Kepolisian Polresta Denpasar, Bali, membenarkan adanya peristiwa seorang pria yang meninggal tergantung di beton penyangga di sebuah kafe.
Lokasinya berada di kawasan Pantai Balangan, Kelurahan Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali.
Kasi Humas Polresta Denpasar Kompol I Ketut Sukadi mengatakan, korban berinisial REP (19) asal Ambon, Maluku. REP beralamat di Kelurahan Wanagon, Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Korban diketahui tewas pada Selasa (9/12) kemarin, sekitar pukul 08:51 WTA.
"Telah menerima informasi bahwa telah ditemukan seseorang laki-laki dalam keadaan tergantung di beton penyangga di bawah kafe," kata Kompol Sukadi, Rabu (10/12).
Advertisement
Kronologi
Dari keterangan saksi di tempat kejadian perkara (TKP) bernama Syahroni menerangkan, pada Selasa (9/12) sekitar pukul 08.30 WITA, saksi dihampiri oleh seorang turis atau Warga Negara Asing (WNA) yang saksi tak kenal dan mengatakan ada seorang laki-laki tergantung di bawah kafe di kawasan Pantai Balangan.
Kemudian, saksi mendengar hal itu memberitahu kepada rekannya bernama Zulhan Budi Santosa bahwa ada seorang laki-laki tergantung di bawah kafe dan mereka menuju lokasi.
Saat di TKP, saksi melihat korban tergantung dibawah balok beton penyangga kafe, dengan menggunakan celana training panjang warna abu-abu dan tak mengenakan baju.
"Untuk baju kaus diletakkan di leher. Sedangkan leher terlilit oleh tali tambang plastik," imbuhnya.
Kemudian, kedua saksi menginformasikan kejadian itu kepada manager tempat mereka berkerja dan pada saat itu sudah ramai masyarakat yang melihat di seputaran TKP.
Advertisement
Tak Ada CCTV
Untuk kondisi di TKP merupakan sebuah lokasi bangunan beton yang berada di bawah kafe, dan tidak ada kamera CCTV, dan lokasi terletak di bibir pantai dengan jarak kurang lebih 10 meter dan kaki korban menyentuh pasir.
Selain itu, hasil identifikasi Polresta Denpasar, ada jeratan pada leher, tali menggunakan simpul hidup pada beton dan leher dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Kemudian, untuk kondisi korban tergantung di bawah benton penyangga kafe, tergantung dengan seutas tali tambang plastik berwarna biru dengan ketinggian kurang lebih 2 meter dari permukaan tanah, korban tidak ada identitas dan baju lengan panjang berwarna biru terlilit di leher korban.
"Terkait kejadian di atas sudah di tangani oleh unit Reskrim Polsek Kuta Selatan. Untuk jenazah korban sudah dibawa ke RSUP Prof Ngoerah, Denpasar, dengan menggunakan ambulans," ujarnya.