Kepala BRIN Paparkan Peran Vital Kebun Raya dalam Pelestarian Biodiversitas Indonesia

Kepala BRIN Arif Satria menekankan empat fungsi strategis Kebun Raya untuk melestarikan keanekaragaman hayati Indonesia dan mengatasi ancaman kepunahan, sekaligus mendorong inovasi.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Kepala BRIN Paparkan Peran Vital Kebun Raya dalam Pelestarian Biodiversitas Indonesia
Kepala BRIN Arif Satria menekankan empat fungsi strategis Kebun Raya untuk melestarikan keanekaragaman hayati Indonesia dan mengatasi ancaman kepunahan, sekaligus mendorong inovasi. (AntaraNews)

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria, baru-baru ini menyoroti peran krusial kebun raya dalam menjaga kelestarian keanekaragaman hayati di Indonesia. Pernyataan ini disampaikan Arif di Jakarta pada Minggu, 16 November, menekankan pentingnya institusi ini sebagai benteng alami.

Arif Satria menggarisbawahi empat fungsi strategis utama kebun raya yang harus terus diperkuat. Fungsi-fungsi tersebut mencakup pusat pendidikan dan penelitian, lokasi koleksi keanekaragaman genetik, destinasi wisata edukatif, serta sumber kesejahteraan masyarakat lokal. Peran ini diharapkan mampu menghadapi ancaman serius terhadap hilangnya biodiversitas di Tanah Air.

Untuk mewujudkan potensi penuh tersebut, Arif menegaskan perlunya terobosan dan pendekatan baru. "Perspektif tersebut harus terus kita perkuat, namun kita harus berani memulai untuk future practice. Dengan future practice berarti kita memulai hal-hal baru karena kekuatannya adalah pada kreativitas, kekuatan adalah pada imajinasi," ujarnya, mendorong inovasi bagi para pengelola kebun raya.

Empat Fungsi Strategis Kebun Raya dan Inovasi Masa Depan

Pengelola kebun raya didorong untuk terus berinovasi agar fungsi-fungsi esensialnya dapat terwujud secara optimal. Salah satu fokus utama adalah penguatan kebun raya sebagai pusat pendidikan dan penelitian. Ini berarti kebun raya harus menjadi laboratorium hidup yang mendukung riset ilmiah dan pengembangan pengetahuan tentang flora Indonesia.

Selain itu, Arif Satria menekankan pentingnya kebun raya sebagai lokasi koleksi keanekaragaman genetik yang terhubung dengan fasilitas lain. Koleksi ini menjadi bank genetik alami yang vital untuk konservasi spesies langka dan terancam punah. Integrasi dengan jaringan konservasi nasional akan memperkuat upaya pelestarian ini.

Kebun raya juga memiliki peran signifikan sebagai destinasi pariwisata edukatif. Arif menjelaskan bahwa yang dijual adalah environmental service, seperti keindahan alam dan produksi oksigen. "Kebun raya sebagai paru-paru kota, paru-paru daerah, dan kemampuannya untuk menyerap karbon," katanya, menyoroti kontribusi ekologisnya yang luas.

Terakhir, fungsi kebun raya sebagai sumber kesejahteraan masyarakat tidak kalah penting. Melalui aktivitas ekonomi berbasis budaya dan lingkungan, kebun raya dapat memberdayakan komunitas sekitar. Ini menciptakan simbiosis mutualisme antara pelestarian alam dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Kebun Raya sebagai Penggerak Pembangunan Berkelanjutan

Arif Satria menegaskan bahwa peran kebun raya tidak boleh berhenti pada upaya preservasi semata. Kebun raya harus menjadi penggerak aktif dalam pemanfaatan sumber daya tumbuhan Indonesia. Hal ini mencakup penguatan jejaring konservasi yang lebih luas untuk mendukung agenda pembangunan berkelanjutan di seluruh negeri.

Lebih lanjut, Arif juga mengemukakan gagasan untuk menginspirasi tumbuhnya community-based botanical garden. "Bisa saja suatu saat BRIN menginisiasi beberapa pilot project untuk mini botanical garden," ungkapnya, menunjukkan visi untuk melibatkan komunitas lokal dalam upaya konservasi kebun raya.

Deputi Pemanfaatan Riset dan Inovasi BRIN, R. Hendrian, menambahkan bahwa kebun raya merupakan bagian integral dari ekosistem riset nasional. Pembangunan kebun raya harus selaras dengan agenda pembangunan berkelanjutan dan mampu memanfaatkan hasil riset untuk menjawab tantangan di tingkat daerah maupun nasional.

Hendrian menekankan bahwa kebun raya dan upaya konservasi tumbuhan harus dilihat dari perspektif yang lebih luas. "Kebun raya harus terhubung dengan isu-isu strategis dari realitas keseharian kita, sehingga memiliki pemaknaan yang lebih dalam dan peran yang lebih kontributif," tuturnya, menggarisbawahi relevansi kebun raya dalam konteks isu-isu kontemporer seperti perubahan iklim.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi