Vaksinasi untuk ibadah haji tahun 2026 kini menjadi salah satu syarat yang ditetapkan oleh Otoritas Arab Saudi, bersamaan dengan sertifikat kesehatan (istitha'ah). Menurut laporan dari Saudi Press Agency (SPA), pemerintah Arab Saudi mewajibkan vaksinasi ini untuk menjaga kesehatan setiap jemaah dan mencegah penyebaran penyakit menular di antara kerumunan internasional. Bukti vaksinasi lengkap menjadi prasyarat utama untuk keberangkatan haji.
Kepatuhan terhadap program vaksinasi ini sangat penting, tidak hanya untuk memenuhi syarat visa haji, tetapi juga berkontribusi pada konsep istitha'ah, yaitu kemampuan kesehatan jemaah. Dengan jutaan orang dari berbagai negara berkumpul, risiko penularan penyakit meningkat secara signifikan. Oleh karena itu, vaksinasi berperan dalam menciptakan kekebalan komunal, yang akan mengurangi beban pada sistem kesehatan di Tanah Suci dan meminimalkan kemungkinan jemaah dipulangkan karena terdeteksi membawa penyakit menular saat tiba di sana.
Berikut ini adalah informasi lebih lanjut mengenai vaksinasi yang wajib untuk haji 2026, serta daftar penyakit yang dapat menghalangi keberangkatan jemaah haji.
Advertisement
Vaksinasi Haji 2026 Wajib
Menurut informasi yang diambil dari laman SPA dan Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji, setiap calon jemaah haji untuk tahun 2026 diwajibkan untuk menunjukkan sertifikat vaksinasi yang sah untuk empat jenis penyakit: COVID-19, meningitis meningokokus (ACWY), polio, dan demam kuning (yellow fever).
1. Covid-19 Untuk vaksin COVID-19, hanya vaksin dari produsen yang disetujui oleh pemerintah Saudi yang akan diterima. Dosis terakhir vaksin harus diberikan dalam rentang waktu antara tahun 2021 hingga 2025, dan minimal dua minggu sebelum keberangkatan.
2. Vaksin Meningitis Vaksin meningitis tetap berlaku hingga lima tahun setelah penyuntikan, tetapi harus diberikan setidaknya 10 hari sebelum tiba di Arab Saudi.
3. Vaksin Polio Bagi jemaah yang berasal dari negara-negara yang masih dalam pengawasan polio, vaksin polio (IPV atau OPV) wajib diberikan paling lambat empat minggu sebelum keberangkatan dan harus tercantum dalam International Certificate of Vaccination.
4. Vaksin Yellow Fever Vaksin yellow fever diwajibkan bagi semua pelancong yang berusia sembilan bulan ke atas, tanpa memandang negara asal mereka.
Advertisement
Sertifikat Kemampuan Kesehatan
Selain adanya batas waktu yang ketat, Kerajaan Arab Saudi juga menetapkan syarat penting untuk penerbitan visa haji. Syarat tersebut adalah "Sertifikat Kemampuan Kesehatan" atau yang lebih dikenal dengan sebutan sertifikat istitha'ah.
Sertifikat ini bukan sekadar dokumen tambahan, melainkan merupakan verifikasi resmi yang menunjukkan bahwa calon jemaah memiliki kemampuan fisik dan mental untuk melaksanakan ibadah haji, terutama di tengah keramaian dan kondisi cuaca yang bisa menantang. Sertifikat istitha'ah yang diajukan harus memenuhi kriteria legalisasi tertentu, antara lain:
- Diwajibkan untuk mendapatkan tanda tangan dari kepala kantor dan pimpinan delegasi medis yang berwenang.
- Proses verifikasi harus dilakukan secara resmi melalui platform elektronik Masar.
Fokus pada verifikasi kesehatan ini sejalan dengan rencana Kerajaan Arab Saudi untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara acak di terminal kedatangan. Jemaah yang tidak memenuhi syarat kesehatan akan dipulangkan, yang menunjukkan bahwa kesehatan menjadi prasyarat utama untuk keberangkatan. Dengan demikian, pemerintah Arab Saudi menekankan pentingnya kesehatan bagi setiap calon jemaah haji agar dapat melaksanakan ibadah dengan baik dan aman.
Advertisement
Daftar Penyakit Dapat Menghalangi Keberangkatan Haji
Menurut peraturan yang dikeluarkan oleh Kerajaan Arab Saudi, terdapat sejumlah kondisi kesehatan tertentu yang dapat menyebabkan calon jemaah tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan visa atau bahkan dipulangkan saat tiba di Tanah Suci. Tujuan dari daftar ini adalah untuk menjaga keselamatan jemaah dan kesehatan publik di tengah kerumunan besar. Berikut adalah beberapa kondisi kesehatan yang menjadi perhatian utama:
- Kegagalan Organ Utama Tingkat Lanjut:Gagal Ginjal yang memerlukan cuci darah (dialisis) rutin.
- Gagal Jantung dengan gejala yang muncul meskipun hanya dengan aktivitas fisik ringan.
- Penyakit Paru Kronis yang membutuhkan suplai oksigen secara berkala atau terus-menerus.
- Kerusakan Hati Tingkat Lanjut yang disertai dengan tanda-tanda gagal hati.
- Gangguan Saraf dan Kejiwaan Berat:Penyakit Saraf dan Gangguan Jiwa Berat yang menghambat tingkat kesadaran normal atau disertai gangguan gerak signifikan.
- Lansia yang mengalami demensia (pikun) tingkat lanjut.
- Kondisi Khusus dan Penyakit Menular:Ibu Hamil yang berada pada kehamilan trimester terakhir atau kehamilan dengan risiko tinggi.
- Penyakit Menular Aktif yang berpotensi berdampak buruk pada kesehatan masyarakat di kerumunan, seperti:
- Tuberkulosis Paru Terbuka.
- Demam Berdarah/Hemoragik (Dengue Hemorrhagic Fever).
- Pasien Kanker yang sedang menjalani kemoterapi atau pengobatan lain yang sangat melemahkan daya tahan tubuh.
Advertisement
Pemeriksaan Kesehatan Sebelum Memasuki Arab Saudi
Pemerintah Arab Saudi telah mengumumkan rencana untuk melakukan skrining kesehatan di semua pintu masuk utama, termasuk bandara dan pelabuhan. Mereka yang tidak memenuhi syarat kesehatan dapat ditolak untuk masuk, diisolasi, atau diwajibkan menjalani evaluasi medis lebih lanjut.
Otoritas Saudi menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan hasil dari penilaian terhadap pelaksanaan haji dalam beberapa tahun terakhir, serta pengalaman yang didapat selama pandemi global. Tujuan dari langkah ini adalah untuk memastikan bahwa pelaksanaan haji berlangsung dengan aman, sehat, dan terkendali, mengingat jumlah peserta yang sangat besar.
Aturan baru ini juga menegaskan adanya pembatasan yang ketat bagi calon jemaah yang memiliki kondisi kesehatan berat atau kronis. Mereka yang mengalami penyakit seperti yang telah disebutkan sebelumnya, berisiko untuk dinyatakan tidak memenuhi syarat dalam menjalankan ibadah haji.
Langkah ini diambil sebagai upaya pencegahan untuk menghindari terjadinya keadaan darurat medis selama prosesi ibadah haji, yang dikenal dengan kepadatan tinggi dan memerlukan stamina yang baik. Dengan demikian, diharapkan semua jemaah dapat menjalani ibadah haji dengan kondisi kesehatan yang optimal.