Advertisement
Pencarian Korban Kapal Tenggelam Labuan Bajo Diperpanjang, Dua Wisatawan Spanyol Masih Hilang
Tim gabungan pencarian dan pertolongan (SAR) memutuskan untuk memperpanjang operasi pencarian korban kapal Putri Sakinah yang tenggelam di perairan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Keputusan ini diambil setelah empat wisatawan Spanyol dinyatakan hilang akibat insiden tersebut. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Maumere selaku Koordinator Misi SAR (SMC), Fathur Rahman, menyatakan bahwa pencarian akan diperpanjang selama tiga hari ke depan, terhitung mulai Minggu (4/1).
Perpanjangan waktu pencarian ini difokuskan untuk menemukan dua korban lainnya yang masih belum ditemukan setelah 10 hari operasi berlangsung. Insiden tragis ini melibatkan enam wisatawan Spanyol, termasuk seorang pelatih Valencia FC dan keluarganya. Pihak keluarga korban dan masyarakat berharap agar kedua korban yang masih hilang dapat segera ditemukan dalam periode perpanjangan pencarian ini.
Sebelumnya, tim SAR telah berhasil menemukan dua jenazah korban, namun dua wisatawan Spanyol lainnya masih dalam pencarian. Kondisi cuaca yang sulit diprediksi menjadi salah satu tantangan utama yang dihadapi tim di lapangan. Peristiwa tenggelamnya kapal ini terjadi di sekitar perairan Pulau Padar, salah satu destinasi wisata populer di Labuan Bajo.
Advertisement
Advertisement
Kronologi Insiden Kapal Putri Sakinah di Labuan Bajo
Kapal wisata semi-phinisi Putri Sakinah dilaporkan tenggelam pada 26 Desember 2025 di perairan Labuan Bajo, tepatnya di Selat Padar, dekat Pulau Padar. Insiden ini melibatkan enam wisatawan asal Spanyol yang sedang dalam perjalanan dari Pulau Kalong menuju Pulau Padar. Berdasarkan temuan awal, kapal mengalami kerusakan mesin saat berlayar.
Akibat mati mesin, kapal tidak dapat bermanuver dan dihantam gelombang tinggi di tengah kondisi cuaca buruk. Hantaman ombak yang kuat menyebabkan kapal terbalik dan akhirnya tenggelam. Kondisi cuaca dan laut yang tidak bersahabat pada saat kejadian diyakini memperburuk situasi, menghambat upaya penyelamatan diri oleh kru kapal maupun para penumpang. Istri pelatih Valencia FC dan satu anaknya, bersama empat awak kapal termasuk kapten dan pemandu wisata, dilaporkan selamat dari insiden tersebut.
Advertisement
Perkembangan Pencarian dan Penemuan Korban
Operasi pencarian korban telah berlangsung selama 10 hari, dengan perpanjangan pencarian sebelumnya dari tanggal 2 hingga 4 Januari 2026. Tim SAR gabungan yang terdiri dari berbagai unsur, termasuk Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Direktorat Polisi Perairan (Ditpolair) Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur, TNI Angkatan Laut, dan Badan Keamanan Laut (Bakamla), telah bekerja keras dalam upaya menemukan para korban.
Selama 10 hari pencarian, tim SAR berhasil menemukan dua jenazah korban. Korban pertama yang ditemukan adalah seorang anak berusia 12 tahun, putra dari pelatih Valencia FC. Kemudian, pada hari Minggu, jenazah kedua ditemukan dan diidentifikasi sebagai Martin Carreras Fernando, pelatih tim sepak bola wanita Valencia B. Penemuan jenazah kedua ini menjadi salah satu alasan utama perpanjangan masa pencarian, dengan harapan dapat menemukan korban lainnya.
Advertisement
Tantangan dan Harapan Tim SAR dalam Pencarian
Salah satu kendala terbesar yang dihadapi tim SAR gabungan selama operasi pencarian adalah kondisi cuaca yang sulit diprediksi di perairan Labuan Bajo. Perubahan cuaca yang ekstrem dan gelombang tinggi seringkali menghambat mobilitas dan efektivitas tim di lapangan. Meskipun demikian, semangat tim untuk menemukan korban tidak pernah surut.
Fathur Rahman menjelaskan bahwa perpanjangan pencarian selama tiga hari ini didasari oleh indikasi kemungkinan penemuan korban lain setelah ditemukannya satu jenazah pada Minggu pagi. "Dengan ditemukannya satu korban pagi ini, ada tanda-tanda bahwa korban lain mungkin ditemukan, sehingga kami memperpanjang pencarian selama tiga hari lagi," ujar Rahman. Jika dalam tiga hari perpanjangan ini tidak ditemukan korban lain, operasi pencarian akan ditutup namun pemantauan akan tetap dilakukan.
Sumber: AntaraNews
Advertisement