Dua Personel Polda Riau Terseret Banjir Bandang Sumbar, Kapolres Padang Panjang Konfirmasi

Dua personel Polda Riau menjadi korban banjir bandang di Sumatera Barat. Kapolres Padang Panjang membenarkan insiden nahas yang menimpa mereka saat bertugas, menambah daftar korban Personel Polda Riau Banjir Sumbar.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Dua Personel Polda Riau Terseret Banjir Bandang Sumbar, Kapolres Padang Panjang Konfirmasi
Dua personel Polda Riau menjadi korban banjir bandang di Sumatera Barat. Kapolres Padang Panjang membenarkan insiden nahas yang menimpa mereka saat bertugas, menambah daftar korban Personel Polda Riau Banjir Sumbar. (AntaraNews)

Kapolres Padang Panjang, AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro, membenarkan bahwa dua personel Polda Riau menjadi korban dalam insiden banjir bandang yang melanda Kota Padang Panjang. Peristiwa tragis ini terjadi pada Kamis (27/11) di tengah kondisi cuaca ekstrem yang menyebabkan bencana alam di wilayah tersebut.

Selain dua personel polisi, satu orang warga sipil yang bertugas sebagai sopir juga turut terseret dalam musibah banjir bandang tersebut. Mereka diketahui sedang dalam perjalanan dinas menuju Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Kota Padang saat kejadian nahas menimpa.

Insiden ini menghebohkan publik dan menunjukkan betapa rentannya wilayah Sumatera Barat terhadap bencana alam seperti banjir bandang dan tanah longsor. Proses pencarian dan identifikasi korban pun segera dilakukan oleh pihak berwenang di lokasi kejadian.

Konfirmasi Awal dan Kendala Pencarian

Kapolres Padang Panjang, AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro, secara resmi mengonfirmasi kejadian tersebut pada Minggu (30/11). "Betul, ada personel polisi dari Polda Riau dan satu supir yang merupakan warga sipil dalam insiden banjir bandang," ujarnya di Kota Padang Panjang.

Pihak kepolisian dihubungi oleh Polda Riau untuk menanyakan informasi terkait dua personelnya, lengkap dengan identitas dan kendaraan yang mereka gunakan. Informasi ini menjadi titik awal dalam upaya pencarian dan penanganan korban.

Pada hari pertama kejadian, tim pencari menghadapi kendala besar karena tingginya lumpur yang menutupi akses jalan. Lokasi kejadian berada di kawasan Jembatan Kembar, tepatnya di perbatasan Kota Padang Panjang dan Kabupaten Tanah Datar, yang membuat evakuasi awal sulit dilakukan.

Kondisi medan yang berat dan akses yang terputus akibat longsoran tanah menghambat upaya tim penyelamat untuk segera mencapai lokasi dan melakukan pencarian secara maksimal.

Penemuan Kendaraan dan Identifikasi Korban

Setelah hari kedua, akses jalan menuju lokasi kejadian akhirnya dapat terbuka, memungkinkan tim pencari untuk melanjutkan upaya mereka. Dalam proses ini, kendaraan yang digunakan oleh para korban berhasil ditemukan.

Namun, penemuan kendaraan tersebut tidak disertai dengan keberadaan penumpangnya, yang semakin meningkatkan kekhawatiran pihak berwenang. Pencarian intensif pun terus dilakukan di sepanjang aliran sungai dan area terdampak.

Pada hari yang sama, Kapolres menerima informasi penting dari Rumah Sakit Bhayangkara bahwa satu personel berhasil diidentifikasi. Korban tersebut merupakan anggota Polda Riau yang sebelumnya dinyatakan hilang akibat Personel Polda Riau Banjir Sumbar.

Pencarian terhadap satu personel lainnya terus berlanjut hingga akhirnya korban kedua berhasil ditemukan pada hari ketiga pasca-kejadian. Proses identifikasi ini menjadi krusial untuk memastikan identitas para korban.

Lokasi Penemuan dan Kronologi Tugas

Kedua korban personel Polda Riau ditemukan di aliran sungai yang berada di daerah Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman. Lokasi penemuan ini cukup jauh, sekitar 20 hingga 30 kilometer dari titik awal insiden di Jembatan Kembar.

Jarak yang signifikan antara lokasi kejadian dan penemuan korban menunjukkan dahsyatnya arus banjir bandang yang menyeret mereka. Kondisi geografis wilayah yang berbukit dan dialiri sungai besar memperparah dampak bencana.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Polda Riau, kedua personel tersebut sedang dalam perjalanan dinas. Mereka berencana menuju salah satu Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Kota Padang untuk menjalankan tugas.

Namun, setibanya di kawasan Lembah Anai, perjalanan mereka terhenti secara paksa karena jalan terputus akibat tanah longsor. Peristiwa ini menjadi pemicu awal mereka terjebak dalam musibah banjir bandang yang kemudian menyeret mereka.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi