Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah mengusulkan skema baru penyaluran bantuan bagi korban banjir dan longsor di wilayahnya. Usulan ini terkait **uang lauk-pauk korban bencana** yang diharapkan dapat diterima pengungsi sebelum mereka menempati hunian sementara (huntara). Langkah ini bertujuan untuk memastikan kebutuhan dasar korban terpenuhi sejak awal pengungsian.
Usulan tersebut disampaikan Fadhlullah dalam rapat virtual strategis pada Selasa, 6 Januari 2026, yang dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Pertemuan penting ini juga dihadiri oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Sekretaris Daerah Aceh M Nasir, serta Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution. Diskusi berfokus pada upaya percepatan dan efektivitas bantuan bagi masyarakat terdampak bencana.
Fadhlullah menekankan bahwa bantuan **uang lauk-pauk korban bencana** sebesar Rp15 ribu per jiwa per hari, atau setara Rp450 ribu per bulan, sangat krusial. Prioritas penyaluran ditujukan kepada mereka yang masih bertahan di tenda pengungsian. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban hidup para korban yang kehilangan harta benda akibat bencana alam.
Advertisement
Advertisement
Prioritas Penyaluran Uang Lauk-Pauk untuk Pengungsi
Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah secara tegas mengusulkan agar **uang lauk-pauk korban bencana** diprioritaskan bagi para pengungsi yang saat ini masih berada di tenda. "Kami usulkan agar uang lauk-pauk bagi korban bencana dapat disalurkan diprioritaskan bagi mereka yang saat ini masih bertahan di tenda pengungsian," katanya di Banda Aceh.
Menurut Fadhlullah, penyaluran bantuan ini harus didasarkan pada data yang telah tersedia mengenai jumlah pengungsi. Data akurat akan memastikan bahwa bantuan **uang lauk-pauk korban bencana** ini mencapai tangan yang tepat. Harapannya, pemerintah pusat dapat mempertimbangkan usulan penyaluran selama tiga bulan sesuai dengan jumlah anggota keluarga.
Bantuan finansial ini dianggap sangat penting untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari para korban. Banyak dari mereka kehilangan seluruh harta benda akibat terjangan banjir dan longsor. Oleh karena itu, **uang lauk-pauk korban bencana** akan menjadi penopang utama selama masa sulit ini.
Advertisement
Advertisement
Usulan Bantuan Komprehensif Lainnya untuk Korban Bencana
Selain **uang lauk-pauk korban bencana**, Pemerintah Aceh juga mengajukan skema bantuan yang lebih komprehensif. Usulan ini mencakup uang pengisian rumah bagi kepala keluarga yang rumahnya mengalami rusak berat, hilang, atau rusak ringan. Bantuan ini ditujukan untuk membantu korban membangun kembali kehidupan mereka.
Fadhlullah menjelaskan pentingnya uang pengganti perabot rumah tangga. "Tadi saya jelaskan juga bahwa uang pengganti perabot itu perlu juga diusulkan oleh pemerintah daerah untuk rumah rusak ringan, karena perabotan ikut rusak menyusul air juga ikut masuk ke dalam rumah," ujarnya.
Lebih lanjut, Pemerintah Aceh juga mengusulkan adanya uang pemulihan ekonomi sebesar Rp5 juta. Bantuan ini diusulkan untuk diberikan kepada seluruh korban banjir dan longsor. Penyaluran akan disesuaikan dengan data valid dari setiap kabupaten/kota yang terdampak.
Advertisement
Advertisement
Respons Kementerian Sosial dan Pentingnya Akurasi Data
Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf menyatakan bahwa pihaknya akan segera mengkaji secara mendalam usulan dari Pemerintah Aceh. Kajian ini penting untuk memastikan kelayakan dan efektivitas program bantuan. Respons cepat dari Kementerian Sosial menunjukkan komitmen dalam penanganan bencana.
Saifullah Yusuf menegaskan bahwa akurasi data merupakan kunci utama dalam pendistribusian bantuan. "Kami akan pelajari terlebih dahulu. Pastinya, bantuan akan disalurkan dengan skema by name by address untuk memastikan semuanya tepat sasaran kepada mereka yang benar-benar membutuhkan," katanya.
Pendekatan "by name by address" ini bertujuan untuk menghindari penyimpangan dan memastikan bahwa setiap rupiah bantuan, termasuk **uang lauk-pauk korban bencana**, benar-benar sampai kepada yang berhak. Komitmen terhadap data yang akurat menjadi prioritas utama dalam penyaluran bantuan sosial.
Advertisement
Sumber: AntaraNews