Lina Hisage Pecahkan Rekornas Tolak Peluru U-18 di ASEAN School Games, Raih Emas untuk Indonesia

Atlet muda Papua, Lina Hisage, kembali pecahkan rekornas tolak peluru U-18 di ASEAN School Games 2025 dengan lemparan 14,72 meter, memastikan emas dan membuktikan pembinaan atletik sukses.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Lina Hisage Pecahkan Rekornas Tolak Peluru U-18 di ASEAN School Games, Raih Emas untuk Indonesia
Atlet muda Papua, Lina Hisage, kembali pecahkan rekornas tolak peluru U-18 di ASEAN School Games 2025 dengan lemparan 14,72 meter, membawa pulang medali emas dan mengharumkan nama bangsa. (AntaraNews)

Atlet binaan Papua Athletics Center (PAC), Lina Hisage, berhasil menorehkan prestasi gemilang di kancah internasional. Ia memecahkan rekor nasional (rekornas) tolak peluru putri kategori U-18 pada ajang ASEAN School Games (ASG) 2025. Keberhasilan ini terjadi pada tanggal 25 November lalu di Stadion Nasional Hassanal Bolkiah, Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam.

Lina mencatatkan lemparan sejauh 14,72 meter, melampaui rekornas sebelumnya yang juga ia pegang dengan 14,03 meter. Catatan impresif ini tidak hanya mengamankan medali emas bagi kontingen Indonesia, tetapi juga menunjukkan peningkatan performa atletik muda. Prestasi ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Papua dan seluruh Indonesia.

Pencapaian ini menegaskan potensi besar atlet-atlet muda dari daerah dalam menyumbangkan prestasi di tingkat nasional maupun internasional. Rekor ini juga menjadi bukti nyata dari program pembinaan atletik yang efektif. Hal ini turut memperkuat posisi Indonesia di ajang olahraga regional.

Perjalanan Gemilang Lina Hisage dan Reaksi Tak Terduga

Lina Hisage, atlet muda asal Jayawijaya, Papua Pegunungan, mengungkapkan rasa kagetnya atas pencapaian rekor ini. Ia mengaku sempat merasa performanya menurun pada dua kejuaraan terakhir sebelum ASG 2025. "Saya kaget bisa pecahkan rekor karena di Kejurnas dan POPNAS personal best saya justru menurun," ujar Lina dalam keterangan resmi.

Meski sempat gugup, Lina Hisage berusaha keras untuk mengembalikan kepercayaan diri dan performanya. Tekad kuatnya membuahkan hasil yang luar biasa, melampaui ekspektasinya sendiri. Ia menambahkan, "Awalnya gugup, tapi saya berusaha percaya diri untuk mengembalikan performa. Saat menolak peluru, hasilnya ternyata lebih besar dari yang saya kira."

Rekor yang dicapai di ASG 2025 ini menambah daftar panjang progres Lina sepanjang tahun terakhir. Sebelumnya, ia juga mematahkan rekornas sejak 2015 dengan lemparan 14,03 meter di Jakarta Open 2025. Lina juga sukses meraih medali emas di Jatim Open 2025 dengan catatan 13,62 meter dan Philippine Athletics Championships 2025 dengan 13,11 meter. Ini menunjukkan konsistensi Lina dalam memecahkan rekor tolak peluru.

Dukungan PB PASI dan Peran Vital Papua Athletics Center

Ketua Umum PB PASI, Luhut Binsar Pandjaitan, menyambut baik capaian luar biasa dari Lina Hisage. Menurutnya, hasil di ASG 2025 ini secara jelas mencerminkan arah positif pembinaan atlet muda di Indonesia. "Capaian Lina memberikan gambaran mengenai perkembangan pembinaan atlet muda saat ini," ujar Luhut.

Luhut Binsar Pandjaitan juga menambahkan bahwa hasil ini akan menjadi landasan penting untuk evaluasi. Evaluasi tersebut bertujuan memperkuat program pembinaan nasional, termasuk yang berjalan di Papua Athletics Center (PAC). Ini menunjukkan komitmen PB PASI terhadap pengembangan atlet tolak peluru.

Apresiasi serupa datang dari Direktur & EVP Sustainable Development PT Freeport Indonesia, Claus Wamafma. Sebagai mitra utama PB PASI dalam pengelolaan PAC, ia menilai pemecahan rekornas ini adalah bukti kemajuan pembinaan di Papua. "Pemecahan rekornas oleh Lina menunjukkan perkembangan yang terjadi di Papua Athletics Center," kata Claus Wamafma.

Claus Wamafma menegaskan komitmen PT Freeport Indonesia untuk terus mendukung program PAC. Tujuannya adalah memastikan atlet Papua mendapatkan akses pelatihan memadai dan siap tampil di level lebih tinggi. PAC sendiri merupakan program kolaborasi PB PASI dan PT Freeport Indonesia yang menyediakan pelatihan intensif dan fasilitas terbaik.

Masa Depan Cerah Atletik Indonesia dari Tanah Papua

Dengan dua rekornas tolak peluru dalam satu tahun, Lina Hisage semakin mempertegas peran penting Papua Athletics Center (PAC). PAC terbukti menjadi pusat pembinaan atletik berbasis daerah yang sangat berkontribusi pada prestasi nasional. Keberadaan pusat pelatihan ini sangat krusial bagi pengembangan talenta muda.

Program PAC tidak hanya fokus pada pelatihan fisik, tetapi juga pendampingan berkelanjutan bagi atlet-atlet muda potensial. Hal ini menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan atlet. Fasilitas yang memadai juga menjadi salah satu kunci keberhasilan Lina Hisage dan atlet lainnya.

Capaian Lina Hisage ini diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak anak muda Papua dan seluruh Indonesia. Ini membuktikan bahwa dengan pembinaan yang tepat dan dukungan penuh, atlet-atlet daerah mampu bersaing di kancah internasional. Prestasi ini menjadi motivasi untuk terus berprestasi.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi