Ribuan Vaksin IPV Rusak di Kepri Akibat Kelalaian Penyimpanan, Dinkes Pastikan Stok Aman

Sebanyak 2.000 vial vaksin IPV rusak di Kepri karena kesalahan penyimpanan oleh staf. Dinas Kesehatan Provinsi Kepri memastikan stok imunisasi polio anak aman dan pengganti segera dikirim.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Ribuan Vaksin IPV Rusak di Kepri Akibat Kelalaian Penyimpanan, Dinkes Pastikan Stok Aman
Sebanyak 2.000 vial vaksin IPV rusak di Kepri karena kesalahan penyimpanan oleh staf. Dinas Kesehatan Provinsi Kepri memastikan stok imunisasi polio anak aman dan pengganti segera dikirim. (AntaraNews)

Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengonfirmasi adanya kerusakan pada ribuan vial vaksin IPV (Inactivated Poliovirus Vaccine) yang disimpan di gudang mereka. Insiden ini terjadi akibat kesalahan prosedur dalam proses penyimpanan, yang menyebabkan 2.000 vial vaksin tidak dapat digunakan.

Kepala Dinkes Kepri, Mochammad Bisri, menjelaskan bahwa kerusakan vaksin IPV ini disebabkan oleh kelalaian staf dalam memahami kode penyimpanan yang benar. Vaksin suntik ini sangat penting untuk mencegah penyakit polio pada anak-anak, sehingga kejadian ini menimbulkan kekhawatiran publik.

Meskipun demikian, Bisri menegaskan bahwa kerusakan tersebut masih dalam batas toleransi yang ditetapkan, yakni sekitar 10 persen dari total persediaan. Pihak Dinkes Kepri juga telah melaporkan kejadian ini kepada Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI untuk penanganan lebih lanjut.

Kronologi dan Dampak Awal Kerusakan Vaksin IPV

Kerusakan ribuan vaksin IPV ini terungkap setelah beberapa hari kesalahan penyimpanan terjadi di Instalasi Farmasi Dinkes Kepri di Pulau Dompak. Vaksin IPV merupakan komponen krusial dalam program imunisasi nasional untuk melindungi generasi muda dari ancaman polio.

Mochammad Bisri secara langsung membenarkan adanya kelalaian yang dilakukan oleh stafnya. "Ada kelalaian staf kami saat melihat kode cara penyimpanan vaksin IPV, tapi ketahuannya setelah beberapa hari kemudian, sehingga vaksin jadi rusak," ujar Bisri di Tanjungpinang, Jumat.

Bisri menambahkan bahwa jumlah vaksin yang rusak, yaitu 2.000 vial, masih berada di bawah batas toleransi kerusakan yang ditetapkan. Indeks vaksin yang tidak bisa digunakan mencapai 10 persen, sementara batas toleransi kerusakan yang diizinkan adalah 15 persen. Hal ini menunjukkan bahwa dampak kerugian masih dapat dikelola.

Pihak Dinkes Kepri segera mengambil tindakan cepat untuk mengidentifikasi penyebab masalah ini. Evaluasi menyeluruh terhadap prosedur penyimpanan vaksin IPV akan dilakukan guna mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.

Jaminan Stok Vaksin dan Langkah Penanganan Selanjutnya

Meskipun terjadi kerusakan, Kepala Dinkes Kepri memastikan bahwa insiden ini tidak akan mengganggu ketersediaan stok vaksin polio untuk masyarakat. Stok vaksin polio di Kepri saat ini masih tersedia sebanyak 4.567 vial, jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan imunisasi anak selama empat bulan ke depan.

Laporan mengenai kerusakan vaksin IPV ini telah disampaikan kepada Kementerian Kesehatan RI, dan vaksin pengganti diharapkan segera dikirim. Hal ini menunjukkan koordinasi yang baik antara pemerintah daerah dan pusat dalam menjaga kelancaran program imunisasi.

Selain itu, Bisri juga mengungkapkan bahwa jatah pengiriman vaksin untuk Kepri pada tahun ini masih ada, sehingga pasokan akan tetap terjamin. Pihaknya berkomitmen untuk terus memantau dan memastikan kualitas persediaan vaksin, mulai dari proses pengiriman, penyimpanan, hingga pemakaian di lapangan.

Sebagai tindak lanjut, ribuan vaksin IPV yang rusak tersebut akan segera dimusnahkan sesuai dengan aturan dan prosedur yang berlaku. Langkah ini penting untuk mencegah penyalahgunaan dan memastikan keamanan publik terhadap vaksin yang tidak layak pakai.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi