Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa hingga saat ini, pemerintah telah mengerahkan 28 unit helikopter ke daerah bencana banjir di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Pengerahan helikopter yang melibatkan gabungan dari TNI Angkatan Udara, Darat, dan Laut, serta kepolisian, BNPB, dan Basarnas ini bertujuan untuk mendistribusikan bantuan dan mengevakuasi korban bencana.
“Selain itu, modifikasi cuaca juga dilakukan dalam tiga hari terakhir dan telah berhasil mengurangi curah hujan di seluruh provinsi terdampak, sehingga evakuasi dan pengiriman bantuan logistik dari udara dapat dilakukan dengan cepat,” ujarnya seperti yang dilansir oleh Antara.
Ia menambahkan bahwa seluruh proses penanganan situasi berjalan lancar dan efisien, mulai dari evakuasi hingga pengiriman bantuan logistik serta pemulihan akses.
Advertisement
Bergerak dengan cepat
Presiden Prabowo Subianto melalui akun media sosialnya mengungkapkan bahwa pemerintah telah mengambil langkah cepat sejak hari pertama terjadinya bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Ia memberi instruksi agar evakuasi, distribusi bantuan, serta pemulihan daerah dilakukan dengan sigap dan terkoordinasi.
Selain menggunakan helikopter, pemerintah juga telah mengerahkan tiga unit pesawat Hercules C-130 dan satu unit A400. Bantuan darurat lainnya juga telah dikirimkan melalui jalur darat dan udara, termasuk tenda pengungsian, perahu karet, genset, dan alat komunikasi. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, dapur umum dan pos SPPG telah didirikan di beberapa lokasi.