Duka Mendalam, Personel Polda Riau Meninggal dalam Bencana Sumbar, Satu Lainnya Masih Dicari

Seorang personel Polda Riau meninggal dunia dalam bencana banjir bandang dan longsor di Sumatera Barat saat bertugas. Satu personel lainnya masih dalam pencarian.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Duka Mendalam, Personel Polda Riau Meninggal dalam Bencana Sumbar, Satu Lainnya Masih Dicari
Seorang personel Polda Riau meninggal dunia dalam bencana banjir bandang dan longsor di Sumatera Barat saat bertugas. Satu personel lainnya masih dalam pencarian. (AntaraNews)

Duka mendalam menyelimuti Kepolisian Daerah Riau setelah salah satu personel terbaiknya, Bripda Tri Irwansyah, ditemukan meninggal dunia. Peristiwa tragis ini terjadi akibat bencana banjir bandang dan longsor yang melanda wilayah Sumatera Barat. Jenazah Bripda Tri Irwansyah ditemukan pada Sabtu (29/11) setelah terseret arus deras.

Bripda Tri Irwansyah bersama Ipda Angga Mufajar dan seorang sopir tengah menjalankan tugas dinas penting. Mereka sedang dalam perjalanan untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana di Lembaga Pemasyarakatan Kota Padang. Namun, nahas, mobil yang mereka tumpangi terseret bencana alam di Jembatan Kembar, Padang Panjang.

Hingga saat ini, proses pencarian terhadap Ipda Angga Mufajar dan sopir yang masih dinyatakan hilang terus dilakukan oleh tim SAR gabungan. Cuaca ekstrem dengan hujan deras menjadi tantangan utama bagi petugas di lapangan. Tim gabungan berupaya keras menemukan kedua korban di tengah kondisi sulit.

Kronologi Tragedi Personel Polda Riau di Padang Panjang

Kombes Pol Anom Karbianto, Kepala Bidang Humas Polda Riau, menjelaskan bahwa kedua personel tersebut sedang dalam misi dinas. Mereka berangkat dari Pekanbaru sejak Rabu (26/11) untuk pemeriksaan saksi di Lapas Padang. "Mereka tengah dinas untuk pemeriksaan saksi di Lapas Padang. Berangkat sejak Rabu (26/11)," kata Kombes Anom di Pekanbaru, Sabtu.

Bencana banjir bandang dan longsor menerjang kawasan Jembatan Kembar, Kelurahan Silaing Bawah, Padang Panjang Barat, pada Kamis (27/11). Mobil minibus hitam yang ditumpangi Bripda Tri Irwansyah, Ipda Angga Mufajar, dan sopir ikut terseret. Kendaraan tersebut ditemukan dalam kondisi rusak parah dan tertimbun lumpur tidak jauh dari lokasi jembatan.

Dua personel Polda Riau itu diduga kuat ikut terseret dan tertimbun material longsor serta lumpur. Informasi awal menyebutkan ada tiga orang dalam mobil tersebut. Tragedi ini menyoroti risiko tinggi yang dihadapi petugas saat menjalankan tugas di lapangan, terutama di daerah rawan bencana.

Setelah ditemukan, jenazah Bripda Tri Irwansyah segera dibawa ke RS Bhayangkara Polda Sumatera Barat. Pihak kepolisian berencana membawa jenazah kembali ke Pekanbaru untuk diserahkan kepada keluarga. Hal ini menjadi bagian dari upaya penanganan pasca-bencana yang melibatkan personel Polda Riau.

Upaya Pencarian Personel Polda Riau yang Hilang Terus Berlangsung

Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI-Polri, dan relawan masih terus melakukan pencarian intensif. Fokus utama adalah menemukan Ipda Angga Mufajar dan sopir yang hingga kini belum ditemukan. Area pencarian meliputi penyisiran aliran sungai dan penggunaan alat berat untuk membersihkan material longsor.

Kombes Anom menyatakan, "Dua orang lainnya yang berada dalam kendaraan tersebut, yakni Ipda Angga Mufajar dan seorang sopir hingga kini masih belum ditemukan." Pernyataan ini menegaskan bahwa operasi pencarian akan terus berlanjut hingga semua korban ditemukan. Kondisi cuaca menjadi faktor penentu dalam kecepatan dan efektivitas pencarian.

Cuaca yang masih diguyur hujan deras menjadi tantangan serius bagi tim di lapangan. Hujan dapat memicu longsor susulan dan memperburuk kondisi tanah, sehingga proses pencarian harus berjalan penuh kehati-hatian. Keselamatan tim SAR juga menjadi prioritas utama dalam operasi ini. Tim bekerja siang dan malam untuk menemukan personel Polda Riau yang hilang.

Polda Riau terus berkoordinasi dengan pihak terkait di Sumatera Barat untuk memastikan kelancaran operasi pencarian. Dukungan logistik dan personel tambahan mungkin diperlukan jika kondisi cuaca tidak membaik. Seluruh pihak berharap Ipda Angga Mufajar dan sopir dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi