BPBD Sebut Sebagian Besar Wilayah Kota Tangerang Berpotensi Banjir Rendah, Warga Diminta Waspada

BPBD Kota Tangerang mengumumkan sebagian besar wilayahnya berpotensi banjir rendah, namun warga tetap diimbau waspada terhadap cuaca ekstrem yang diprediksi terjadi pada akhir November.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
BPBD Sebut Sebagian Besar Wilayah Kota Tangerang Berpotensi Banjir Rendah, Warga Diminta Waspada
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang menyatakan sebagian besar wilayahnya memiliki potensi banjir rendah, namun tetap mengimbau warga waspada terhadap cuaca ekstrem dan peningkatan curah hujan. (AntaraNews)

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang menyatakan sebagian besar wilayahnya kini masuk kategori potensi banjir rendah. Pernyataan ini disampaikan seiring adanya peningkatan curah hujan signifikan yang terjadi di pertengahan bulan November.

Meski demikian, BPBD tetap mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi genangan. Kondisi ini dapat terjadi apabila intensitas hujan sedang hingga tinggi mengguyur wilayah dengan kapasitas drainase terbatas.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, menjelaskan bahwa imbauan kesiapsiagaan telah dikeluarkan. Hal ini dilakukan guna mengantisipasi berbagai kondisi, terutama potensi banjir yang mungkin timbul.

Wilayah dengan Potensi Banjir Rendah dan Peringatan Cuaca Ekstrem

Sebaran wilayah di Kota Tangerang yang diidentifikasi memiliki potensi banjir rendah meliputi beberapa kecamatan. Kecamatan tersebut antara lain Batuceper, Cibodas, Ciledug, Cipondong, Jatiuwung, Karang Tengah, Karawaci, Larangan, Pinang, dan Tangerang. Meskipun demikian, potensi genangan tetap ada jika hujan lebat terjadi dengan intensitas tinggi. Hal ini terutama di kawasan yang memiliki keterbatasan kapasitas drainase.

Mahdiar menambahkan bahwa Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah merilis informasi penting. Info tersebut terkait peningkatan curah hujan yang mulai terjadi sejak pertengahan November. Oleh karena itu, kesiapsiagaan masyarakat sangat diperlukan untuk menghadapi potensi banjir.

Cuaca ekstrem diprediksi akan melanda pada Dasarian II dan III November 2025. Puncak potensi cuaca ekstrem ini diperkirakan terjadi antara tanggal 20 hingga 24 November 2025. Dua wilayah yang berpotensi mengalami dampak lebih signifikan adalah Kecamatan Ciledug dan Larangan. Di sana, hujan lebat, angin kencang, dan potensi petir diprediksi akan lebih sering terjadi.

Imbauan Kesiapsiagaan dan Peran Masyarakat dalam Mitigasi

Pemerintah Kota Tangerang secara tegas mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap waspada. Kewaspadaan ini penting terhadap perubahan cuaca yang dinamis dan tak menentu. Masyarakat juga diminta memastikan kondisi lingkungan tetap bersih dari sampah. Kebersihan lingkungan ini menjadi kunci utama dalam mencegah penyumbatan saluran air.

Terutama, saluran air dan drainase harus bebas dari sumbatan agar aliran air lancar. Langkah kesiapsiagaan ini dinilai krusial untuk meminimalkan dampak buruk cuaca ekstrem. Hal ini termasuk potensi banjir dan genangan yang mungkin timbul di berbagai titik. Oleh karena itu, partisipasi aktif masyarakat sangat diharapkan.

Pemerintah daerah menegaskan komitmennya dalam memantau perkembangan cuaca secara berkelanjutan. Informasi terbaru akan selalu disampaikan melalui kanal resmi. Masyarakat juga diminta menghindari aktivitas di luar ruangan saat hujan lebat.

"Masyarakat juga diminta menghindari aktivitas di luar ruangan saat terjadi hujan lebat, serta segera melapor ke petugas apabila menemukan potensi bahaya di lingkungan sekitar," kata Mahdiar. Pelaporan cepat dapat membantu penanganan dini potensi bahaya dan meminimalkan risiko.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi