Ribuan Warga Terdampak Banjir Bima: Ratusan Rumah Terendam dan Fasilitas Umum Rusak

Banjir Bima melanda Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima, NTB, merendam ribuan rumah dan fasilitas umum. Simak detail dampak serta upaya penanganan darurat yang dilakukan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Ribuan Warga Terdampak Banjir Bima: Ratusan Rumah Terendam dan Fasilitas Umum Rusak
Banjir Bima melanda Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima, NTB, merendam ribuan rumah dan fasilitas umum. Simak detail dampak serta upaya penanganan darurat yang dilakukan. (AntaraNews)

Ribuan warga di Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), dilaporkan terdampak banjir akibat hujan lebat. Peristiwa ini terjadi pada Rabu (05/11) setelah intensitas hujan tinggi mengguyur wilayah tersebut sejak siang hari. Luapan air sungai yang tak mampu menampung debit air dari pegunungan menjadi pemicu utama bencana ini.

Banjir merendam ratusan rumah warga di Desa Monggo dan Desa Ncandi dengan ketinggian air bervariasi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima segera melakukan pendataan. Mereka juga berkoordinasi dengan pihak terkait untuk penanganan darurat.

Meskipun dampak kerugian material cukup signifikan, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam insiden ini. Saat ini, air mulai surut dan warga bersama aparat setempat bahu-membahu membersihkan lumpur. Upaya pemulihan terus dilakukan di area terdampak.

Dampak Meluas Banjir Bima di Dua Desa

Data sementara dari BPBD Kabupaten Bima menunjukkan dampak signifikan di Desa Monggo. Sebanyak 1.118 rumah atau 1.118 kepala keluarga dengan total 3.571 jiwa terdampak banjir. Ketinggian air di desa ini bervariasi antara 30 hingga 125 sentimeter, menyebabkan kerusakan parah.

Selain rumah warga, satu unit rumah di RT 01 Desa Monggo bahkan roboh pada bagian dapur sepanjang tujuh meter. Hal ini disebabkan oleh derasnya arus air yang menerjang pemukiman. Kerugian material akibat banjir Bima ini diperkirakan cukup besar.

Fasilitas umum juga tidak luput dari rendaman banjir. Tiga unit sekolah, yaitu SDN Monggo, TK Pembina, dan MIS Yasin Monggo, terendam. Puskesmas Pembantu (Pustu Monggo) dan musholla Al Ikhlas juga mengalami nasib serupa. Sekitar satu hektare lahan jagung milik warga turut terdampak, menambah kerugian ekonomi masyarakat.

Di Desa Ncandi, empat rumah warga dengan 13 jiwa terdampak banjir dengan ketinggian air serupa. Kantor desa setempat juga ikut terendam. Kejadian ini menunjukkan luasnya cakupan dampak banjir di wilayah Kecamatan Madapangga.

Penyebab dan Penanganan Darurat Banjir Bima

Menurut Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bima, Nurul Huda, banjir sebagian besar disebabkan oleh sistem drainase yang tidak memadai. "Banjir yang terjadi ini sebagian besar disebabkan oleh sistem drainase yang tidak mampu menampung air dari gunung serta banyaknya sampah yang menutup saluran," ujarnya. Kondisi ini diperparah dengan curah hujan ekstrem.

Meskipun demikian, Nurul Huda memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa banjir ini. Ini menjadi kabar baik di tengah kerugian material yang terjadi. Tim gabungan segera bergerak cepat untuk melakukan penanganan pasca-banjir.

Saat ini, air telah mulai surut di sebagian besar wilayah terdampak. Warga bersama aparat setempat, termasuk TNI/Polri, bahu-membahu membersihkan lumpur. Pembersihan dilakukan di pemukiman warga, fasilitas pendidikan, dan kantor pemerintahan yang sempat terendam. Ini menunjukkan semangat gotong royong yang kuat.

Tim BPBD bersama pemerintah kecamatan, TNI/Polri, dan perangkat desa telah melakukan pendataan. Mereka juga melaksanakan kaji cepat serta penanganan darurat di lokasi terdampak. Upaya ini bertujuan untuk memastikan bantuan dan pemulihan dapat berjalan efektif.

Kebutuhan Mendesak dan Imbauan Kewaspadaan

Kebutuhan mendesak yang diidentifikasi saat ini adalah air bersih. Air bersih sangat diperlukan untuk membersihkan lumpur yang masih menutupi rumah warga dan fasilitas umum. "Kebutuhan mendesak saat ini adalah air bersih untuk pembersihan lumpur yang masih menutupi rumah warga dan fasilitas umum," kata Nurul Huda, menegaskan prioritas penanganan.

Penyediaan air bersih menjadi krusial untuk mencegah penyebaran penyakit dan mempercepat proses pemulihan lingkungan. Pihak terkait diharapkan dapat segera menyalurkan bantuan ini kepada masyarakat terdampak. Distribusi yang cepat sangat dibutuhkan.

BPBD Kabupaten Bima juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. Potensi ini mencakup banjir bandang, angin puting beliung, tanah longsor, serta kebakaran hutan dan lahan. Fenomena ini bisa terjadi sewaktu-waktu mengingat kondisi iklim yang tidak menentu.

Masyarakat diminta untuk selalu mengikuti informasi dan peringatan dini dari pihak berwenang. Kesiapsiagaan menjadi kunci untuk mengurangi risiko dampak bencana di masa mendatang. Edukasi mengenai mitigasi bencana juga terus digalakkan di wilayah Bima.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi