Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) sukses mencatat pembiayaan senilai Rp5,3 miliar dalam ajang Islamic Creative Economy Founders Fund (ICEFF) 2025. Gelaran ini berlangsung di Surabaya dan menarik perhatian banyak pihak. Keberhasilan ini menegaskan komitmen pemerintah dalam mengembangkan sektor ekonomi kreatif.
Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya, menyatakan bahwa program tersebut merupakan inisiatif strategis. Tujuannya adalah memperkuat ekosistem Pembiayaan Ekraf Syariah yang lebih inklusif dan berkelanjutan di Indonesia. Sebanyak 50 pelaku ekraf dari beragam subsektor turut serta dalam kegiatan ini.
Kegiatan ICEFF 2025 ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem ekonomi kreatif yang kuat. Selain itu, program ini juga bertujuan memperkuat semangat kewirausahaan syariah melalui kolaborasi lintas sektor. Ini menjadi langkah nyata untuk memajukan ekonomi berbasis nilai-nilai Islam.
Advertisement
Advertisement
Perkuat Ekosistem Pembiayaan Ekraf Syariah Inklusif
Menteri Teuku Riefky Harsya menegaskan pentingnya kegiatan semacam ini. "Kegiatan seperti ini sangat penting untuk memperkuat pembiayaan kreatif berbasis nilai syariah," ujarnya melalui keterangan resmi. Beliau menambahkan bahwa ekonomi kreatif bukan hanya tentang bisnis semata.
Lebih lanjut, Teuku Riefky menjelaskan bahwa sektor ini juga berkaitan dengan keberlanjutan. Ini mencakup nilai-nilai luhur dan keberkahan yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat. Inisiatif ICEFF 2025 menjadi fondasi penting bagi pengembangan Pembiayaan Ekraf Syariah.
Program ini dirancang untuk memastikan pelaku ekonomi kreatif mendapatkan akses pembiayaan yang sesuai. Hal ini sejalan dengan prinsip-prinsip syariah yang mengedepankan keadilan dan kebermanfaatan. Dengan demikian, ekosistem ekonomi kreatif dapat tumbuh secara sehat dan beretika.
Advertisement
Advertisement
Proyeksi Pertumbuhan Sektor Ekonomi Kreatif Nasional
Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif, Cecep Rukendi, menyoroti peran kunci penguatan pembiayaan syariah. Menurutnya, hal ini vital dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif nasional. Sektor ini menunjukkan potensi besar untuk terus berkembang di masa depan.
Cecep memaparkan data proyeksi yang menjanjikan. "Jumlah tenaga kerja di sektor ekonomi kreatif pada 2024 mencapai 26,5 juta orang dan diharapkan meningkat menjadi 27,7 juta pada 2029," ungkap Cecep. Investasi di sektor ini juga menunjukkan tren positif yang signifikan.
Investasi diproyeksikan naik dari Rp138,4 triliun pada 2024 menjadi Rp183,7 triliun pada 2029. Cecep menambahkan bahwa ekosistem kreatif berbasis etika dan keadilan memiliki potensi besar. Ini akan memperkuat daya saing Indonesia di tingkat global.
Advertisement
Advertisement
ICEFF sebagai Momentum Kolaborasi dan Pembinaan Pelaku Kreatif
Direktur Pengembangan Akses Pendanaan, Pembiayaan, dan Investasi, Anggaran Hayun Anujuprana, menekankan strategisnya kegiatan ICEFF. Ia menyatakan bahwa ini adalah momentum untuk memperkuat kolaborasi. Kolaborasi antara pelaku kreatif dan lembaga Pembiayaan Ekraf Syariah sangat krusial.
"Kami berharap program ini dapat membuka peluang pembiayaan yang lebih luas bagi pelaku ekonomi kreatif," ujar Anggaran. Terutama, program ini menyasar mereka yang berbasis nilai syariah. Melalui ICEFF, dukungan tepat dari lembaga keuangan diharapkan dapat membantu pelaku kreatif berkembang.
Kegiatan ICEFF di Surabaya melibatkan pelaku ekraf dari berbagai subsektor. Ini termasuk kuliner, kriya, fesyen, aplikasi, animasi, dan desain produk. Para peserta menerima pendampingan dari mentor profesional dan berkesempatan mempresentasikan ide bisnis mereka.
Advertisement
Selama tiga hari, peserta dibimbing oleh mentor dari Young Entrepreneur Academy (YEA). Pembekalan pra-pitching dan pendampingan selama pitching diberikan secara intensif. Ini memastikan mereka siap menghadapi lembaga pembiayaan syariah.
Sumber: AntaraNews