Ternyata Ini Alasan PB XIV Purboyo Gembok Museum Keraton Surakarta Saat Libur Nataru

Kakak PB XIV Purboyo mengatakan, hingga saat ini masih ada sejumlah pekerjaan yang dilakukan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) terkait revitalisasi Keraton.

Arie Sunaryo
Oleh Arie Sunaryo - Reporter
Ternyata Ini Alasan PB XIV Purboyo Gembok Museum Keraton Surakarta Saat Libur Nataru
Ternyata Ini Alasan PB XIV Purboyo Gembok Museum Keraton Surakarta Saat Libur Nataru (Merdeka.com)

Raja Surakarta Paku Buwono (PB) XIV Purboyo buka suara soal masih ditutupnya Museum Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Purboyo melalui Gusti Raden Ayu (GRAy) Devi Lelyana Dewi menyampaikan alasan belum dibukanya museum bersejarah itu.

Kakak PB XIV Purboyo mengatakan, hingga saat ini masih ada sejumlah pekerjaan yang dilakukan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) terkait revitalisasi Keraton Surakarta.

"Kami belum bisa membuka karena memang masih ada sisa pekerjaan dari BPK wilayah 10 yang belum selesai. Ada satu ruangan yang tidak bisa dilalui sesuai dengan jalur seperti biasanya itu masuk dari pintu loket, kemudian ke pelataran, masuk lagi, kemudian masuk ke ruangan yang ada foto-fotonya itu. Dari situ lurus sampai ke sumur songo kemudian nyebrang masuk ke ruangan berikutnya," ujar Devi saat memberikan keterangan pers di ruang Talang Paten, Sabtu (27/12).

Dikatakan Devi, alur tersebut yang belum bisa dilalui untuk ruangan yang ketiga, karena masih ada artefak artefak yang belum sesuai penempatannya. Hal tersebut karena ruangan yang biasanya digunakan masih dilakukan renovasi.

"Saya juga nggak tahu kenapa ditaruh disitu dulu, tapi juga belum ditempatkan. Kami menunggu koordinasi dengan BPK wilayah 10," ungkapnya.

Putri mendiang PB XIII menambahkan, pihaknya sudah menyepakati dengan BPK untuk meneruskan pekerjaan yang tersisa. Namun hingga saat ini belum ada konfirmasi dari BPK. Apalagi saat ini sedang memasuki masa liburan Natal dan Tahun Baru.

Kendala Lain

Gusti Raden Ayu (GRAy) Devi Lelyana Dewi
Gusti Raden Ayu (GRAy) Devi Lelyana Dewi istimewa

Kendala lainnya, lanjut Devi ada salah satu peralatan pendukung pintu otomatis belum didapatkan oleh vendor BPK. Devi memastikan bahwa pihaknya bukan bermaksud untuk menutup museum keraton.

"Jadi sebetulnya bukan kita menutup museum. Tapi lebih karena ada pekerjaan yang belum selesai. Takutnya nanti kalau ada apa apa, pintu belum bisa ditutup nanti rusak kan kami juga enggak mau. Jadi kami menunggu proses revitalisasi itu selesai 100 persen," jelasnya.

Sebagai Pangageng Kebudayaan dan Pariwisata Keraton Surakarta, Devi menunggu konfirmasi langsung dari BPK untuk penyelesaian pekerjaan yang masih tersisa.

"Jadi sebetulnya kami sangat mengapresiasi pemerintah merevitalisasi museum. Karena memang sebetulnya museum itu butuh penyegaran," katanya.

Antusias Membuka Museum

Devi mengaku sangat  antusias untuk membuka museum. Karena setelah peresmian lalu banyak pengunjung yang sudah  mendengar dan mereka ingin melihat bagaimana bentuk baru atau ruangan baru yang sudah direvitalisasi.

"Tapi saya juga tidak berani mengambil risiko karena memang belum sepenuhnya selesai," ucap dia.

"Jadi tetap sebetulnya Museum Keraton Surakarta berkomitmen untuk terus melakukan penyegaran. Kami sangat antusias untuk museum ini bisa menjadi pusat edukasi dan budaya di Kota Solo. Jadi sebetulnya pihak keraton sendiri inginnya membuka, tapi belum bisa gitu," pungkasnya.

Rekomendasi