Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya baru-baru ini menegaskan peran krusial usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta ekonomi kreatif dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional. Pernyataan ini disampaikan dalam keterangan pers di Jakarta pada Minggu, 14 Desember, dan saat pembukaan Festival dan Launching UMKM Mitra Adhyaksa di Lampung pada Jumat sebelumnya. Beliau menyoroti bagaimana kedua sektor ini menjadi pilar utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Teuku Riefky menjelaskan bahwa UMKM tidak hanya menjadi wadah perayaan kreativitas dan kewirausahaan, tetapi juga merupakan langkah konkret untuk memperkuat ekonomi. Sektor ekonomi kreatif, yang lahir dari perpaduan kreativitas, inovasi, teknologi, dan akar budaya, kini tumbuh pesat sebagai mesin baru penggerak ekonomi di berbagai daerah. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah dalam menciptakan lapangan kerja berkualitas.
Untuk mendukung pertumbuhan ini, Kementerian Ekraf bersama Kejaksaan Republik Indonesia dan Pemerintah Provinsi Lampung meluncurkan program UMKM Mitra Adhyaksa. Program ini dirancang untuk memberikan pendampingan hukum dan kepastian usaha bagi para pelaku ekonomi kreatif. Tujuannya adalah agar mereka dapat fokus berinovasi dan mengembangkan usaha tanpa kekhawatiran terkait persoalan legal.
Advertisement
Advertisement
Peran Strategis UMKM dan Ekonomi Kreatif
Teuku Riefky Harsya menegaskan bahwa UMKM merupakan tulang punggung ekonomi Indonesia, sebuah fakta yang telah lama diakui. Selain itu, sektor ekonomi kreatif kini muncul sebagai mesin baru yang mendorong pertumbuhan ekonomi nasional secara signifikan. Sektor ini berkembang pesat di berbagai daerah, menunjukkan potensi besar yang dimilikinya.
Ekonomi kreatif, menurut Teuku Riefky, berakar pada kreativitas yang dipadukan dengan inovasi dan teknologi. Aspek budaya lokal juga menjadi fondasi penting dalam perkembangannya. Ini selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo, khususnya poin ketiga, yang menekankan penciptaan lapangan kerja berkualitas melalui kewirausahaan dan industri kreatif.
Penguatan UMKM dan ekonomi kreatif bukan hanya tentang angka, tetapi juga tentang pemberdayaan masyarakat. Sektor ini memberikan kesempatan bagi individu untuk mengembangkan potensi mereka. Dengan demikian, kontribusi UMKM dan ekonomi kreatif melampaui aspek ekonomi semata, tetapi juga sosial dan budaya.
Advertisement
Advertisement
Program UMKM Mitra Adhyaksa: Dukungan dan Kepastian Hukum
Melalui program UMKM Mitra Adhyaksa, para pelaku usaha memperoleh dukungan komprehensif. Mereka mendapatkan akses penjelasan regulasi, penyederhanaan perizinan, pendampingan hukum preventif, serta penyuluhan yang krusial. Inisiatif ini bertujuan menciptakan iklim usaha yang aman dan berkelanjutan bagi UMKM dan ekonomi kreatif.
Program ini diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan diri pelaku ekonomi kreatif dalam menjalankan dan mengembangkan usahanya. Teuku Riefky juga memberikan apresiasi tinggi kepada Kejaksaan Republik Indonesia dan Pemerintah Provinsi Lampung atas kolaborasi ini. Kerjasama ini dinilai memperkuat industri kreatif serta UMKM di daerah.
Menteri Ekraf Teuku Riefky menegaskan, peran Kejaksaan dalam program ini melampaui penegakan hukum. Kejaksaan bertindak sebagai mitra strategis yang menghadirkan kepastian dan perlindungan usaha. "Kementerian Ekraf berkomitmen memperkuat kolaborasi ini karena ekonomi kreatif hanya dapat berkembang jika ekosistemnya didukung kepastian hukum yang kuat," ujarnya.
Advertisement
Adanya pendampingan hukum memungkinkan UMKM dan industri kreatif untuk fokus pada inovasi. Mereka dapat meningkatkan kualitas produk dan memperluas pasar tanpa khawatir menghadapi persoalan legal yang sering menjadi hambatan. Hal ini merupakan langkah penting dalam menciptakan ekosistem bisnis yang kondusif.
Advertisement
Capaian dan Kontribusi Ekonomi Kreatif
Festival UMKM Mitra Adhyaksa di Lampung menjadi ajang untuk menampilkan beragam subsektor ekonomi kreatif unggulan. Mulai dari kuliner seperti kopi dan keripik, kriya berbasis kerajinan lokal, hingga fesyen kain tenun tapis, semua menunjukkan kekayaan budaya dan potensi daerah. Kegiatan ini juga berfungsi sebagai ruang kurasi penting.
Melalui pameran, coaching clinic, talkshow, business matching, serta area promosi digital, produk lokal didorong untuk naik kelas. Ini adalah upaya nyata dalam memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan daya saing UMKM. Kementerian Ekraf mencatat capaian kinerja yang menunjukkan penguatan nyata sektor ekonomi kreatif sebagai penggerak ekonomi nasional.
Hingga Semester I 2025, nilai investasi ekonomi kreatif telah mencapai 66 persen dari target. Ini berkontribusi sekitar 9 persen terhadap total realisasi investasi nasional. Sementara itu, nilai ekspor ekonomi kreatif pada Oktober 2025 telah menembus hampir 100 persen dari target tahunan, menyumbang sekitar 13 persen dari total ekspor nonmigas nasional.
Advertisement
Dari sisi ketenagakerjaan, sektor ekonomi kreatif juga melampaui target dengan capaian 107 persen pada Oktober 2025. Angka ini setara dengan hampir dua juta tenaga kerja di atas target yang ditetapkan. Kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada tahun 2024 tercatat melampaui Rp1.500 triliun, atau sekitar 7 persen dari PDB nasional. Data ini menunjukkan dampak signifikan sektor ini terhadap perekonomian.
Sumber: AntaraNews