Revitalisasi Sekolah 2026: Kemendikdasmen Targetkan 71.000 Satuan Pendidikan di Seluruh Indonesia

Kemendikdasmen menargetkan Revitalisasi Sekolah 2026 untuk 71.000 satuan pendidikan di seluruh Indonesia, menunjukkan komitmen pemerintah dalam peningkatan mutu pendidikan nasional.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Revitalisasi Sekolah 2026: Kemendikdasmen Targetkan 71.000 Satuan Pendidikan di Seluruh Indonesia
Kemendikdasmen menargetkan Revitalisasi Sekolah 2026 untuk 71.000 satuan pendidikan di seluruh Indonesia, menunjukkan komitmen pemerintah dalam peningkatan mutu pendidikan nasional. (AntaraNews)

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI telah menetapkan target ambisius untuk merevitalisasi sebanyak 71.000 satuan pendidikan di seluruh Indonesia pada tahun 2026. Langkah ini merupakan kelanjutan dari upaya pemerintah dalam mempercepat perbaikan sekolah-sekolah yang rusak. Tujuannya adalah untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional secara signifikan di berbagai daerah.

Pengumuman target Revitalisasi Sekolah 2026 ini disampaikan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Abdul Mu'ti di Demak, Jawa Tengah, pada Sabtu (3/1). Anggaran awal sebesar Rp14 triliun lebih telah dialokasikan untuk 11.000 satuan pendidikan melalui APBN 2026. Namun, setelah komunikasi dengan Presiden, target diperluas untuk mencakup tambahan 60.000 satuan pendidikan.

Kebijakan strategis ini secara jelas mencerminkan komitmen kuat Presiden RI dalam memajukan kualitas pendidikan di tanah air. Hal ini sejalan dengan Asta Cita keempat, yang berfokus pada penguatan sumber daya manusia melalui pendidikan yang berkualitas dan merata. Program ini diharapkan dapat mengatasi tantangan infrastruktur pendidikan yang masih ada.

Target Ambisius Revitalisasi Sekolah 2026 Dorong Mutu Pendidikan

Target Revitalisasi Sekolah 2026 sebanyak 71.000 satuan pendidikan menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Sebagai perbandingan, pada tahun 2025, program revitalisasi sekolah hanya menyasar 16.175 satuan pendidikan dengan alokasi anggaran sebesar Rp16,9 triliun. Peningkatan drastis ini mengindikasikan percepatan upaya pemerintah dalam perbaikan infrastruktur pendidikan.

Mendikdasmen Abdul Mu'ti menjelaskan bahwa penambahan target ini tidak lepas dari janji Presiden untuk mendukung program revitalisasi. "Insya Allah setelah ada komunikasi dan Presiden berjanji tahun ini akan ditambah 60.000 satuan pendidikan, sehingga totalnya akan dibangun dan program revitalisasi 71.000 satuan pendidikan di seluruh Indonesia," kata Abdul Mu'ti. Hal ini memastikan bahwa lebih banyak sekolah dapat menikmati fasilitas pendidikan yang layak.

Prioritas utama dalam Revitalisasi Sekolah 2026 masih difokuskan pada pembangunan dan perbaikan fisik gedung sekolah. Keputusan ini diambil karena secara nasional, masih terdapat lebih dari 100 ribu sekolah yang membutuhkan penanganan fisik mendesak. Kondisi fisik bangunan yang memadai adalah fondasi penting bagi proses belajar mengajar yang efektif.

Fokus Pembangunan Fisik dan Dukungan Anggaran APBN

Fokus pada pembangunan fisik gedung sekolah menjadi krusial mengingat kondisi infrastruktur pendidikan di banyak daerah. Abdul Mu'ti menegaskan bahwa selama beberapa tahun terakhir, pembangunan sekolah secara masif belum terjadi. "Slot tahun 2026 masih difokuskan pada pembangunan gedung, karena masih banyak sekolah yang harus dibangun atau diperbaiki secara fisik," ujarnya. Oleh karena itu, percepatan pembangunan fisik menjadi prioritas utama Kemendikdasmen.

Alokasi anggaran APBN 2026 sebesar Rp14 triliun lebih menjadi bukti nyata dukungan pemerintah terhadap program Revitalisasi Sekolah 2026 ini. Dana tersebut akan digunakan untuk memastikan perbaikan dan pembangunan gedung sekolah yang memenuhi standar. Ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan kondusif bagi siswa.

Meskipun fokus utama adalah fisik, Kemendikdasmen juga mempertimbangkan bantuan untuk sarana dan prasarana pendukung. Permintaan bantuan seperti laboratorium dan mebel dari Kepala SD Negeri Wonorejo 2, misalnya, masih memungkinkan untuk dibantu sebagian. "Untuk pengajuan laboratorium dan mebel, sebagian bisa kami bantu. Mudah-mudahan masih ada ruang di tahun 2026, walaupun fokus utamanya tetap pada fisik bangunan," jelasnya.

Optimisme Penyelesaian dan Program Peningkatan Kualitas Menyeluruh

Mendikdasmen Abdul Mu'ti menyatakan optimisme tinggi bahwa program revitalisasi sekolah rusak dapat diselesaikan sebelum tahun 2029, sesuai dengan target pemerintah. Bahkan, jika program Revitalisasi Sekolah 2026 ini dilakukan secara konsisten setiap tahun, penyelesaiannya berpotensi jauh lebih cepat. "Kalau sekarang 16 ribu, lalu tahun ini 71 ribu, insya Allah sebelum 2029 sudah 100 persen selesai. Bahkan bisa lebih cepat, misalnya mulai 2026 setiap tahun 71 ribu, maka 2027 bisa selesai," ujarnya. Ini menunjukkan komitmen jangka panjang.

Proyeksi percepatan ini didasarkan pada peningkatan target yang signifikan dari tahun ke tahun. Jika setiap tahun Kemendikdasmen mampu merevitalisasi 71.000 sekolah, maka target penyelesaian 100 persen bisa tercapai lebih awal. Hal ini akan berdampak positif pada jutaan siswa di seluruh Indonesia.

Selain revitalisasi fisik, Kemendikdasmen juga menjalankan program peningkatan kualitas pendidikan nonfisik. Salah satunya adalah penyaluran bantuan IFP kepada 288.186 sekolah di seluruh Indonesia, termasuk wilayah Papua. Program tersebut dengan menjalin kerja sama TNI dan Polri, serta dilengkapi dengan berbagai program peningkatan kualitas pendidikan nonfisik.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi