PSC 119 Rejang Lebong Siaga 24 Jam: Layanan Darurat Kesehatan Gratis untuk Masyarakat

PSC 119 Rejang Lebong memastikan pelayanan kegawatdaruratan 24 jam gratis bagi warga, siap tangani berbagai kondisi darurat mulai dari kecelakaan hingga bencana.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
PSC 119 Rejang Lebong Siaga 24 Jam: Layanan Darurat Kesehatan Gratis untuk Masyarakat
PSC 119 Rejang Lebong memastikan pelayanan kegawatdaruratan 24 jam gratis bagi warga, siap tangani berbagai kondisi darurat mulai dari kecelakaan hingga bencana. (AntaraNews)

Pelayanan Keselamatan Terpadu atau Public Safety Center (PSC 119) Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, kini telah menyiapkan layanan kegawatdaruratan selama 24 jam penuh. Inisiatif ini bertujuan untuk memberikan respons cepat dan tepat bagi masyarakat yang membutuhkan pertolongan medis darurat di wilayah tersebut.

Layanan vital ini berada di bawah koordinasi Dinas Kesehatan Rejang Lebong, dengan tugas utama memberikan penanganan pertama kepada warga sebelum mereka dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih memadai. Keberadaan PSC 119 menjadi garda terdepan dalam memastikan keselamatan dan kesehatan masyarakat.

Muklis Ansori, Kepala PSC 119 Rejang Lebong, menegaskan komitmen timnya untuk selalu siap sedia. "Kami siap membantu masyarakat selama 24 jam. Petugas di lapangan akan memberikan bantuan mulai dari lokasi kejadian hingga proses rujukan ke rumah sakit, serta mengoordinasikan layanan agar penanganan darurat berjalan cepat dan tepat," ujarnya.

Pelayanan Kegawatdaruratan PSC 119 Rejang Lebong 24 Jam

PSC 119 Rejang Lebong menyediakan layanan kegawatdaruratan yang komprehensif, mencakup berbagai insiden mulai dari sakit mendadak, kecelakaan lalu lintas, hingga kebakaran. Selain itu, tim PSC juga memiliki peran penting dalam kesiapsiagaan bencana, siap diperbantukan kapan pun kondisi darurat terjadi.

Warga dapat menghubungi PSC 119 Rejang Lebong melalui nomor darurat 119 untuk mendapatkan pertolongan pertama yang cepat. Layanan ini juga mencakup pengiriman ambulans dan koordinasi rujukan ke fasilitas kesehatan terdekat, memastikan pasien mendapatkan penanganan yang berkelanjutan.

Petugas PSC 119 Rejang Lebong terlatih untuk memberikan bantuan medis awal di lokasi kejadian. Mereka berperan vital dalam menstabilkan kondisi pasien sebelum transportasi ke rumah sakit, sehingga meningkatkan peluang kesembuhan dan mengurangi risiko komplikasi.

Komitmen di Tengah Keterbatasan Sumber Daya

Meskipun memiliki peranan penting, PSC 119 Rejang Lebong menghadapi tantangan berupa keterbatasan personel. Saat ini, hanya ada empat orang yang bertugas, di mana setiap individu harus merangkap berbagai peran, mulai dari sopir, perawat, operator, hingga penjaga kantor.

Kendati demikian, keterbatasan ini tidak menyurutkan semangat dan komitmen PSC 119 Rejang Lebong untuk tetap beroperasi penuh, bahkan pada hari libur. Seluruh personel bekerja secara on call, dan Kepala PSC siap turun langsung apabila ada permintaan darurat dari masyarakat.

Muklis Ansori juga menegaskan bahwa seluruh layanan yang diberikan oleh PSC 119 Rejang Lebong tidak dipungut biaya alias gratis. Hal ini mencakup penanganan kegawatdaruratan medis dan juga pelayanan pengantaran jenazah, menunjukkan dedikasi penuh terhadap pelayanan publik.

Dukungan Armada dan Harapan ke Depan

Saat ini, PSC 119 Rejang Lebong didukung oleh tiga unit kendaraan operasional untuk menunjang mobilitas dan respons cepat. Armada tersebut terdiri dari satu unit kendaraan jenazah dan dua unit ambulans yang siap sedia melayani masyarakat.

Satu unit ambulans lainnya saat ini masih dalam perbaikan setelah mengalami kecelakaan, namun hal ini tidak menghambat operasional keseluruhan. Tim tetap berupaya maksimal dengan sumber daya yang ada untuk memastikan layanan tetap berjalan optimal.

Meskipun PSC 119 Rejang Lebong memiliki keterbatasan personel dan anggaran yang masih menginduk ke Dinas Kesehatan Rejang Lebong, mereka terus berkomitmen. Tim bertekad untuk memberikan layanan terbaik bagi masyarakat serta mendukung penuh program pemerintah daerah di bidang kesehatan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi