Distribusi Logistik Jalur Laut Basarnas: 14,3 Ton Bantuan Tiba di Pasaman Barat yang Terisolir

Basarnas sukses melakukan distribusi logistik jalur laut sebanyak 14,3 ton ke Nagari Katiagan dan Maligi, Pasaman Barat, Sumatera Barat, mengatasi sulitnya akses darat akibat banjir.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Distribusi Logistik Jalur Laut Basarnas: 14,3 Ton Bantuan Tiba di Pasaman Barat yang Terisolir
Basarnas sukses melakukan distribusi logistik jalur laut sebanyak 14,3 ton ke Nagari Katiagan dan Maligi, Pasaman Barat, Sumatera Barat, mengatasi sulitnya akses darat akibat banjir. (AntaraNews)

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) baru-baru ini menyalurkan bantuan logistik vital kepada warga terdampak banjir di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat. Pendistribusian ini dilakukan melalui jalur laut karena akses darat menuju dua wilayah terdampak masih sangat sulit dilewati. Langkah ini diambil untuk memastikan bantuan sampai kepada masyarakat yang terisolir.

Koordinator Pos SAR Pasaman, Novi Yurandi, menjelaskan bahwa logistik tersebut diangkut menggunakan Kapal KN SAR 240 Ramawijaya. Kapal bertolak dari Pelabuhan Teluk Bungus Padang menuju Nagari Katiagan dan Maligi. Upaya ini merupakan bagian dari respons cepat terhadap bencana alam.

Novi menambahkan bahwa bantuan ini berasal dari posko Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumbar. Basarnas berperan penting dalam menyalurkan bantuan karena sebagian besar warga terdampak masih sulit dijangkau melalui jalur darat. Total logistik yang berhasil didistribusikan mencapai 14,3 ton.

Rincian Distribusi Logistik Melalui Jalur Laut

Proses distribusi logistik oleh Basarnas ini mencakup berbagai jenis kebutuhan pokok dan sandang. Sebanyak 14,3 ton bantuan diangkut untuk memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat di Nagari Katiagan dan Maligi. Prioritas diberikan pada barang-barang yang paling dibutuhkan oleh korban banjir.

Di Nagari Katiagan, Kecamatan Kinali, bantuan yang diturunkan meliputi teh Sariwangi dua kardus, mie instan 200 kardus, kue dan roti 32 kardus, kopi dua kardus, sarden tiga kardus, family box delapan kotak, air mineral 50 kotak, beras 5 kilogram, milku 44 paket dan tanoto box 250 kotak. Selain itu, terdapat pula minyak 45 kardus, baju delapan kardus, sarung sembilan kardus, sedap cup 50 kardus, kornet 12 kardus, pembalut 22 kardus, pempers 4L dan 4M, beras 10 kilogram atau 122 karung, pasta gigi lima kotak dan sikat gigi tiga kotak.

Sementara itu, di Nagari Maligi, Kecamatan Sasak Ranah Pasisie, jenis dan jumlah logistik yang didistribusikan sama dengan yang diterima oleh Nagari Katiagan. Penyaluran ini memastikan pemerataan bantuan di kedua wilayah yang sama-sama mengalami kesulitan akses. Kehadiran kapal Basarnas menjadi harapan bagi warga yang terisolir.

Dampak Banjir di Pasaman Barat dan Katiagan

Data dari posko komandan bencana alam Pasaman Barat di Mandiangin Nagari Katiagan menunjukkan skala kerusakan yang signifikan. Banjir yang terjadi pada 24 November 2025 menyebabkan 246 jiwa mengungsi dan 3.342 rumah terdampak. Kondisi ini memaksa banyak warga meninggalkan tempat tinggal mereka.

Lebih lanjut, bencana ini mengakibatkan 10 rumah rusak berat, 12 rumah rusak sedang, dan 8 rumah rusak ringan di Katiagan. Sebanyak 406 rumah lainnya juga mengalami dampak serius akibat genangan air. Di Nagari Katiagan saja, total 262 jiwa mengungsi dan 4.850 jiwa terdampak langsung oleh banjir.

Kerugian infrastruktur dan dampak sosial ekonomi akibat banjir ini sangat besar. Upaya pemulihan membutuhkan waktu dan sumber daya yang tidak sedikit. Pemerintah daerah bersama berbagai pihak terus berupaya memberikan bantuan dan penanganan pasca-bencana.

Kondisi di Maligi dan Data Kerusakan Total

Di Nagari Maligi, Kecamatan Sasak Ranah Pasisie, dampak banjir juga tidak kalah parah. Satu orang dilaporkan mengalami luka-luka, dan sekitar 7.000 jiwa terdampak oleh bencana ini. Empat rumah rusak sedang dan satu unit jembatan mengalami kerusakan parah, menghambat mobilitas warga.

Secara keseluruhan, data terakhir hingga Sabtu (6/12) malam di posko bencana alam Pasaman Barat menunjukkan angka yang memprihatinkan. Bencana banjir dan longsor telah menyebabkan empat orang meninggal dunia, tiga orang hilang, dan lima orang luka-luka. Jumlah pengungsi mencapai 4.365 jiwa, dengan total 55.300 jiwa terdampak di seluruh wilayah.

Kerusakan infrastruktur juga meluas, termasuk 46 unit rumah rusak berat, 18 unit rusak sedang, dan 22 unit rusak ringan. Sebanyak 5.171 unit rumah terendam banjir, 13 unit rumah hanyut, dan 31 sekolah terdampak. Selain itu, satu perkantoran, tiga fasilitas kesehatan, enam tempat ibadah, 12 jembatan, 10 ruas jalan, dan 921,25 hektare lahan pertanian juga mengalami kerusakan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi