Kondisi Terkini Sekolah di Aceh, Sumbar dan Sumut Dilanda Banjir, Tak Bisa Gelar Kegiatan Belajar Mengajar

Kemendikdasmen telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan proses pembelajaran dapat kembali berlangsung normal setelah kondisi lokasi sekolah

Muhamad Agil Aliansyah
Oleh Muhamad Agil Aliansyah - Reporter
Kondisi Terkini Sekolah di Aceh, Sumbar dan Sumut Dilanda Banjir, Tak Bisa Gelar Kegiatan Belajar Mengajar
Kondisi Terkini Sekolah di Aceh, Sumbar dan Sumut Dilanda Banjir, Tak Bisa Gelar Kegiatan Belajar Mengajar (Merdeka.com)

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan aktivitas belajar mengajar di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat segera dipulihkan setelah sejumlah sekolah tiga provinsi itu dilanda banjir dalam beberapa hari terakhir.

Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen Suharti mengatakan Kemendikdasmen telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan proses pembelajaran dapat kembali berlangsung normal setelah kondisi lokasi sekolah dinyatakan aman.

“Pertama kami berkoordinasi dengan pemda untuk memastikan pembelajaran bisa segera dimulai tentu setelah banjir diatasi,” kata Suharti dalam keterangan diterima di Bandung, Jawa Barat, Jumat (28/11).

Bantuan Perlengkapan Belajar Dikirim

Sebagaimana hasil rapat terbatas tingkat menteri di kantor BNPB Jakarta sebelumnya, Suharti menjelaskan laporan yang diterima, sekolah dalam kondisi rusak karena banjir dan tanah longsor lebih dari puluhan unit tersebar di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sehingga tidak memungkinkan untuk kegiatan belajar mengajar.

Kemendikdasmen menyiapkan bantuan sarana pendidikan, termasuk paket perlengkapan belajar, perangkat pendukung, serta kebutuhan dasar sekolah yang rusak untuk mendukung pemulihan pembelajaran.

“Untuk bantuan pembelajaran itu juga segera kami sediakan,” kata dia.

Dia menegaskan keselamatan peserta didik dan tenaga pendidik menjadi prioritas utama karena itu sekolah di wilayah banjir baru dapat dibuka kembali setelah dinyatakan aman oleh tim petugas gabungan.

Pembelajaran Jarak Dekat Sekolah Tak Terdampak Banjir

Kemendikdasmen juga menginstruksikan Dinas Pendidikan provinsi dan kabupaten/kota untuk melakukan asesmen cepat pada setiap sekolah terdampak guna memastikan kebutuhan mendesak, termasuk perbaikan infrastruktur ringan, pembersihan fasilitas, serta pengadaan sarana pendukung kegiatan belajar.

Selain itu, sekolah yang tidak terdampak banjir diminta mengoptimalkan pembelajaran jarak dekat atau penjadwalan ulang sebagai alternatif sementara bagi siswa di wilayah banjir agar tidak tertinggal proses belajar.

"Kami terus berkoordinasi agar proses pembelajaran bagi siswa tetap terjamin,” kata Suharti, demikian dikutip dari Antara.

Rekomendasi