Ratusan Warga Padati Bundaran Lungsir Rayakan Pergantian Tahun Bandarlampung 2026

Malam Pergantian Tahun Bandarlampung 2026 disambut meriah ratusan warga di Bundaran Lungsir, meski imbauan tak menyalakan kembang api telah dikeluarkan. Bagaimana suasana perayaannya?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Ratusan Warga Padati Bundaran Lungsir Rayakan Pergantian Tahun Bandarlampung 2026
Meski diguyur hujan dan ada imbauan, ratusan warga Bandarlampung tetap antusias memadati Bundaran Lungsir untuk merayakan Perayaan Pergantian Tahun 2025 menuju 2026. (AntaraNews)

Euforia Warga Sambut Pergantian Tahun di Pusat Kota

Ratusan warga Bandarlampung memadati Bundaran Lungsir di Jalan Diponegoro untuk merayakan malam pergantian tahun baru 2025 ke 2026. Keramaian ini mulai terlihat sejak pukul 23.00 WIB pada 31 Desember 2025, dengan jalan-jalan sekitar lokasi dipenuhi kendaraan roda empat dan roda dua.

Tepat pada pukul 00.00 WIB, warga yang berkumpul di Bundaran Lungsir secara serentak menyalakan kembang api yang telah mereka persiapkan sebelumnya. Pemandangan ini menciptakan suasana meriah yang tak terduga bagi sebagian pengunjung.

Salah satu warga, Nur, mengungkapkan niatnya datang ke taman kota tersebut untuk menikmati suasana pergantian tahun bersama keluarga. Meskipun sempat diguyur hujan, niat tersebut tetap terlaksana setelah hujan reda sekitar pukul 22.00 WIB.

Kemeriahan Tak Terbendung di Bundaran Lungsir

Warga Bandarlampung menunjukkan antusiasme tinggi dalam menyambut pergantian tahun di Bundaran Lungsir. Kawasan ini menjadi titik kumpul utama bagi masyarakat yang ingin merayakan momen spesial tersebut secara bersama-sama. Meskipun kondisi cuaca sempat tidak menentu, semangat warga tidak surut untuk hadir.

Jalan Diponegoro, yang mengelilingi Bundaran Lungsir, terpantau padat oleh kendaraan, menandakan banyaknya warga yang berbondong-bondong menuju lokasi. Kemacetan ini menjadi pemandangan umum setiap malam pergantian tahun di pusat kota. Keramaian ini menciptakan atmosfer perayaan yang kuat, menarik perhatian banyak orang.

Puncak kemeriahan terjadi saat jarum jam menunjukkan pukul 00.00 WIB, di mana langit Bandarlampung dihiasi ledakan kembang api. Kembang api yang dibawa warga dari rumah masing-masing menambah semarak suasana, menciptakan pesta cahaya yang indah. Momen ini menjadi penanda resmi masuknya tahun baru 2026.

Kembang Api Menyala di Tengah Imbauan Larangan

Meskipun ada imbauan dari pihak berwenang, banyak warga Bandarlampung tetap menyalakan kembang api saat pergantian tahun. Nur, salah satu warga, mengaku terkejut melihat banyaknya kembang api yang dinyalakan di sekitar bundaran. Ia sendiri tidak membawa kembang api karena mengetahui adanya imbauan tersebut.

Kejadian ini menarik perhatian karena Pemerintah Kota Bandarlampung, yang biasanya mengadakan pesta kembang api, tidak melakukannya pada tahun ini. Hal ini membuat inisiatif penyalaan kembang api sebagian besar berasal dari masyarakat. Situasi ini menunjukkan adanya perbedaan antara imbauan dan realitas di lapangan.

Warga lain, Embun, juga mengungkapkan rasa kagetnya melihat Bundaran Lungsir yang begitu padat. Ia sempat menduga lokasi akan sepi, mengingat faktor hujan dan imbauan larangan kembang api dari kepolisian serta pemerintah kota. Namun, realitasnya justru sebaliknya, Bundaran Lungsir dipenuhi lautan manusia.

Fenomena ini mengindikasikan bahwa semangat perayaan pergantian tahun di Bandarlampung tetap tinggi. Masyarakat mencari cara alternatif untuk mengekspresikan kegembiraan mereka, meskipun tanpa fasilitas kembang api resmi dari pemerintah. Antusiasme warga menjadi bukti betapa pentingnya momen ini bagi banyak orang.

Imbauan Simpati untuk Korban Bencana di Sumatera

Sebelum malam pergantian tahun, Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana dan Kapolresta Bandarlampung Kombes Pol Alfret Jacob Tilukay telah mengeluarkan imbauan. Imbauan tersebut berisi permintaan kepada masyarakat untuk tidak menyalakan kembang api.

Tujuan dari imbauan ini adalah sebagai bentuk simpati dan empati terhadap para korban bencana yang terjadi di Sumatera. Pemerintah daerah dan kepolisian berharap masyarakat dapat menunjukkan solidaritas dengan kondisi sulit yang dialami oleh sesama. Ini merupakan upaya untuk menumbuhkan rasa kebersamaan di tengah musibah.

Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa perayaan pergantian tahun tidak melupakan penderitaan orang lain. Meskipun demikian, seperti yang terlihat di Bundaran Lungsir, implementasi imbauan tersebut tidak sepenuhnya berhasil. Banyak warga tetap memilih untuk merayakan dengan kembang api, menunjukkan tantangan dalam menyampaikan pesan empati ini.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi