Hoaks Mantan Menkes Siti Fadilah Supari Kecelakaan hingga Patah Tulang, Mobilnya Dipasang Bom

Sebuah video yang menyatakan bahwa Siti Fadilah Supari mengalami kecelakaan akibat mobilnya dibom di Tol Japek telah beredar secara luas.

Pebrianto Eko Wicaksono
Hoaks Mantan Menkes Siti Fadilah Supari Kecelakaan hingga Patah Tulang, Mobilnya Dipasang Bom
Terdakwa kasus korupsi alat kesehatan Siti Fadilah Supari menjalani sidang dengan agenda pembacaan putusan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (16/6). (Liputan6.com/Helmi Afandi) (© 2025 Liputan6.com)

Siti Fadilah Supari, mantan Menteri Kesehatan, dikabarkan mengalami kecelakaan serius setelah mobilnya diduga dibom saat melintas di Tol Jakarta-Cikampek. Berita mengenai insiden ini telah menyebar luas di media sosial, disertai dengan video yang menunjukkan laporan dari salah satu stasiun televisi swasta yang menggambarkan kejadian tragis tersebut dengan detail yang mengerikan.

Dalam video itu, diceritakan bahwa ledakan yang menimpa Siti Fadilah berasal dari bom rakitan berkekuatan tinggi yang diaktifkan secara jarak jauh. Bom tersebut diklaim dipasang di bagian bawah mobilnya, yang menyebabkan Siti Fadilah mengalami sejumlah luka serius, termasuk patah tulang, luka bakar yang parah, serta cedera internal. Video itu juga menyebutkan bahwa Siti Fadilah sedang dirawat dalam kondisi kritis di ruang ICU RS Siloam Kelapa Dua.

Informasi hoaks mengenai kecelakaan Siti Fadilah Supari ini telah menimbulkan berbagai reaksi di masyarakat. Oleh karena itu, sangat penting bagi publik untuk mengetahui fakta sebenarnya di balik video yang beredar. Berbagai pihak telah memberikan klarifikasi yang tegas, membantah kebenaran berita tersebut, serta mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah percaya pada konten yang belum terverifikasi.

Penyebaran Informasi Mirip dengan Siaran TV Nasional

Video hoaks yang menyebarkan informasi tentang kecelakaan Siti Fadilah Supari akibat mobilnya dibom disusun dengan sangat meyakinkan, mirip dengan siaran berita dari televisi profesional. Elemen-elemen seperti penampilan presenter, grafis pada layar, logo program, dan cara penyampaian berita tampak seolah berasal dari siaran resmi stasiun televisi swasta, yang menambah kesan keaslian.

Judul yang provokatif, seperti "Bom di Tol Jakarta-Cikampek: Mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari Nyaris Tewas Diledakkan - Ini Rahasia yang Mau Dibungkam Selamanya!" juga terlihat dalam tayangan tersebut.

Narasi dalam video tersebut mengklaim bahwa ledakan bom terjadi di Tol Jakarta-Cikampek, tepatnya di kilometer 19 dekat pintu keluar Bekasi, dengan mobil Siti Fadilah Supari sebagai target. Dikatakan juga bahwa bom rakitan yang digunakan memiliki daya ledak yang tinggi dan dikendalikan dari jarak jauh, serta sengaja dipasang di bawah mobil korban. Klaim palsu ini semakin parah dengan narasi tentang kondisi Siti Fadilah Supari setelah kecelakaan. Video tersebut menyatakan bahwa ia mengalami patah tulang, luka bakar yang parah, dan cedera internal, serta dilaporkan dirawat dalam kondisi kritis di ruang ICU RS Siloam Kelapa Dua.

Hoaks ini bahkan mengaitkan insiden tersebut dengan teori konspirasi mengenai pembunuhan yang direncanakan, dengan menyebut bahwa Siti Fadilah menyimpan "rahasia besar" yang ingin disembunyikan. Penyebaran informasi yang tidak benar ini tidak hanya merugikan individu yang menjadi sasaran, tetapi juga dapat menimbulkan kepanikan di masyarakat. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk selalu memverifikasi informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya lebih lanjut.

Penelusuran

iNews Media Group (IMG) telah mengonfirmasi bahwa video yang menunjukkan ledakan bom yang menargetkan Siti Fadilah Supari adalah sebuah hoaks atau berita yang tidak benar. Pihak IMG menegaskan bahwa mereka tidak pernah memproduksi atau menyiarkan berita terkait insiden bom tersebut. Seluruh narasi, gambar, dan pernyataan yang terdapat dalam video itu merupakan hasil dari rekayasa kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang dibuat untuk menyesatkan masyarakat.

Keluarga Siti Fadilah Supari juga telah memberikan klarifikasi yang tegas melalui akun Instagram dr. Bobby Arfhan Anwar (@dr.bobbyjantung). Mereka memastikan bahwa video yang beredar sama sekali tidak benar dan merupakan hasil dari produksi AI. Keluarga menegaskan bahwa Siti Fadilah Supari dalam keadaan aman dan tidak mengalami kecelakaan atau ledakan bom seperti yang diklaim dalam hoaks tentang kecelakaan mobilnya.

Kementerian Kesehatan juga ikut membantah hoaks ini melalui akun Instagram resminya @kemenkes_ri pada 16 Desember 2025. Dalam unggahan tersebut, mereka menyatakan, "#Healthies, beredar video dan narasi yang menyebut eks Menkes mengalami kecelakaan. Informasi tersebut tidak benar. Pihak keluarga memastikan Ibu Siti Fadhila Supari dalam kondisi sehat. Dengan demikian, narasi dalam video terkait mobil dibom, kecelakaan, hingga korban jiwa tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Yuk, selalu cek fakta sebelum percaya dan membagikan informasi. Salam sehat!"

Penelusuran lebih lanjut menggunakan situs pendeteksi AI, Hive Moderation, juga memperkuat fakta ini. Hasil analisis menunjukkan bahwa audio dalam video tersebut merupakan modifikasi AI, yang membuktikan bahwa konten tersebut tidak asli dan sengaja direkayasa.

Kesimpulan

Masyarakat diingatkan agar tidak cepat percaya dan tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi. Hal ini sangat penting, terutama jika informasi tersebut berpotensi menimbulkan kepanikan di kalangan publik dan merugikan reputasi individu.

Sebagai contoh, hoaks mengenai Siti Fadilah Supari yang dikabarkan mengalami kecelakaan akibat mobilnya dibom menunjukkan bagaimana teknologi AI bisa disalahgunakan. Konten yang dihasilkan bisa menyesatkan dan sulit untuk dibedakan dari berita yang sebenarnya.

Rekomendasi