sembako, Wali Kota Yamin juga memberikan perhatian khusus untuk memastikan kebutuhan konsumsi warga yang terpaksa mengungsi. Distribusi makanan dan kebutuhan dasar lainnya dilakukan secara terkoordinasi melalui dapur umum yang telah didirikan oleh dinas sosial setempat. Langkah ini menjamin ketersediaan logistik dan dukungan bagi para pengungsi di tengah bencana Banjir Banjarmasin.
Advertisement
Advertisement
Pentingnya Partisipasi Masyarakat dalam Pencegahan Banjir Jangka Panjang
Menyikapi bencana banjir yang berulang, Wali Kota Yamin secara tegas menekankan pentingnya kesadaran kolektif masyarakat dalam memelihara ekosistem sungai. Sungai merupakan urat nadi kehidupan utama Kota Banjarmasin yang harus dijaga kelestariannya. Ini adalah investasi penting demi masa depan generasi penerus.
Wali Kota secara spesifik mengimbau masyarakat agar menghentikan kebiasaan membuang sampah ke sungai, praktik yang sering kali memperparah kondisi banjir dan menyumbat aliran air. Selain itu, pembangunan struktur permanen yang menutupi atau menghalangi badan sungai juga harus dihindari. Tindakan ini krusial untuk memastikan aliran air tetap lancar dan tidak terhambat.
Partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat sangatlah krusial dalam upaya menjaga lingkungan dan mencegah terulangnya bencana banjir di kemudian hari. Dengan sungai yang selalu bersih dan aliran air yang tidak terhambat oleh sampah atau bangunan, risiko terjadinya banjir dapat diminimalisir secara signifikan. Kolaborasi ini menjadi kunci utama keberlanjutan lingkungan kota.
Advertisement
Sumber: AntaraNews