Kalah Telak dari Persebaya, Persijap Jadikan Motivasi Hadapi Persija di BRI Super League

Persijap Jepara bertekad menjadikan kekalahan telak dari Persebaya sebagai Persijap Motivasi utama untuk menghadapi Persija Jakarta dan keluar dari zona degradasi.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Kalah Telak dari Persebaya, Persijap Jadikan Motivasi Hadapi Persija di BRI Super League
Persijap Jepara bertekad menjadikan kekalahan telak dari Persebaya sebagai Persijap Motivasi utama untuk menghadapi Persija Jakarta dan keluar dari zona degradasi. (AntaraNews)

Persijap Jepara bertekad kuat menjadikan kekalahan telak 0-4 dari Persebaya Surabaya sebagai pemicu semangat. Laga tersebut terjadi pada pertandingan terakhir mereka di tahun 2025 dalam ajang BRI Super League. Tekad ini muncul menjelang pertandingan krusial melawan Persija Jakarta yang akan berlangsung pada Sabtu (3/1) mendatang di Ibu Kota.

Kekalahan menyakitkan dari tim Bajul Ijo itu sekaligus menjadi pertandingan kedua di bawah arahan pelatih baru Divaldo Alves. Hasil ini mendorong skuad Laskar Kalinyamat untuk bangkit dan menunjukkan performa terbaik mereka. Mereka ingin membuktikan bahwa hasil buruk tersebut tidak akan terulang kembali di laga selanjutnya.

Gelandang Persijap, Wahyudi Hamisi, mengungkapkan bahwa kekalahan tersebut justru menjadi motivasi tersendiri bagi tim. Bermain di hadapan suporter Persija juga dianggap sebagai dorongan tambahan untuk meraih hasil positif. Harapannya, Persijap dapat membawa pulang poin penting dari markas Macan Kemayoran.

Bangkit dari Kekalahan Telak dan Ambisi Poin

Persijap Jepara mengalami kekalahan telak 0-4 saat menghadapi Persebaya Surabaya pada laga penutup tahun 2025. Hasil ini menjadi sorotan karena merupakan pertandingan kedua di bawah kendali pelatih anyar, Divaldo Alves. Kekalahan ini diharapkan menjadi titik balik bagi tim untuk mengevaluasi diri dan memperbaiki strategi permainan.

Wahyudi Hamisi, gelandang andalan Persijap, menegaskan bahwa hasil buruk tersebut justru memicu semangat juang tim. "Sebelumnya kita mengalami kekalahan yang cukup telak. Itu menjadi motivasi tersendiri buat kita untuk pertandingan ini," ujarnya dalam jumpa pers pra-pertandingan. Ia juga menambahkan bahwa bermain di kandang lawan akan menjadi dorongan ekstra.

Ambisi untuk meraih poin di kandang Persija sangat besar. Wahyudi berharap timnya bisa membawa pulang poin penting dari Jakarta. Ini adalah bagian dari upaya Persijap untuk segera keluar dari posisi ke-17 di klasemen sementara Super League.

Target Keluar Zona Degradasi dan Kekuatan Persija

Saat ini, Persijap Jepara berada di posisi ke-17 klasemen sementara Super League dengan koleksi sembilan poin dari 15 pertandingan. Kondisi ini menempatkan mereka di zona degradasi, yang tentu saja menjadi perhatian serius bagi seluruh elemen tim. Tekad kuat untuk secepatnya keluar dari posisi sulit ini menjadi motivasi utama Persijap.

Menghadapi Persija Jakarta bukanlah tugas mudah. Wahyudi Hamisi mengakui kekuatan tim Macan Kemayoran. "Persija bukan tim yang sembarangan. Persija tim yang sangat kuat di liga sekarang ini," kata pemain berusia 28 tahun itu. Pengakuan ini menunjukkan bahwa Persijap sangat menghormati lawan mereka.

Meskipun menghadapi tim kuat, Wahyudi tetap optimis. Ia melihat posisi Persijap yang berada di papan bawah sebagai pemicu semangat. "Kita tahu sekarang berada di zona yang lagi di papan bawah dan semoga itu menjadi motivasi tersendiri buat kita besok buat ambil poin di sini," tambahnya. Ini menunjukkan mentalitas juang Persijap.

Pengalaman Pemain dan Jadwal Padat Persijap

Bagi Wahyudi Hamisi, pertandingan tandang melawan Persija bukanlah pengalaman pertama. Sebagai pemain yang telah berkecimpung di Liga Indonesia sejak tahun 2016, ia sudah beberapa kali berhadapan dengan tim Macan Kemayoran. Pengalaman ini diharapkan dapat memberikan ketenangan dan strategi yang matang bagi Persijap.

Oleh karena itu, Wahyudi mengaku tidak melakukan persiapan khusus untuk laga yang akan berlangsung pada Sabtu (3/1) tersebut. "Kalau persiapan secara khusus tidak ada ya, karena ini bukan pertama kali saya main lawan Persija," jelasnya. Ini menunjukkan kepercayaan diri Wahyudi terhadap kemampuannya dan tim.

Setelah menghadapi Persija, Persijap Jepara akan dihadapkan pada dua pertandingan berat lainnya di bulan Januari. Mereka akan menjamu Dewa United pada 12 Januari, kemudian dilanjutkan dengan menjamu PSM Makassar pada 24 Januari. Jadwal padat ini menuntut kondisi fisik dan mental yang prima dari seluruh pemain Persijap.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi