Yayasan Keluarga Kita bersama Sekolah Murid Merdeka (SMM) sukses menyelenggarakan kegiatan "Main Sama Bapak" di Yogyakarta. Acara ini bertujuan mendorong keterlibatan para ayah dalam pengasuhan anak melalui berbagai permainan interaktif yang menyenangkan.
Kegiatan tersebut berlangsung pada Minggu, 16 November, di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gajah Mada (UGM). Acara ini mengusung tema "Kotak Rahasia Bapak" dan diselenggarakan dalam rangka peringatan Hari Ayah Nasional.
Inisiatif ini dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada ayah mengenai pentingnya peran aktif mereka. Berbagai aktivitas kejutan disiapkan untuk mempererat hubungan antara ayah dan anak.
Advertisement
Advertisement
Direktur Keluarga Kita, Siti Nur Andini, menjelaskan bahwa "Main Sama Bapak" merupakan inisiatif yang lahir dari keinginan kuat untuk mendorong keterlibatan ayah dalam pengasuhan. Berbagai riset telah membuktikan bahwa kehadiran aktif ayah memiliki dampak signifikan.
Keterlibatan ayah secara konsisten dapat mendukung optimalisasi capaian perkembangan anak. Selain itu, hal ini juga terbukti mampu meningkatkan kepercayaan diri anak serta meminimalkan risiko perilaku negatif pada masa remaja mereka.
Siti Nur Andini menegaskan, "Hasil data menunjukkan bahwa keterlibatan bapak di pengasuhan akan mendorong optimalisasi capaian anak dan meminimalisasi pelaku negatif di usia remaja serta meningkatkan kepercayaan diri anak." Pernyataan ini menggarisbawahi urgensi peran ayah.
Advertisement
Pendekatan bermain dipilih karena dinilai sebagai cara paling mudah untuk menarik partisipasi ayah. Melalui permainan, manfaat belajar dapat sekaligus diperoleh oleh anak-anak.
Advertisement
Permainan interaktif menjadi jembatan efektif untuk mengeratkan hubungan antara anak dan orang tua. Interaksi yang menyenangkan selama bermain menciptakan koneksi emosional yang lebih kuat di antara mereka.
Setiap permainan dalam program "Main Sama Bapak" telah dirancang secara cermat untuk menstimulasi berbagai aspek perkembangan anak. Ini termasuk stimulasi perkembangan bahasa, motorik, serta sosial emosional.
Melalui kegiatan ini, anak-anak dapat belajar sambil bersenang-senang, menjadikan proses pengasuhan lebih efektif. Manfaat ini diharapkan dapat terus dipraktikkan di rumah oleh para ayah.
Advertisement
Program "Main Sama Bapak" sendiri telah berjalan sejak tahun 2022. Tahun ini, kegiatan serupa diselenggarakan di lima kota besar di Indonesia, yaitu Palembang, Yogyakarta, Makassar, Manado, dan Semarang.
Advertisement
Salah satu peserta, Mahfud, mengungkapkan keikutsertaannya didasari oleh kesadaran akan pentingnya kehadiran ayah. Ia menyoroti data BKKBN yang menyebutkan bahwa 80 persen anak di Indonesia mengalami kasus 'fatherless'.
Mahfud tidak ingin anaknya mengalami hal serupa, sehingga ia aktif mencari cara untuk meningkatkan keterlibatan dalam pengasuhan. Kesibukan pekerjaan seringkali menjadi kendala utama bagi para ayah.
Ia menambahkan, "Kadang pulang malam, anak sudah tidur padahal yang paling diperlukan anak itu kehadiran bapaknya, bukan hadiah atau apa." Kegiatan seperti "Main Sama Bapak" dapat menjadi pemantik ide aktivitas di rumah.
Advertisement
Siti Nur Andini berharap kegiatan ini memberikan pengalaman langsung bagi ayah mengenai pentingnya tumbuh kembang anak. Keluarga Kita juga menyediakan "Me Time Ibu" sebagai ruang berbagi cerita dan dukungan bagi para ibu.
Sumber: AntaraNews