Kementerian Lingkungan Hidup Targetkan 1.195 TPS3R Beroperasi Dukung Pengelolaan Sampah Nasional

Kementerian Lingkungan Hidup menargetkan 1.195 fasilitas Target TPS3R beroperasi di seluruh Indonesia untuk memperkuat penanganan sampah nasional dan mencapai target 100% pengelolaan sampah pada 2029.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Kementerian Lingkungan Hidup Targetkan 1.195 TPS3R Beroperasi Dukung Pengelolaan Sampah Nasional
Kementerian Lingkungan Hidup menargetkan 1.195 Target Operasi TPS3R di seluruh Indonesia untuk mengatasi 56,63 juta ton sampah per tahun. Simak detail rencana ambisius ini! (AntaraNews)

Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) tengah menggenjot pengembangan fasilitas pengelolaan sampah di Indonesia. Sebanyak 1.195 unit Tempat Pengelolaan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) ditargetkan beroperasi di seluruh Indonesia. Langkah ini merupakan upaya strategis untuk memperkuat penanganan sampah secara nasional.

Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Diaz Hendropriyono, menyampaikan target ini setelah meresmikan TPS3R Sinergi Bersih di Jakarta. Pembangunan fasilitas ini bertujuan mendukung capaian pengelolaan sampah 100 persen pada tahun 2029. Target tersebut tertuang jelas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

Pengembangan TPS3R akan difokuskan di berbagai lokasi, mulai dari Sumatra hingga wilayah timur Indonesia. Mayoritas unit TPS3R diharapkan dapat dibangun di Pulau Jawa. Inisiatif ini krusial mengingat volume sampah tahunan yang mencapai puluhan juta ton.

Ambisi Nasional dan Tantangan Pengelolaan Sampah

Kementerian Lingkungan Hidup berambisi mengembangkan 1.195 TPS3R di seluruh wilayah Indonesia. Diaz Hendropriyono mengatakan, "Kami mengadakan pertemuan dan mengusulkan kepada Kementerian Pekerjaan Umum untuk membangun seribu TPS3R, dan dari sana, beberapa akan direvitalisasi." Revitalisasi ini penting untuk memastikan fasilitas yang sudah ada dapat berfungsi optimal.

Data menunjukkan bahwa Indonesia menghasilkan 56,63 juta ton sampah setiap tahunnya. Khusus di Jakarta, volume sampah mencapai 8.500 ton per hari. Angka fantastis ini menuntut pendekatan komprehensif dalam pengelolaan sampah.

Diaz juga menyoroti kondisi ironis di lapangan, di mana banyak TPS3R yang tidak beroperasi. Tercatat sekitar 32 persen dari 3.989 unit TPS3R di seluruh negeri tidak aktif. Kondisi serupa juga terjadi pada bank sampah, dengan sekitar 26 persen dari 28.170 unit terdaftar tidak lagi beroperasi.

Pemerintah memiliki komitmen kuat untuk mengatasi permasalahan ini. "Presiden telah mengeluarkan Peraturan Presiden di bawah RPJMN 2012–2025, yang mensyaratkan pengelolaan sampah sekitar 51,12 persen tahun ini dan seratus persen dalam lima tahun ke depan," jelas Diaz. Target ini membutuhkan dukungan infrastruktur seperti TPS3R yang aktif.

Peran TPS3R Sinergi Bersih dalam Mengurangi Timbulan Sampah

Sebagai contoh nyata dari upaya ini, fasilitas TPS3R Sinergi Bersih di Jakarta telah diresmikan. Diaz Hendropriyono menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang terlibat dalam mendukung fasilitas ini. Kolaborasi ini melibatkan Dinas Lingkungan Hidup Jakarta, PT Nestlé Indonesia, WWF-Indonesia, dan Waste4Change.

TPS3R Sinergi Bersih memiliki kapasitas mengolah 30 hingga 40 ton sampah setiap harinya. Fasilitas ini melayani lima kelurahan di sekitarnya. Keberadaan TPS3R ini sangat membantu mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Sampah yang masuk ke fasilitas ini akan disortir dan dicacah, mirip dengan proses produksi bahan bakar jumputan padat (Refuse-Derived Fuel/RDF) di Bantargebang. RDF yang dihasilkan kemudian dijual kepada pabrik semen sebagai bahan bakar alternatif pengganti batu bara.

Dengan luas area 1.800 meter persegi, TPS3R Sinergi Bersih diharapkan mampu mengurangi sampah yang dikirim ke TPA Bantargebang hingga 80 persen. Inovasi ini menunjukkan potensi besar TPS3R dalam pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi