KSP Dukung Margono Djojohadikusumo Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional

Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari menyatakan bahwa pendiri BNI, RM Margono Djojohadikusumo, sangat layak dianugerahi gelar Pahlawan Nasional atas jasanya menegakkan kedaulatan ekonomi bangsa.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
KSP Dukung Margono Djojohadikusumo Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional
Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari menyatakan bahwa pendiri BNI, RM Margono Djojohadikusumo, sangat layak dianugerahi gelar Pahlawan Nasional atas jasanya menegakkan kedaulatan ekonomi bangsa. (AntaraNews)

Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari menyampaikan dukungan kuat agar RM Margono Djojohadikusumo, sosok penting di balik berdirinya Bank Negara Indonesia (BNI), dianugerahi gelar Pahlawan Nasional. Penilaian ini didasarkan pada kontribusi besar Margono dalam menegakkan kedaulatan ekonomi Indonesia melalui penerbitan Oeang Republik Indonesia (ORI).

Qodari menekankan bahwa Margono adalah 'Bapak Oeang Republik Indonesia' yang perannya sangat vital pada masa awal kemerdekaan. Bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, Qodari baru-baru ini berziarah ke makam RM Margono Djojohadikusumo di Desa Dawuhan, Kecamatan Banyumas, Jawa Tengah.

Kunjungan ini menjadi bentuk penghormatan terhadap jasa-jasa Margono yang tak hanya mendirikan BNI sebagai bank sentral pertama, tetapi juga menginisiasi penerbitan ORI. Langkah tersebut menjadi simbol nyata kedaulatan bangsa di tengah dominasi mata uang asing pascakemerdekaan, memperkuat fondasi ekonomi negara.

Peran Krusial Margono dalam Kedaulatan Ekonomi Bangsa

RM Margono Djojohadikusumo dikenal sebagai figur sentral dalam sejarah moneter Indonesia. Beliau adalah pendiri Bank Negara Indonesia (BNI) yang pada awal berdirinya memiliki fungsi ganda sebagai bank sentral.

Peran terpenting Margono adalah inisiatifnya dalam mengeluarkan Oeang Republik Indonesia (ORI). Keberadaan ORI menjadi penanda penting berdirinya Republik Indonesia, terutama saat mata uang Jepang dan Belanda masih beredar luas di masyarakat.

"Ketika uang Jepang dan Belanda masih beredar, Margono berinisiatif menghadirkan Oeang Republik Indonesia. Itu bukti nyata kedaulatan ekonomi bangsa," kata Qodari, menjelaskan betapa vitalnya langkah tersebut bagi kemandirian finansial negara.

Jasa-jasa Margono tidak hanya terbatas pada bidang moneter. Beliau juga berperan aktif dalam penguatan ekonomi rakyat, menunjukkan visi yang komprehensif untuk kesejahteraan bangsa.

Kontribusi Margono di Bidang Koperasi dan Sistem Ekonomi Nasional

Selain perannya di sektor perbankan dan moneter, Margono Djojohadikusumo juga memiliki jejak penting dalam pengembangan koperasi di tanah air. Beliau pernah menjabat sebagai Kepala Jawatan Koperasi dan secara aktif mendorong pertumbuhan gerakan koperasi di seluruh Indonesia.

Semangat ini, menurut Qodari, masih relevan hingga kini. "Kalau sekarang Presiden Prabowo Subianto menggerakkan koperasi rakyat, akar semangat itu sudah ada sejak kakeknya, Margono Djojohadikusumo," ujarnya, menyoroti kesinambungan perjuangan ekonomi.

Lebih lanjut, Margono juga tercatat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Agung (DPA) pertama Republik Indonesia. Posisi ini memberinya kesempatan untuk memberikan masukan strategis dalam pembentukan sistem ekonomi nasional yang kokoh.

"Jasa-jasa beliau luar biasa. Dengan kontribusi sebesar itu, hemat kami, beliau sangat layak dianugerahi gelar pahlawan nasional," tegas Qodari, menyoroti spektrum luas pengabdian Margono kepada negara.

Dukungan KSP dan Menteri PKP serta Jejak Keturunan Pejuang

Dukungan terhadap penganugerahan gelar Pahlawan Nasional untuk Margono Djojohadikusumo tidak hanya datang dari KSP. Menteri PKP Maruarar Sirait juga menyampaikan penghormatan atas jasa besar Margono dan perjuangan panjang keluarganya bagi bangsa Indonesia.

"Kami datang ke sini menghormati karier dan perjuangan beliau. Semoga beliau diterima di sisi Tuhan bersama para pahlawan bangsa," ujar Maruarar. Ia juga menyoroti silsilah Margono yang menunjukkan garis keturunan pejuang yang panjang, bahkan terkait dengan dinasti Mataram Islam.

Menurut Kiai Sukirman, juru kunci makam Dawuhan, Margono memiliki hubungan dengan Sultan Hamengkubuwono II, Paku Buwono III, dan Sultan Agung Mataram. "Jadi darah pejuang itu jelas mengalir kuat," kata Qodari, menggarisbawahi warisan heroik keluarga tersebut.

Maruarar Sirait menambahkan bahwa semangat perjuangan keluarga besar Margono terus hidup dalam diri para keturunannya, termasuk Presiden Prabowo Subianto. "Dari leluhur yang ikut berjuang bersama Pangeran Diponegoro hingga kini melahirkan generasi pemimpin yang berjuang untuk rakyat," pungkas Maruarar, mengaitkan perjuangan masa lalu dengan kepemimpinan masa kini.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi