Dinkes Manggarai Imbau Rutin Pemeriksaan Kehamilan Antisipasi Kematian Bayi dan Ibu

Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai mengimbau ibu hamil untuk rutin melakukan pemeriksaan kehamilan sejak dini guna mengantisipasi peningkatan kasus kematian bayi dan ibu di wilayah tersebut.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Dinkes Manggarai Imbau Rutin Pemeriksaan Kehamilan Antisipasi Kematian Bayi dan Ibu
Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai mengimbau ibu hamil untuk rutin melakukan pemeriksaan kehamilan sejak dini guna mengantisipasi peningkatan kasus kematian bayi dan ibu di wilayah tersebut. (AntaraNews)

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), gencar mengimbau para ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan rutin terhadap janinnya. Imbauan ini bertujuan untuk mengantisipasi dan menekan angka kasus kematian bayi serta ibu yang cenderung meningkat di wilayah tersebut.

Pemeriksaan kehamilan secara teratur sangat krusial, dimulai sejak bulan pertama kehamilan hingga proses persalinan. Fasilitas kesehatan seperti puskesmas, bidan, atau dokter di seluruh Manggarai siap melayani pemeriksaan ini, memastikan setiap ibu mendapatkan perhatian medis yang diperlukan.

Langkah proaktif ini diambil menyusul data yang menunjukkan peningkatan kasus kematian ibu dan bayi dalam beberapa tahun terakhir. Dengan pemeriksaan dini dan rutin, diharapkan faktor risiko dapat terdeteksi dan ditangani sesegera mungkin, demi keselamatan ibu dan buah hati.

Peningkatan Kasus Kematian Ibu dan Bayi di Manggarai

Data dari Dinkes Kabupaten Manggarai menunjukkan tren peningkatan kasus kematian ibu dan bayi yang mengkhawatirkan. Pada tahun 2023, tercatat 12 kasus kematian ibu, angka ini meningkat menjadi 14 kasus pada tahun 2024, dan hingga September 2025 sudah mencapai empat kasus.

Situasi serupa terjadi pada angka kematian bayi, dengan 89 kasus pada tahun 2023, melonjak menjadi 96 kasus di tahun 2024, dan hingga September 2025 telah mencapai 80 kasus. Angka-angka ini menjadi dasar kuat bagi Dinkes untuk memperketat imbauan dan program pencegahan.

Kepala Dinkes Kabupaten Manggarai, Jefrin Haryanto, menekankan pentingnya pemeriksaan ini. "Secara teratur melakukan pemeriksaan kehamilan, sekurang-kurangnya enam kali selama masa kehamilan dan USG oleh dokter minimal dua kali selama kehamilan," ujarnya, menggarisbawahi standar minimal pemeriksaan yang harus dipenuhi.

Pentingnya Asupan Gizi dan Pola Hidup Sehat Ibu Hamil

Selain pemeriksaan rutin, ibu hamil juga diwajibkan untuk memperhatikan asupan gizi yang seimbang dan pola hidup sehat. Nutrisi yang cukup sangat penting untuk pertumbuhan janin dan menjaga kesehatan ibu selama masa kehamilan.

Perawatan diri dan menjaga kebersihan lingkungan sehari-hari juga tidak kalah penting untuk melindungi ibu dari berbagai penyakit infeksi yang dapat membahayakan kehamilan. Ibu hamil juga diminta untuk menghindari aktivitas fisik yang terlalu berat atau berisiko.

Jefrin Haryanto juga mengingatkan ibu hamil agar menjaga pola istirahat yang cukup dan tidak lupa mengonsumsi tablet tambah darah serta multivitamin yang direkomendasikan. Dukungan dari suami, keluarga, atau orang terdekat juga sangat dibutuhkan selama masa kehamilan, persalinan, hingga menyusui.

Strategi Dinkes Manggarai dalam Pencegahan Kematian Maternal dan Neonatal

Dinas Kesehatan Manggarai juga menyoroti pentingnya perencanaan kehamilan yang matang, terutama bagi pasangan usia subur. Mereka diimbau untuk memperhatikan kondisi "4 Terlalu" yang dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan, yaitu Terlalu Muda (usia di bawah 20 tahun), Terlalu Tua (usia di atas 35 tahun), Terlalu Dekat (jarak kehamilan di bawah dua tahun), dan Terlalu Banyak (anak lebih dari tiga orang).

Sebagai upaya pencegahan, Dinkes Manggarai telah melakukan terobosan dengan pendampingan personal kepada ibu hamil oleh bidan penanggung jawab. Pendampingan ini dimulai sejak kontak pertama hingga ibu mendapatkan pelayanan Keluarga Berencana pada hari ke-42 setelah masa nifas atau pasca-melahirkan.

Apabila dalam proses pendampingan ibu hamil mengalami masalah atau risiko, akan dilakukan intervensi yang melibatkan lintas sektor terkait. Selain itu, Pemerintah Kabupaten Manggarai melalui Dinas Kesehatan juga menggandeng mitra, yakni MOMENTUM, dalam menerapkan Quality Improvement (QI) di puskesmas-puskesmas untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi