Bencana hidrometeorologi yang melanda Sumatera Barat meninggalkan duka mendalam. Hingga Jumat (28/11/2025), tercatat 22 warga meninggal dunia dan 10 lainnya masih dalam pencarian. Sebaran korban meninggal berasal dari berbagai daerah terdampak, yakni 10 korban di Kabupaten Agam, 6 di Kota Padang, 5 di Padang Panjang, serta masing-masing satu korban di Pasaman Barat dan Padang Pariaman.
Seluruh jenazah telah dievakuasi ke sejumlah rumah sakit, dengan 20 di antaranya berhasil diidentifikasi. Dua korban lainnya, seorang anak laki-laki dan seorang perempuan, masih dalam proses identifikasi oleh tim Biddokkes Polda Sumbar.
Banjir bandang dan longsor dalam beberapa hari terakhir menerjang 14 kabupaten dan kota, memutus akses transportasi, merusak fasilitas umum, dan mengganggu jaringan komunikasi.