Makassar, 22 November - Sebanyak tujuh pesantren di Sulawesi Selatan (Sulsel) berhasil meraih predikat Pesantren Ramah Anak. Penghargaan ini merupakan hasil penilaian bersama yang dilakukan oleh UNICEF, Kanwil Kementerian Agama (Kemenag), dan Pemerintah Provinsi Sulsel.
Penilaian ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, sehat, dan peduli terhadap hak-hak anak di lingkungan pesantren. Inisiatif ini selaras dengan upaya pemerintah dalam memastikan perlindungan optimal bagi setiap santri.
Kepala Bidang Pondok Pesantren Kanwil Kemenag Sulsel, Muhammad Yunus, menegaskan bahwa proses penilaian dilakukan secara profesional oleh tim juri lintas sektor. Hal ini untuk menjamin objektivitas dan akuntabilitas hasil yang dicapai oleh pesantren-pesantren tersebut.
Advertisement
Advertisement
Mewujudkan Lingkungan Pesantren Ramah Anak
Muhammad Yunus menjelaskan bahwa konsep pesantren ramah anak adalah lingkungan yang aman, sehat, dan peduli terhadap hak-hak anak. Ini mencakup perlindungan dari kekerasan, diskriminasi, serta perlakuan salah lainnya yang mungkin terjadi di lingkungan pendidikan.
Tujuan utama dari program Pesantren Ramah Anak adalah menciptakan suasana yang nyaman dan inklusif bagi para santri. Dengan demikian, anak-anak dapat merasa aman dan didukung penuh untuk tumbuh kembang secara optimal, baik dari segi rohani, jasmani, maupun sosial.
Program penting ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah melalui berbagai inisiatif yang diluncurkan oleh Kementerian Agama. Selain itu, kolaborasi erat dengan lembaga internasional seperti UNICEF juga menjadi pilar utama dalam implementasi program ini di berbagai daerah.
Advertisement
Ketua Panitia LP2M UIN Alauddin Makassar, Rosmini, menambahkan bahwa penghargaan Pesantren Ramah Anak Sulawesi Selatan menjadi ajang pembelajaran berharga. Ini mendorong semua pihak untuk terus membenahi dan memperbaiki pengelolaan pondok pesantren demi masa depan santri yang lebih baik.
Advertisement
Proses Seleksi dan Daftar Pesantren Terbaik
Proses seleksi untuk menentukan Pesantren Ramah Anak terbaik di Sulsel berlangsung ketat dan berjenjang. Dari total 73 pesantren yang mendaftar, panitia melakukan penyaringan awal hingga menghasilkan 15 kandidat yang memenuhi kriteria dasar.
Selanjutnya, jumlah kandidat mengerucut menjadi 11 pesantren yang lolos ke tahap berikutnya, sebelum akhirnya ditetapkan tujuh pesantren terbaik. Ketujuh pesantren ini dianggap paling memenuhi indikator-indikator ketat yang telah ditetapkan sebagai Pesantren Ramah Anak.
Rosmini menegaskan bahwa seluruh pesantren yang menerima penghargaan telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan secara komprehensif. Oleh karena itu, mereka layak menjadi contoh dan inspirasi bagi pesantren lainnya dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan mendukung tumbuh kembang santri.
Advertisement
- Pesantren Sultan Hasanuddin Gowa meraih kategori kebijakan dan regulasi terbaik.
- Pesantren Al Ikhlas Addary DDI Barru diakui untuk kategori lingkungan asri.
- Kategori pengasuhan terbaik jatuh kepada Al Ikhlas Ujung Bone.
- Pesantren Babul Khaer Bulukumba menjadi terbaik dengan kategori partisipasi santri.
- Inovasi terbaik berhasil diraih oleh Pesantren IMMIM Putra Makassar.
- Pesantren As'adiyah Sengkang, Wajo, mendapatkan penghargaan untuk kategori kemitraan terbaik.
- Pesantren Ummul Mukminin Aisyiyah Makassar dinobatkan sebagai terbaik pertama, unggul dalam berbagai aspek seperti kebijakan, pengasuhan, lingkungan, hingga inovasi.
Sumber: AntaraNews