UIN Ar-Raniry Kirim Relawan Mahasiswa ke Wilayah Terdampak Bencana di Aceh, Bawa Bantuan dan Lakukan Aksi Kemanusiaan

UIN Ar-Raniry Kirim Relawan mahasiswa ke Aceh Timur, Langsa, dan Aceh Tamiang untuk bantu korban bencana. Simak detail misi kemanusiaan dan dukungan kampus.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
UIN Ar-Raniry Kirim Relawan Mahasiswa ke Wilayah Terdampak Bencana di Aceh, Bawa Bantuan dan Lakukan Aksi Kemanusiaan
UIN Ar-Raniry Kirim Relawan mahasiswa ke Aceh Timur, Langsa, dan Aceh Tamiang untuk bantu korban bencana. Simak detail misi kemanusiaan dan dukungan kampus. (AntaraNews)

Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh telah mengirimkan 23 relawan mahasiswa ke sejumlah wilayah di Aceh yang terdampak bencana. Misi kemanusiaan ini bertujuan untuk memberikan bantuan serta dukungan moral kepada masyarakat yang membutuhkan.

Para relawan dari Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) UIN Ar-Raniry dilepas pada Minggu, 14 Desember. Acara pelepasan berlangsung di Posko Tanggap Bencana kampus tersebut. Mereka akan bertugas di Aceh Timur, Kota Langsa, dan Kabupaten Aceh Tamiang selama beberapa pekan ke depan.

Keberangkatan relawan ini merupakan bagian dari komitmen UIN Ar-Raniry dalam menjalankan tanggung jawab sosial perguruan tinggi. Mereka membawa bantuan logistik dan pakaian layak pakai. Relawan juga akan terlibat dalam berbagai kegiatan sosial di lokasi bencana.

Komitmen UIN Ar-Raniry dalam Misi Kemanusiaan

Rektor UIN Ar-Raniry, Mujiburrahman, menegaskan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam misi kemanusiaan adalah bentuk tanggung jawab sosial kampus. Ia berharap kehadiran relawan mahasiswa dapat membangkitkan semangat dan menguatkan masyarakat korban bencana. "Kehadiran relawan mahasiswa akan mampu menghadirkan semangat dan saling menguatkan masyarakat korban bencana. Semoga seluruh relawan selalu diberi kesehatan, perlindungan, dan kembali dengan selamat,” kata dia.

Kampus juga berkomitmen penuh untuk mendukung mahasiswa yang terdampak bencana, termasuk melalui kebijakan akademik yang fleksibel. Salah satunya adalah peniadaan perkuliahan semester ganjil Tahun Akademik 2025/2026 bagi mahasiswa yang terlibat. Perkuliahan yang belum tuntas akan diganti dengan skema penugasan alternatif.

Kebijakan ini juga mencakup keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa terdampak bencana. Selain itu, kegiatan kerelawanan ini akan diakui sebagai Kegiatan Pengabdian Masyarakat (KPM). Dukungan penuh dari pimpinan kampus ini sangat diapresiasi oleh mahasiswa.

Aksi Nyata Relawan dan Dukungan Mahasiswa

Sebanyak 23 relawan mahasiswa UIN Ar-Raniry ini akan fokus menyalurkan bantuan logistik dan pakaian layak pakai. Mereka juga akan aktif dalam kegiatan pembersihan fasilitas umum seperti tempat ibadah dan sekolah di wilayah terdampak. Inisiatif ini diharapkan memberikan dampak positif langsung bagi masyarakat.

Selain itu, para relawan berencana membuka kelas belajar khusus bagi anak-anak di posko pengungsian. Program ini bertujuan untuk menjaga semangat belajar anak-anak di tengah kondisi sulit akibat bencana. Kegiatan edukatif ini diharapkan dapat memberikan hiburan dan pendidikan yang berkelanjutan.

Presiden Mahasiswa UIN Ar-Raniry, Tengku Raja Aulia Habibie, menyampaikan apresiasi atas dukungan pimpinan kampus. Ia menekankan bahwa dukungan ini sangat penting untuk keberlangsungan gerakan kemanusiaan yang diinisiasi mahasiswa. Kolaborasi antara kampus dan mahasiswa menjadi kunci sukses misi ini.

Sebelumnya, Dema UIN Ar-Raniry bersama Aliansi Mahasiswa Aceh juga telah aktif dalam penggalangan dan penyaluran bantuan kemanusiaan. Bantuan tersebut berupa logistik pangan, obat-obatan, perlengkapan kebersihan, serta pakaian layak pakai. Semua bantuan ini dihimpun melalui solidaritas civitas academica kampus.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi