Polrestabes Bandung tengah mendalami kasus kematian seorang balita berusia empat tahun, Raditya Allibyan Fauzan, yang diduga menjadi korban tindak pidana kekerasan. Penyelidikan intensif ini dilakukan setelah adanya temuan luka-luka mencurigakan pada tubuh korban. Kejadian tragis ini berlokasi di Kota Bandung dan menarik perhatian publik serta aparat penegak hukum.
Kasatreskrim Polrestabes Bandung, Kompol Anton, mengungkapkan bahwa dugaan kekerasan muncul berdasarkan hasil pemeriksaan awal yang menunjukkan indikasi kekerasan fisik. Tim penyidik kini berupaya keras untuk mengungkap fakta di balik insiden yang menyebabkan balita tersebut meninggal dunia. Pihak kepolisian berkomitmen penuh untuk menuntaskan kasus ini secepatnya.
Hingga saat ini, belum ada penetapan tersangka dalam kasus ini, namun lima orang saksi telah dimintai keterangan oleh penyidik. Proses penyelidikan masih terus berjalan untuk mengumpulkan bukti-bukti yang kuat dan mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab. Masyarakat diharapkan bersabar menunggu hasil akhir dari proses hukum yang sedang berlangsung.
Advertisement
Advertisement
Penyelidikan Intensif dan Pemeriksaan Saksi Kunci
Penyelidikan kasus kematian balita Raditya Allibyan Fauzan terus dilakukan secara intensif oleh Polrestabes Bandung. Fokus utama penyidik saat ini adalah mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi yang relevan dengan kejadian tersebut. Langkah ini penting untuk mendapatkan gambaran utuh mengenai kronologi peristiwa.
Kompol Anton menjelaskan bahwa sudah ada lima orang yang diperiksa untuk dimintai keterangan terkait dugaan kekerasan anak ini. Keterangan para saksi diharapkan dapat memberikan petunjuk penting dalam mengungkap pelaku serta motif di balik tindakan keji tersebut. Proses pemeriksaan saksi dilakukan secara cermat dan mendalam.
Meskipun belum ada tersangka yang ditetapkan, kepolisian menegaskan komitmennya untuk menuntaskan kasus ini. "Sudah ada lima orang yang diperiksa untuk dimintai keterangan. Saat ini masih di dalami, mohon doa secepatnya kasus ini bisa terang benderang," kata Anton, menunjukkan keseriusan dalam penanganan kasus ini.
Advertisement
Advertisement
Hasil Autopsi Ungkap Luka-luka Akibat Kekerasan
Tim forensik telah melakukan autopsi terhadap jenazah Raditya Allibyan Fauzan untuk mencari penyebab pasti kematian balita tersebut. Hasil sementara autopsi menunjukkan adanya banyak luka pada tubuh korban, baik luka baru maupun luka lama. Temuan ini semakin memperkuat dugaan adanya kekerasan fisik yang dialami korban.
"Dari hasil pemeriksaan otopsi memang ditemukan banyak luka-luka, baik luka-luka baru maupun luka-luka bekas lama," ungkap Kompol Anton. Luka-luka tersebut diduga kuat akibat benturan benda tumpul. Indikasi ini menjadi petunjuk penting bagi penyidik dalam mengidentifikasi jenis kekerasan yang terjadi.
Bagian kepala menjadi area yang paling banyak ditemukan tanda-tanda kekerasan, termasuk di dahi dan bagian belakang. Selain itu, luka-luka juga ditemukan di sekujur tubuh korban, seperti di tangan, kaki, dan sekitar dada. Polisi akan terus mendalami temuan ini untuk memastikan detail kekerasan yang dialami Raditya.
Advertisement
Advertisement
Komitmen Polrestabes Bandung Ungkap Pelaku
Polrestabes Bandung memastikan bahwa penyelidikan akan terus dilakukan secara intensif untuk mengungkap pelaku serta motif di balik dugaan kekerasan yang menyebabkan kematian balita ini. Pihak kepolisian tidak akan berhenti hingga keadilan bagi korban dapat ditegakkan. Kasus ini menjadi prioritas utama dalam penegakan hukum.
Setiap petunjuk dan bukti yang ditemukan akan dianalisis secara menyeluruh untuk membangun konstruksi kasus yang kuat. Kerjasama dengan berbagai pihak, termasuk ahli forensik, terus dioptimalkan. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa tidak ada detail yang terlewatkan dalam proses penyelidikan.
Masyarakat diharapkan dapat memberikan dukungan dan informasi yang relevan jika mengetahui hal-hal terkait kasus ini. Kepolisian mengimbau agar semua pihak tidak berspekulasi dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat yang berwenang.
Advertisement
Sumber: AntaraNews