PSIM Kalahkan Bhayangkara FC 1-0 di Sultan Agung, Laskar Mataram Amankan Poin Penuh

PSIM Yogyakarta berhasil mengamankan tiga poin penting setelah sukses mengalahkan Bhayangkara FC dengan skor tipis 1-0 dalam laga lanjutan BRI Super League 2025/2026. Kemenangan PSIM ini diraih berkat gol tunggal Rahmatshoh Rahmatzoda.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
PSIM Kalahkan Bhayangkara FC 1-0 di Sultan Agung, Laskar Mataram Amankan Poin Penuh
PSIM Yogyakarta berhasil mengamankan tiga poin penting setelah sukses mengalahkan Bhayangkara FC dengan skor tipis 1-0 dalam laga lanjutan BRI Super League 2025/2026. Kemenangan PSIM ini diraih berkat gol tunggal Rahmatshoh Rahmatzoda. (AntaraNews)

PSIM Yogyakarta berhasil meraih kemenangan tipis 1-0 atas Bhayangkara Presisi Lampung FC dalam pertandingan pekan ke-13 BRI Super League 2025/2026. Laga sengit ini berlangsung di Stadion Sultan Agung, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Sabtu (22/11).

Kemenangan Laskar Mataram ini ditentukan oleh gol tunggal dari Rahmatshoh Rahmatzoda pada babak pertama. Hasil ini menambah koleksi poin PSIM di klasemen sementara liga, sekaligus menunjukkan performa agresif mereka di kandang.

Pertandingan tersebut menampilkan jual beli serangan dari kedua tim, namun PSIM mampu memanfaatkan peluang emas yang tercipta. Bhayangkara FC, meski berusaha keras, gagal menembus pertahanan solid PSIM dan performa gemilang kiper tuan rumah.

Dominasi Babak Pertama dan Gol Pembuka PSIM

Sejak peluit awal dibunyikan, PSIM Yogyakarta langsung tampil agresif dan berinisiatif menekan pertahanan Bhayangkara Presisi Lampung FC. Laskar Mataram menunjukkan determinasi tinggi untuk menciptakan peluang berbahaya di area lawan.

Peluang pertama yang mengancam gawang Bhayangkara datang pada menit keempat melalui Nermin Haljeta, yang menerima umpan matang dari Norberto Ezequiel Vidal. Sayangnya, sepakan Haljeta dari jarak dekat masih dapat diantisipasi dengan baik oleh kiper Aqil Savik.

Dominasi PSIM terus berlanjut, dan pada menit ke-16, Rio Hardiawan melakukan aksi individu menawan dari tengah lapangan. Ia berhasil berhadapan langsung dengan Aqil Savik, namun tendangannya masih mampu dipatahkan oleh penjaga gawang Bhayangkara.

Ancaman serius kembali terjadi pada menit ke-34 saat Jose Pedro Magalhaes Valente melepaskan sepakan jarak jauh yang sayangnya membentur mistar gawang. Empat menit berselang, PSIM akhirnya berhasil memecah kebuntuan melalui Rahmatshoh Rahmatzoda. Rahmatshoh yang lolos dari kawalan, menerima umpan dari Fahreza Sudin dan melepaskan tendangan mendatar yang tak mampu dijangkau Aqil Savik, mengubah skor menjadi 1-0 untuk keunggulan PSIM hingga jeda turun minum.

Perlawanan Bhayangkara di Babak Kedua dan Penyelamatan Gemilang Cahya

Memasuki babak kedua, Bhayangkara FC meningkatkan intensitas serangan mereka secara signifikan, berupaya keras untuk mengejar ketertinggalan satu gol. Tim tamu mulai bermain lebih agresif dan menekan pertahanan PSIM.

Meskipun demikian, PSIM tetap memberikan ancaman melalui serangan balik cepat. Pada menit ke-66, Ezequiel Vidal mencoba peruntungan dengan melepaskan tendangan jarak jauh, namun bola masih melenceng tipis dari sasaran.

Satu menit kemudian, giliran Bhayangkara yang mengancam melalui Ilija Spasojevic, tetapi kiper PSIM, Cahya Supriadi, tampil sigap dan melakukan penyelamatan penting. Cahya kembali menunjukkan performa gemilangnya saat menepis sepakan keras Sani Rizky pada pertengahan babak kedua, menjaga keunggulan timnya.

Hingga peluit panjang dibunyikan, tidak ada gol tambahan yang tercipta. PSIM Yogyakarta berhasil mempertahankan keunggulan tipis 1-0 atas Bhayangkara FC, mengamankan tiga poin di kandang sendiri berkat pertahanan yang solid dan penampilan apik kipernya.

Evaluasi Pelatih PSIM: Kontrol Permainan dan Pujian untuk Cahya Supriadi

Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel, memberikan penilaian positif terhadap penampilan timnya, terutama pada babak pertama. Ia menyebut anak asuhnya mampu mengontrol permainan dan menciptakan sejumlah peluang sebelum akhirnya unggul lewat gol Rahmatshoh.

Van Gastel menjelaskan, "Saya pikir untuk pertandingan kali ini bagus dan kita kontrol permainan. Di babak pertama kita unggul 1-0 dan kemudian di babak kedua lawan lebih agresif lagi dan permainannya jadi lebih berbahaya." Ia juga menambahkan bahwa PSIM telah menunjukkan perkembangan dalam membangun serangan dan pergerakan di area pertahanan lawan.

Secara khusus, pelatih asal Belanda itu memuji performa penjaga gawang Cahya Supriadi yang tampil lebih stabil dibandingkan laga sebelumnya. Van Gastel menyadari bahwa situasi pada babak kedua cukup sulit karena Bhayangkara tampil lebih agresif, namun serangan lawan dapat diredam berkat permainan apik Cahya. "Memang sangat sulit memblokade peluang-peluang yang ada, tapi ya kita bisa lihat bahwasanya hari ini Cahya juga bisa main bagus begitu," tuturnya.

Tanggapan Pelatih Bhayangkara: Rencana Terjalankan, Kiper Lawan Terlalu Impresif

Di sisi lain, Pelatih Bhayangkara FC, Paul Munster, menilai timnya sudah menjalankan rencana permainan yang telah disiapkan. Menurutnya, para pemainnya berusaha menekan sejak babak kedua meskipun tidak mampu menyamakan kedudukan.

Munster menyatakan bahwa kegagalan timnya menyamakan kedudukan disebabkan oleh performa impresif penjaga gawang PSIM. "Kita sudah latihan, kita sudah punya 'game plan' terus kita kebobolan babak pertama. Babak kedua, pemain kita udah 'push' semua. Kita menciptakan beberapa peluang dan pemain terbaik dari PSIM untuk 'goalkeeper'," ujar Munster.

Ia mengakui bahwa meskipun timnya menciptakan beberapa peluang, kiper PSIM menjadi tembok penghalang yang sulit ditembus. Hasil ini menjadi evaluasi bagi Bhayangkara FC untuk pertandingan selanjutnya.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi