Abdul Mungid, seorang pengemudi becak lansia di Banyumas, Jawa Tengah, merasakan kelegaan mendalam. Ia baru saja menerima satu unit becak listrik dari Presiden Prabowo Subianto. Kendaraan ini menjadi harapan baru bagi Mungid yang telah puluhan tahun mencari nafkah di jalanan.
Penyerahan becak listrik ini berlangsung di Purwokerto, ibu kota Kabupaten Banyumas, pada 13 Desember. Ratusan pengemudi becak lain turut hadir dan menunjukkan kegembiraan serupa. Mereka mengagumi kendaraan baru yang diharapkan dapat menopang kehidupan sehari-hari mereka.
Inisiatif ini merupakan bagian dari program Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) yang didirikan oleh Presiden Prabowo. Program tersebut bertujuan memberdayakan masyarakat kurang mampu, khususnya pengemudi becak lansia, agar tetap mandiri.
Advertisement
Advertisement
Becak Listrik Prabowo: Solusi untuk Tantangan Usia dan Modernisasi
Melalui Yayasan GSN, Presiden Prabowo Subianto menyumbangkan 280 unit becak listrik kepada pengemudi lansia di Banyumas. Bantuan ini bertujuan membantu mereka mempertahankan pendapatan di tengah modernisasi transportasi. Program ini juga mengatasi penurunan kekuatan fisik seiring bertambahnya usia.
Program becak listrik ini secara khusus menargetkan pengemudi becak lansia yang stamina fisiknya sudah menurun. Banyak penerima manfaat adalah pengemudi berusia di atas 70 tahun yang masih mengandalkan kekuatan terbatas untuk mencari nafkah. Abdul Mungid adalah salah satu penerima yang sangat merasakan tantangan ini.
Mungid, yang tinggal di Desa Kebumen, Baturaden, sering menghabiskan hari-harinya menunggu penumpang di Purwokerto Timur. Ia mengakui, “Energi saya sudah terkuras, tetapi hidup harus terus berjalan.” Terkadang ia harus pulang tanpa membawa penghasilan sama sekali.
Advertisement
Dulu, Mungid bisa menghasilkan hingga Rp200.000 sehari saat transportasi becak berjaya. Namun, pertumbuhan transportasi bermotor telah mengurangi pendapatannya drastis, kadang hanya Rp50.000, bahkan tidak ada sama sekali. Usia senja dan modernisasi menjadi kombinasi sulit baginya.
Advertisement
Jangkauan Nasional dan Dampak Positif Program Becak Listrik
Program Becak Listrik Prabowo ini tidak hanya terbatas di Banyumas. Ketua Yayasan GSN, Letjen (Purn) Teguh Arief Indratmoko, menegaskan bahwa program donasi becak listrik ini bersifat nasional. Sejak tahun 2024, program ini telah menjangkau ribuan pengemudi becak di berbagai wilayah Jawa.
Beberapa daerah yang telah menerima manfaat termasuk Cilacap, Jombang, Purbalingga, Brebes, Cirebon, Mojokerto, Banjarnegara, Indramayu, Sumenep, dan Tangerang. Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, menyebutkan bahwa Yayasan GSN mendistribusikan 280 becak listrik, melebihi usulan awal pemerintah daerah sebanyak 188 unit.
Presiden Prabowo menargetkan program donasi bertahap ini dapat menjangkau 80.000 pengemudi becak di seluruh Indonesia. Satu syarat utama bagi penerima adalah becak tersebut tidak boleh dijual kembali. Program ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pengemudi dan membantu mereka keluar dari kemiskinan.
Advertisement
Inspirasi program ini datang dari Presiden Prabowo sendiri, setelah ia bertemu dengan seorang pengemudi becak berusia sekitar 70 tahun yang masih berjuang mengoperasikan kendaraannya. Becak bertenaga baterai ini memungkinkan pengemudi lansia bekerja lebih lama, dari tiga jam menjadi hingga sepuluh jam, dengan usaha fisik yang jauh lebih sedikit.
Advertisement
Mendorong Kemandirian dan Martabat Melalui Bantuan Becak Listrik
Program donasi becak listrik ini dipandang lebih dari sekadar upaya modernisasi transportasi. Ini adalah inisiatif pemberdayaan masyarakat yang mendukung pengemudi dengan stamina fisik menurun. Melalui program ini, Presiden Prabowo Subianto telah menyediakan alat bagi pengemudi becak untuk mempertahankan mata pencarian mereka secara mandiri.
Penerima manfaat seperti Abdul Mungid dan Sugeng Riyanto, bersama ribuan pengemudi lainnya, merasakan optimisme baru. Sugeng Riyanto, 55 tahun, yang biasanya berpenghasilan sekitar Rp40.000 sehari, kini melihat becak listrik sebagai dukungan vital. Ia dapat menopang empat cucunya dengan lebih baik.
Becak listrik yang membutuhkan sedikit usaha fisik memungkinkan pengemudi untuk terus bekerja dan menafkahi keluarga mereka dengan martabat yang lebih besar. Yayasan GSN juga mendorong pemerintah daerah untuk memasang outlet pengisian daya listrik di pangkalan becak. Ini memungkinkan pengemudi mengisi daya kendaraan sambil menunggu penumpang.
Advertisement
Hingga awal Desember, sekitar tiga ribu pengemudi telah menjadi penerima manfaat, dengan target 10 ribu pengemudi pada akhir 2025. Target yang lebih ambisius, yaitu 30 ribu pengemudi, ditetapkan untuk tahun 2026. Program ini juga mencakup pelatihan teknisi untuk perawatan gratis 24 jam bagi penerima.
Sumber: AntaraNews