Warga mencari barang miliknya dari tumpukan batang kayu di desa Lintang Bawah, Aceh Tamiang, Aceh, Kamis (11/12/2025). (AFP/ Aditya Aji)
Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat beberapa pekan lalu meninggalkan kerusakan luas di berbagai wilayah.Aceh Tamiang menjadi salah satu daerah yang paling parah terdampak sejak banjir bandang menerjang pada 26 November 2025.
Wilayah ini sempat berubah seperti kota mati dengan kondisi gelap tanpa listrik, komunikasi terputus, serta puing-puing yang memenuhi jalan dan permukiman.Upaya pemulihan hingga kini berjalan lambat. Infrastruktur yang masih terputus, lumpur yang belum surut, dan tumpukan kayu sisa banjir menghambat akses serta aktivitas masyarakat. Meski begitu, langkah-langkah perbaikan terus dilakukan untuk memulihkan kehidupan warga dan menata kembali wilayah yang hancur.
Warga membersihkan lumpur di dalam masjid setelah banjir bandang di desa Lintang Bawah, Aceh Tamiang, Aceh, Kamis (11/12/2025). AFP/ Aditya Aji
Warga membersihkan lumpur di dalam masjid setelah banjir bandang di desa Lintang Bawah, Aceh Tamiang, Aceh, Kamis (11/12/2025). AFP/ Aditya Aji
Warga membawa barang-barang miliknya dari tumpukan batang kayu di desa Lintang Bawah, Aceh Tamiang, Aceh, Kamis (11/12/2025). AFP/ Aditya Aji
Warga beristirahat saat mencari sisa-sisa harta benda mereka dari rumah mereka yang terkubur tumpukan batang kayu di desa Lintang Bawah, Aceh Tamiang, Aceh, Kamis (11/12/2025). AFP/ Aditya Aji
Seorang ibu memandikan anaknya di air berlumpur di Aceh Tamiang, Aceh, Rabu (10/12/2025). AFP/ Aditya Aji
Warga mencari barang miliknya dari tumpukan batang kayu di desa Lintang Bawah, Aceh Tamiang, Aceh, Kamis (11/12/2025). AFP/ Aditya Aji