Wakil Bupati Luwu, Muh Dhevy Bijak Pawindu, baru-baru ini menjanjikan bantuan pembangunan rumah layak huni (RLH) bagi warga yang terdampak angin kencang. Musibah ini terjadi di Kelurahan Lamasi, Kecamatan Lamasi, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Komitmen ini disampaikan setelah meninjau langsung lokasi kejadian.
Bantuan tersebut ditujukan kepada pasangan suami istri Suriadi dan Santi beserta lima orang anaknya, yang rumahnya roboh pada tanggal 2 November 2025. Peristiwa ini dipicu oleh cuaca ekstrem berupa hujan deras dan angin kencang. Pemerintah daerah melalui Dinas Perkim akan berupaya membantu proses pembangunan rumah tersebut.
Meskipun tidak ada korban jiwa, satu kepala keluarga (1 KK) harus mengungsi sementara di rumah kerabat akibat kerusakan parah. Muh Dhevy menekankan bahwa pemerintah daerah akan tetap hadir membantu masyarakat. Ia berharap rumah warga dapat segera dibangun kembali agar aktivitas dapat normal.
Advertisement
Advertisement
Komitmen Pemda Luwu untuk Korban Bencana
Wakil Bupati Luwu, Muh Dhevy Bijak Pawindu, menyatakan keprihatinannya yang mendalam atas musibah angin kencang yang menimpa warga di Kelurahan Lamasi. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan tinggal diam dalam menghadapi situasi sulit ini. "Kami turut prihatin atas musibah ini," ujar Muh Dhevy di Makassar, Rabu.
Pemerintah daerah, bekerja sama dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait seperti Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), akan mengupayakan pembangunan RLH korban angin kencang Luwu. Upaya ini merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah dalam memastikan kesejahteraan warganya. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban keluarga yang terdampak.
Musibah ini menimpa keluarga Suriadi dan Santi yang memiliki lima orang anak, menyebabkan rumah mereka roboh total. Kondisi ini memaksa mereka untuk mengungsi sementara waktu. Pemerintah berjanji untuk memberikan dukungan penuh agar keluarga tersebut dapat segera memiliki tempat tinggal yang layak kembali.
Advertisement
Advertisement
Proses dan Tahapan Bantuan Pembangunan RLH
Muh Dhevy menjelaskan bahwa meskipun komitmen bantuan telah diberikan, proses realisasi pembangunan RLH korban angin kencang Luwu memerlukan tahapan administrasi dan verifikasi data. Hal ini penting untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan sesuai dengan regulasi yang berlaku. Masyarakat diminta untuk bersabar selama proses ini berjalan.
"Kita berharap masyarakat bersabar. Pemerintah akan membantu, terutama bagi rumah yang berdiri di atas tanah milik sendiri," jelas Muh Dhevy. Setelah proses verifikasi data oleh Dinas Perkim selesai, Rencana Anggaran Biaya (RAB) akan segera dibuat. Tahap selanjutnya adalah memulai pembangunan rumah layak huni tersebut.
Prioritas diberikan kepada rumah yang berdiri di atas lahan milik pribadi untuk mempercepat proses. Pemerintah daerah berkomitmen untuk transparan dalam setiap tahapan. Langkah-langkah ini diambil untuk memastikan bahwa bantuan pembangunan RLH korban angin kencang Luwu dapat terealisasi secepat mungkin dan efektif.
Advertisement
Advertisement
Bantuan Darurat dan Harapan Pemulihan
Selain menjanjikan pembangunan RLH korban angin kencang Luwu, Wakil Bupati Luwu juga menyerahkan bantuan sementara kepada warga yang rumahnya rusak berat. Bantuan ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarga yang terdampak selama masa pengungsian. Ini merupakan langkah cepat pemerintah dalam merespons bencana.
Bantuan yang diserahkan meliputi matras, beras, tenda, family kit, kids ware, dan makanan siap saji. Item-item ini sangat penting untuk membantu keluarga Suriadi dan Santi menghadapi situasi darurat. Penyerahan bantuan ini menunjukkan kepedulian pemerintah terhadap kondisi warganya.
"Insya Allah, pemerintah daerah akan terus hadir membantu masyarakat," kata Muh Dhevy. Ia berharap agar rumah warga bisa segera dibangun kembali dan aktivitas kehidupan dapat kembali normal seperti sedia kala. Komitmen ini menjadi harapan besar bagi para korban bencana di Kelurahan Lamasi.
Advertisement
Sumber: AntaraNews