Mendagri Bantah Isu Kepala Daerah di Sumatra Menyerah Tangani Banjir

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan tidak benar adanya kabar mengenai tiga kepala daerah di Sumatra yang menyerah dalam penanganan bencana banjir.

Lizsa Egeham
Oleh Lizsa Egeham - Reporter
Mendagri Bantah Isu Kepala Daerah di Sumatra Menyerah Tangani Banjir
Mendagri Tito Karnavian (© 2025 Liputan6.com)

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menegaskan bahwa kabar mengenai tiga kepala daerah di Sumatra yang menyerah dalam menghadapi bencana banjir adalah tidak benar. Ia menjelaskan bahwa meskipun terdapat beberapa kendala yang dihadapi, para kepala daerah tersebut tetap berusaha semaksimal mungkin.

"Tiga kepala daerah yang menyatakan menyerah, bukan menyerah total, bukan. Mereka tetap bekerja semampu mereka, tapi ada yang mereka enggak mampu," ungkap Tito dalam konferensi pers mengenai penanganan banjir di Sumatra yang berlangsung di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Rabu (3/12/2025).

Contoh yang diberikan Tito adalah kondisi di Kabupaten Aceh Tengah, yang mengalami isolasi akibat jembatan yang putus akibat banjir dan longsor. Ia menyatakan bahwa pemerintah daerah terus berupaya melakukan penanganan sesuai dengan kemampuan yang tersedia.

"Misalnya Aceh Tengah, terkunci, jalan semua terkunci karena longsor jembatan putus dari utara dari Lhokseumawe putus, dari Selatan juga putus. Mereka tetap bekerja, cuma dengan kemampuan yang ada," jelasnya.

Di luar kemampuan mereka

Tito menambahkan bahwa kepala daerah di Aceh Tengah tidak memiliki kapasitas untuk mengirimkan bantuan melalui udara karena tidak memiliki pesawat, serta memerlukan alat berat untuk memperbaiki infrastruktur yang rusak.

Lebih lanjut, Tito menjelaskan bahwa ada beberapa hal yang di luar kemampuan mereka, seperti kebutuhan akan tambahan makanan dan pengiriman BBM secara udara.

"Ada hal yang mereka enggak mampu, yaitu harus ada tambahan makanan, BBM dropping dari udara. Dia enggak punya pesawat. Kemudian kedua, jalan-jalan yang putus tadi perlu ada longsor perlu alat berat, dia enggak punya kemampuan," tandas Tito, menegaskan tantangan yang dihadapi oleh kepala daerah dalam menangani bencana ini.

Kepala daerah meminta dukungan dari pemerintah pusat

Dalam situasi ini, Tito menyatakan bahwa para kepala daerah telah meminta dukungan dari pemerintah pusat. Ia menegaskan bahwa pemerintah akan memberikan bantuan untuk menangani masalah banjir yang terjadi di Sumatera.

"Di situ yang mereka minta itu. Dan dari pemerintah pusat mau nyerah mau enggak, kita menilai sendiri. Kita akan dukung dari hari pertama sepenuhnya," tutur Tito. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk terlibat aktif dalam penanganan bencana.

Perlu dicatat bahwa terdapat tiga bupati di Provinsi Aceh yang mengungkapkan ketidakmampuan mereka dalam menangani situasi darurat akibat banjir dan longsor. Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, dan Bupati Aceh Selatan, Mirwan MS, serta yang terbaru, Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil, semuanya menyatakan kesulitan dalam mengatasi bencana tersebut. Kondisi ini menambah urgensi bagi pemerintah pusat untuk memberikan bantuan yang diperlukan.

Rekomendasi