Advertisement
Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah nasional. Tim Gajah Kuning dari FTUI berhasil menyabet tiga medali emas sekaligus dalam ajang Bioinformatics and Synthetic Biology Competition (BIOS) 2025 yang diselenggarakan oleh Synbio Indonesia. Pencapaian ini menegaskan posisi FTUI sebagai salah satu institusi pendidikan terdepan dalam inovasi berbasis sains dan teknologi.
Kompetisi BIOS 2025, yang berlangsung dari 31 Juli hingga 29 November 2025, menjadi wadah bagi sekitar 200 peserta dari berbagai latar belakang keilmuan untuk menampilkan riset terbaik mereka. Tim Gajah Kuning, dengan proyek inovatifnya, berhasil mengungguli puluhan tim lain dari berbagai institusi. Final kompetisi ini diselenggarakan dalam rangkaian Synbiotechfest 2025 di Bandung.
Tiga medali emas yang berhasil diraih Tim Gajah Kuning meliputi Gold Medal BIOS 2025, Gold Medal Best Bioinformatics Project, serta Gold Medal Best Website. Prestasi membanggakan ini tidak hanya mengharumkan nama Universitas Indonesia, tetapi juga menunjukkan potensi besar mahasiswa dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui riset di bidang bioinformatika dan biologi sintetik.
Advertisement
Advertisement
Tim Gajah Kuning, yang merupakan representasi dari Fakultas Teknik Universitas Indonesia, menunjukkan keunggulan mereka dalam ajang BIOS 2025. Anggota tim ini terdiri dari Nayaka Magani Bibisana (Teknik Biomedik 2024), Arsha Permana Haryoko (Teknik Elektro 2024), Muhammad Nafis Yusa’ (Teknik Elektro 2024), dan Raynor Yudha Akbar (Teknik Elektro 2024). Mereka adalah contoh nyata kolaborasi lintas disiplin ilmu yang menghasilkan karya luar biasa.
Dalam kompetisi bergengsi ini, Tim Gajah Kuning tidak hanya meraih satu, melainkan tiga penghargaan tertinggi. Mereka dianugerahi Gold Medal BIOS 2025, Gold Medal Best Bioinformatics Project, dan Gold Medal Best Website. Capaian ini menempatkan mereka di posisi teratas di antara puluhan tim peserta dari berbagai institusi pendidikan di Indonesia.
BIOS 2025 sendiri merupakan kompetisi tahunan yang telah diselenggarakan sejak tahun 2020, menarik minat sekitar 200 peserta dari beragam latar belakang keilmuan. Keberhasilan Tim Gajah Kuning ini menjadi bukti bahwa inovasi dan dedikasi mahasiswa FTUI mampu bersaing di tingkat tertinggi, khususnya dalam bidang bioinformatika dan biologi sintetik yang terus berkembang pesat.
Advertisement
Advertisement
Inti dari kemenangan Tim Gajah Kuning adalah proyek riset mereka yang berjudul “Targeting Neurobiological Pathways To Prevent Suicide: In Silico Study of Indonesia’s Plants As MMPs Inhibitors to Restore Blood-Brain Barrier Integrity”. Proyek ini menawarkan pendekatan baru yang inovatif dalam upaya pencegahan bunuh diri, sebuah isu kesehatan global yang kompleks.
Melalui proyek ini, tim mengeksplorasi potensi senyawa alami dari tanaman-tanaman endemik Indonesia. Mereka menggunakan pendekatan bioinformatika canggih untuk mengidentifikasi kandidat senyawa yang dapat mencegah kebocoran blood-brain barrier (BBB). Kebocoran BBB ini diketahui berkaitan dengan overekspresi matrix metalloproteinase (MMP) dan memiliki korelasi dengan perilaku bunuh diri.
Nayaka Magani Bibisana menjelaskan bahwa ide riset ini berakar dari temuan ilmiah terbaru di bidang neurobiologi. "Kami mengangkat riset terkini terkait kebocoran blood–brain barrier sebagai pendekatan baru dalam memahami perilaku bunuh diri. Melalui metode bioinformatika, kami berupaya memanfaatkan kekayaan biodiversitas Indonesia untuk menemukan kandidat senyawa alami yang berpotensi mencegah kondisi tersebut,” ujarnya.
Advertisement
Analisis yang dilakukan tim melibatkan metode in silico, seperti molecular docking dan molecular dynamics. Pendekatan ini memungkinkan mereka untuk memprediksi interaksi antara senyawa alami dan target biologis secara komputasi, menghemat waktu dan sumber daya dibandingkan eksperimen laboratorium tradisional. Hasilnya menunjukkan potensi besar tanaman Indonesia sebagai sumber terapi baru.
Advertisement
Keberhasilan Tim Gajah Kuning tidak lepas dari bimbingan dan dukungan intensif dari para dosen pembimbing. Dr. Rizal Azis dan Dr. Adhityo Wicaksono secara konsisten mendampingi tim selama seluruh proses kompetisi, mulai dari perumusan ide hingga presentasi final. Peran mereka sangat krusial dalam mengarahkan dan mematangkan proyek riset ini.
Dekan Fakultas Teknik Universitas Indonesia, Kemas Ridwan Kurniawan, menyampaikan apresiasinya yang tinggi atas capaian membanggakan ini. “Prestasi ini mencerminkan kapasitas mahasiswa FTUI dalam menghasilkan riset inovatif yang relevan dengan isu kesehatan global. Kami terus mendorong pengembangan riset berbasis sains dan teknologi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.
Capaian gemilang Tim Gajah Kuning pada BIOS 2025 ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi seluruh sivitas akademika FTUI. Ini juga menjadi dorongan untuk terus berprestasi, memperkuat kolaborasi lintas disiplin ilmu, serta mengharumkan nama Universitas Indonesia di kancah nasional maupun internasional. Semangat inovasi dan riset yang ditunjukkan oleh tim ini adalah aset berharga bagi kemajuan ilmu pengetahuan di Indonesia.
Advertisement
Sumber: AntaraNews