Kunjungi Pabrik Garmen di Sragen, Ratu Belanda Tinjau Kualitas Hidup Buruh

Kedatangan Ratu Maxima ke Indonesia dalam kapasitasnya sebagai United Nations Secretary-General’s Special Advocate (UNSGSA).

Arie Sunaryo
Oleh Arie Sunaryo - Reporter
Kunjungi Pabrik Garmen di Sragen, Ratu Belanda Tinjau Kualitas Hidup Buruh
Ratu Belanda, Maxima Zorreguieta Cerrut mendatangi pabrik garmen, PT Glory Industrial di Desa Bener, Kecamatan Ngrampal, Selasa (25/11). (Istimewa)

Kunjungan Ratu Belanda, Maxima Zorreguieta Cerrut di wilayah Solo Raya, Selasa (25/11) diawali di Kabupaten Sragen. Usai mendarat di Bandara Adi Soemarmo Solo, Maxima langsung mendatangi pabrik garmen, PT Glory Industrial di Desa Bener, Kecamatan Ngrampal.

Tiba pukul 10.36 WIB dengan mengenakan setelan kuning cerah berpadu syal bermotif batik, Ratu Maxima langsung meninjau implementasi program unggulan RISE (Reimagining Industry to Support Equality). Di Sragen, Maxima didampingi Bupati Sigit Pamungkas.

Untuk diketahui, kedatangan Ratu Maxima ke Indonesia dalam kapasitasnya sebagai United Nations Secretary-General’s Special Advocate (UNSGSA) atau Utusan Khusus Sekjen PBB untuk Inklusi Keuangan.

Cek Program Kesehatan Finansial

Seusai kegiatan, Bupati Sigit Pamungkas menjelaskan kehadiran Máxima difokuskan untuk melihat praktik health financial activity atau program kesehatan finansial yang dijalankan PT Glory Industrial bagi para karyawannya.

"Jadi kedatangan beliau ke Sragen ini dalam kapasitasnya sebagai utusan khusus Sekjen PBB untuk isu kesehatan keuangan," katanya.

Dikatakan Sigit, Sragen menjadi lokasi kunjungan karena PT Glory Industrial menjalankan program RISE yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup para buruh. Program tersebut dinilai selaras dengan misi PBB dalam meningkatkan inklusi finansial di berbagai negara.

"Jadi terkait dengan kesehatan finansial yang diprogramkan oleh PT Glory bagi karyawannya itu dilihat sebagai sesuatu yang positif. Maka oleh beliau ditinjau di sini," ungkapnya.

Kunjungan Pertama Ratu Belanda ke Kabupaten Sragen

Lanjut Sigit, kehadiran Maxima merupakan kunjungan pertama seorang ratu Belanda ke Kabupaten Sragen. Ia berharap ada agenda kunjungan berikutnya untuk hal-hal yang lebih strategis.

"Harapan kita semoga di masa mendatang beliau bisa kembali untuk agenda-agenda yang lebih strategis,” ungkap Sigit.

Sigit menilai, selama kunjungannya ke Sragen, Ratu Máxima memberikan kesan yang ramah dan hangat. Ia berharap agar hubungan baik Indonesia–Belanda semakin berkembang, termasuk peluang pengembalian benda-benda bersejarah asal Indonesia yang kini berada di Belanda.

“Masih banyak peninggalan penting, terutama terkait keraton dan manusia purba. Harapan kita proses pengembalian itu dapat berjalan lancar,” tuturnya.

Rekomendasi