Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman, Sumatera Barat, secara proaktif meningkatkan upaya sosialisasi evakuasi kepada masyarakat yang bermukim di daerah rawan bencana. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap kondisi cuaca ekstrem yang sedang melanda wilayah tersebut, dengan tujuan utama untuk meminimalkan potensi korban jiwa dan kerugian.
Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi, menegaskan pentingnya langkah antisipasi ini. "Bagi warga yang berada di kawasan rawan longsor dan banjir kami minta evakuasi ke rumah keluarga yang aman dulu," ujarnya di Pariaman, Kamis, menekankan perlunya warga untuk segera mengamankan diri ke lokasi yang lebih kondusif.
Sosialisasi evakuasi bencana ini tidak hanya dilakukan oleh Pemkot, tetapi juga melibatkan peran aktif pemerintah desa di seluruh Pariaman. Kolaborasi ini diharapkan dapat memastikan pesan keselamatan tersampaikan secara efektif dan mendapatkan respons positif dari seluruh lapisan masyarakat yang berisiko.
Advertisement
Advertisement
Peran Aktif Pemerintah Desa dalam Sosialisasi Evakuasi
Upaya peningkatan sosialisasi evakuasi bencana di Pariaman melibatkan sinergi kuat antara Pemkot dan pemerintah desa. Pemerintah desa berperan sentral dalam menyampaikan informasi penting mengenai potensi bahaya dan prosedur evakuasi kepada warganya secara langsung.
Mulyadi menjelaskan bahwa keterlibatan pemerintah desa sangat krusial untuk memastikan keberhasilan program ini. Selain memberikan edukasi, pemerintahan terendah itu juga turut menyediakan logistik dasar bagi warga yang terpaksa harus mengevakuasi diri, memastikan kebutuhan pokok mereka terpenuhi selama masa pengungsian.
Warga diimbau untuk tidak menunda evakuasi dan tetap berada di lokasi aman hingga kondisi cuaca benar-benar kondusif. Hujan dengan intensitas tinggi masih terus mengguyur daerah Pariaman dan sekitarnya, sehingga potensi bencana seperti longsor dan banjir masih sangat tinggi.
Advertisement
Advertisement
Dampak Cuaca Ekstrem dan Langkah Antisipasi
Cuaca ekstrem yang melanda Pariaman telah menyebabkan sejumlah lokasi terendam banjir, termasuk beberapa fasilitas pendidikan. SDN 09 Pauh Barat, SDN 01 Pauh Kuraitaji, dan SDN Cubadak Air Pariaman Utara adalah beberapa sekolah yang terdampak, mengakibatkan proses belajar mengajar harus dialihkan secara daring.
Wakil Wali Kota Mulyadi juga mengimbau agar warga membatasi aktivitas di luar rumah jika tidak ada keperluan mendesak. Potensi pohon tumbang dan longsor sangat mungkin terjadi mengingat kondisi tanah yang jenuh air dan angin kencang yang menyertai hujan deras.
Apresiasi khusus disampaikan kepada aparat TNI dan Polri atas dedikasi mereka dalam membantu Pemkot Pariaman menanggulangi bencana. Kolaborasi antarinstansi ini menjadi kunci dalam penanganan situasi darurat dan pemulihan pascabencana di daerah tersebut.
Advertisement
Advertisement
Evakuasi Paksa Demi Keselamatan Warga
Dalam beberapa kasus, Pemkot Pariaman bahkan terpaksa melakukan evakuasi paksa terhadap warga yang enggan meninggalkan rumahnya meskipun berada di zona bahaya. Salah satu contoh terjadi di Desa Pungguang Ladiang, di mana warga terdampak banjir dipaksa untuk dievakuasi guna mengantisipasi luapan Sungai Batang Mangor yang semakin tinggi.
"Kami memaksa warga untuk dievakuasi karena masih ada warga yang masih ingin bertahan di rumahnya," kata Sekretaris Daerah Kota Pariaman Afrizal Ashar. Keputusan sulit ini diambil demi keselamatan jiwa warga, mengingat intensitas hujan yang tinggi terus meningkatkan ketinggian air.
Untuk menampung warga yang dievakuasi, Pemkot Pariaman telah menyiapkan tempat penampungan sementara. Pihaknya meminjam ruko yang lokasinya relatif dekat dengan area bencana, memastikan warga memiliki tempat berlindung yang aman dan nyaman selama masa darurat ini.
Advertisement
Sumber: AntaraNews