Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menyatakan dukungannya terhadap penguatan bisnis radio di Indonesia. Langkah ini diambil mengingat peran krusial radio dalam mendistribusikan konten kreatif dan mendorong pengembangan usaha ekonomi kreatif di berbagai daerah. Inisiatif ini diharapkan dapat menjaga relevansi radio di tengah lanskap media yang terus berubah.
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menyoroti potensi besar radio dengan jumlah pendengar mencapai 16 juta orang di sepuluh kota besar. Menurutnya, radio bukan lagi sekadar medium tradisional, melainkan bagian integral dari ekonomi kreatif yang harus berinovasi. Dukungan ini bertujuan agar radio mampu mengembangkan model bisnis baru yang adaptif di era digital.
Komitmen Kemenparekraf juga terlihat dari upaya memfasilitasi kemitraan strategis dan regulasi pendukung bagi industri penyiaran nasional. Hal ini sejalan dengan data Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI) yang mencatat belanja iklan di radio sekitar Rp750 miliar per tahun, menunjukkan potensi pertumbuhan bisnis yang signifikan.
Advertisement
Advertisement
Radio sebagai Pilar Ekonomi Kreatif dan Dukungan Pemerintah
Radio telah lama dikenal sebagai medium informasi dan hiburan yang menjangkau berbagai lapisan masyarakat. Kini, perannya meluas sebagai sarana penting untuk pelestarian budaya, promosi kesenian lokal, serta ruang edukasi publik. Kementerian Ekonomi Kreatif melihat potensi ini sebagai pendorong utama dalam ekosistem ekonomi kreatif nasional.
Teuku Riefky Harsya menegaskan bahwa, "Radio tidak lagi dipandang sebagai medium tradisional, tetapi bagian penting dari ekonomi kreatif yang harus mampu mengembangkan model bisnis baru di era digital." Pernyataan ini menggarisbawahi urgensi inovasi bagi para pelaku usaha radio. Pemerintah bertekad untuk memastikan industri ini tetap relevan dan berdaya saing.
Kemenparekraf secara aktif berkomitmen mendukung penguatan industri radio melalui berbagai kebijakan. Dukungan ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dari daerah, mengingat jangkauan radio yang luas hingga ke pelosok. Fasilitasi kemitraan strategis juga menjadi fokus utama untuk menciptakan ekosistem yang kondusif.
Advertisement
Advertisement
Menghadapi Tantangan Digitalisasi Melalui Kolaborasi
Kehadiran platform digital dan media sosial telah membawa tantangan besar bagi bisnis radio, terutama dalam hal pengalihan belanja iklan. Pergeseran ini menuntut para pelaku industri radio untuk beradaptasi dan mencari strategi baru agar tetap kompetitif. Transformasi digital menjadi keniscayaan yang harus dihadapi dengan sigap.
Ketua PRSSNI, M Rafik, menekankan pentingnya respons cepat dari pelaku usaha radio dalam menghadapi perubahan ini. Ia menyatakan, "Kolaborasi adalah kunci. Bersama saja belum tentu mudah, apalagi jika berjalan sendiri. Tapi dengan sinergi antar stasiun radio, asosiasi, dan pelaku kreatif, kita bisa menjadikan radio sebagai kekuatan ekonomi baru." Pesan ini menyoroti urgensi kerja sama lintas pihak.
Guna membahas tantangan dan peluang ini, PRSSNI bersama Forum Diskusi Radio (FDR) menyelenggarakan Radio Summit XVII di Jakarta Pusat pada 15 November 2025. Pertemuan bertajuk "Radio Is Not Just A Vibe, It’s A Business" ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan. Acara ini diharapkan menjadi wadah untuk merumuskan langkah-langkah strategis ke depan.
Advertisement
Advertisement
Harapan Kebangkitan Industri Radio Nasional
Deputi Bidang Kreativitas Media Kementerian Ekonomi Kreatif, Agustini Rahayu, mengungkapkan harapannya agar Radio Summit 2025 dapat menjadi momentum kebangkitan bisnis radio nasional. Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi. Tujuannya adalah agar industri radio tetap relevan, tangguh, dan mampu beradaptasi di era digital yang dinamis.
Radio memiliki sejarah panjang dalam perjalanan bangsa, tidak hanya sebagai medium informasi tetapi juga sarana komunikasi darurat saat krisis. Fungsi multifungsi ini menunjukkan betapa vitalnya peran radio dalam masyarakat. Oleh karena itu, menjaga kelangsungan dan pengembangannya menjadi prioritas.
Dukungan dari pemerintah dan inisiatif dari asosiasi industri diharapkan mampu menciptakan ekosistem yang lebih kuat. Dengan adaptasi model bisnis baru dan pemanfaatan teknologi, industri radio memiliki potensi besar untuk terus tumbuh. Kolaborasi yang solid akan menjadi fondasi utama untuk mencapai tujuan tersebut.
Advertisement
Sumber: AntaraNews