Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palembang, Sumatera Selatan, secara resmi mendeklarasikan komitmennya untuk menjamin pelestarian Bahasa Palembang. Deklarasi ini dilakukan melalui serangkaian inisiatif penting, termasuk pembelajaran aktif, publikasi, serta aktivasi budaya di seluruh lingkungan sekolah.
Langkah strategis ini bertujuan untuk memastikan Bahasa Palembang tetap lestari dan menjadi bagian integral dari identitas lokal. Seluruh warga sekolah diharapkan terlibat aktif dalam upaya pelestarian bahasa daerah yang menjadi kebanggaan "wong Palembang" ini.
Deklarasi tersebut berlangsung pada Minggu, 7 Desember, di Palembang, menandai upaya konkret pemerintah kota dalam menjaga warisan budaya. Inisiatif ini juga melibatkan pelibatan penuh dari berbagai pihak demi keberlanjutan bahasa daerah.
Advertisement
Advertisement
Fondasi Kuat untuk Keberlanjutan Bahasa Daerah
Kepala Disdik Palembang, M Affan Prapanca, menegaskan bahwa penandatanganan komitmen ini merupakan langkah tegas dari Pemerintah Kota Palembang. Tujuannya adalah menjaga keberlanjutan Bahasa dan Sastra Daerah Palembang sebagai warisan budaya serta pemersatu masyarakat.
Affan menjelaskan, "Ini langkah tegas komitmen Pemerintah Kota Palembang untuk menjaga keberlanjutan bahasa daerah sebagai warisan budaya dan pemersatu masyarakat Kota Palembang." Kebijakan ini bukan sekadar administratif, melainkan fondasi penting bagi eksistensi bahasa daerah di ruang pendidikan.
Namun, kebijakan saja tidak cukup untuk menjamin pelestarian Bahasa Palembang. Diperlukan revitalisasi, konservasi, dokumentasi, dan penguatan ekosistem pembelajaran secara menyeluruh. Hal ini memastikan upaya pelestarian berjalan efektif dan berkelanjutan.
Advertisement
Oleh karena itu, kegiatan deklarasi ini memiliki arti strategis dengan menghadirkan para pakar, peneliti, budayawan, dan praktisi pendidikan. Mereka memberikan wawasan serta arah pengembangan ke depan untuk pelestarian bahasa daerah.
Advertisement
Tiga Pesan Penting dalam Upaya Pelestarian Bahasa Palembang
Dalam kesempatan tersebut, M Affan Prapanca menyampaikan tiga pesan kunci yang menjadi pedoman utama. Pesan pertama adalah pentingnya menguatkan vitalitas Bahasa Palembang di ruang pendidikan. Ini berarti bahasa daerah harus aktif digunakan dan diajarkan di sekolah-sekolah.
Pesan kedua menekankan bahwa revitalisasi harus berbasis komunitas dan ekosistem budaya. Upaya pelestarian Bahasa Palembang tidak bisa hanya dari atas, tetapi harus melibatkan partisipasi aktif masyarakat dan lingkungan budaya setempat.
Terakhir, pesan ketiga menegaskan bahwa kolaborasi menjadi kunci keberlanjutan. Keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, akademisi, budayawan, hingga masyarakat umum, sangat diperlukan untuk memastikan Bahasa Palembang tetap hidup dan berkembang.
Advertisement
Sementara itu, Ketua Tim Penulis Buku Muatan Lokal Bahasa Palembang, Zuhdiyah, menambahkan bahwa buku muatan lokal "baso Pelembang" memiliki cakupan luas. Buku ini tidak hanya mengajarkan arti kata-kata (reti kelap) dan bacaan (baacoan), tetapi juga aspek kebahasaan lainnya yang lebih mendalam.
Sumber: AntaraNews