Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kediri berhasil mengevakuasi seorang pendaki remaja yang terpeleset saat turun dari Bukit Klotok. Korban, Al Habib Ali Nur Asatof (14), warga Desa Sumberjo, Kandat, Kabupaten Kediri, mengalami dislokasi pergelangan tangan dan diduga retak pada lengan kiri. Insiden ini terjadi pada Minggu pagi, 2 November, di jalur menuju puncak Pedang, Jalan Tembus Lebak Tumpang, Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Kediri, Joko Arianto, menjelaskan bahwa laporan diterima melalui telepon 112 mengenai kondisi membahayakan manusia di lokasi tersebut. Setelah validasi data, tim segera bergerak untuk melakukan evakuasi. Korban terpeleset saat hendak menyelesaikan tugas sekolah berupa pengambilan video di puncak bukit.
Proses evakuasi berlangsung hati-hati mengingat kondisi jalur yang licin akibat hujan yang kerap turun belakangan ini. Tim Unit Reaksi Cepat (URC) BPBD Kota Kediri akhirnya menemukan korban dan segera membawanya ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Advertisement
Advertisement
Kronologi Evakuasi dan Kondisi Pendaki Bukit Klotok
Tim BPBD Kota Kediri menerima laporan darurat terkait insiden terpelesetnya seorang pendaki di Bukit Klotok. Laporan tersebut masuk melalui layanan telepon 112 dan segera ditindaklanjuti oleh petugas. Identitas korban diketahui sebagai Al Habib Ali Nur Asatof, seorang remaja berusia 14 tahun.
Lokasi kejadian berada di jalur menuju puncak Pedang, tepatnya di Jalan Tembus Lebak Tumpang, Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto. Tim URC BPBD Kota Kediri kemudian melakukan pendakian untuk mencapai posisi korban. Mereka harus ekstra hati-hati karena jalur pendakian sangat licin.
Setelah berhasil menemukan korban, tim medis segera memberikan pertolongan pertama. "Korban ini pergelangan tangan mengalami dislokasi dan diduga retak di lengan kiri bagian bawah, karena survivor merasakan nyeri," kata Joko Arianto. Korban kemudian dibawa ke rumah sakit untuk perawatan intensif.
Advertisement
Al Habib Ali Nur Asatof diketahui mendaki Bukit Klotok untuk keperluan tugas sekolah. Ia bermaksud mengambil video di puncak bukit tersebut. Kecelakaan terjadi saat ia dalam perjalanan turun pada Minggu pagi.
Advertisement
Bahaya Jalur Licin dan Imbauan Kewaspadaan bagi Pendaki
Kondisi jalur pendakian Bukit Klotok yang licin menjadi faktor utama penyebab kecelakaan ini. Hujan yang sering turun di wilayah Kediri dalam beberapa waktu terakhir memperparah kondisi medan. Hal ini membuat setiap langkah pendaki harus dilakukan dengan sangat hati-hati.
Joko Arianto menekankan pentingnya kewaspadaan bagi setiap individu yang berniat mendaki Bukit Klotok. Ia mengimbau agar para pendaki selalu memperhatikan perlengkapan yang dibawa. Persiapan matang dapat mengurangi risiko kecelakaan di medan yang menantang.
BPBD Kota Kediri juga memberikan peringatan keras terkait kondisi cuaca. "Kalau memang sudah mendung tidak usah naik, karena di atas kan tidak ada penerangan lampu," tegas Joko. Kondisi mendung atau hujan membuat jalur semakin berbahaya dan minimnya penerangan di puncak bukit menambah risiko.
Advertisement
Insiden kecelakaan pendaki di Bukit Klotok bukan kali pertama terjadi. BPBD Kota Kediri telah menerima beberapa laporan serupa sebelumnya. Meskipun demikian, pemerintah kota tidak dapat langsung melarang aktivitas pendakian karena bukit tersebut berada di bawah wewenang Perhutani.
Advertisement
Kolaborasi Pencegahan Kecelakaan Pendaki di Masa Depan
Mengingat seringnya kejadian kecelakaan, BPBD Kota Kediri berharap adanya kolaborasi lebih lanjut dengan Perhutani. Kolaborasi ini diharapkan dapat menghasilkan langkah-langkah konkret untuk mencegah terulangnya insiden serupa di masa mendatang. Upaya ini penting demi keselamatan para pendaki.
Salah satu fokus kolaborasi bisa jadi adalah pemasangan rambu peringatan yang lebih jelas atau perbaikan jalur pendakian. Edukasi kepada masyarakat mengenai standar keselamatan mendaki juga menjadi prioritas. Informasi mengenai kondisi cuaca terkini harus mudah diakses oleh calon pendaki.
Pentingnya memperhatikan kondisi fisik dan mental sebelum mendaki juga tidak boleh diabaikan. Pendaki harus memastikan tubuh dalam keadaan prima dan membawa perbekalan yang cukup. Ini termasuk air minum, makanan ringan, dan perlengkapan P3K.
Advertisement
Dengan adanya sinergi antara BPBD, Perhutani, dan kesadaran dari masyarakat, diharapkan Bukit Klotok tetap dapat dinikmati keindahannya tanpa mengorbankan keselamatan. Imbauan untuk tidak mendaki saat cuaca buruk harus menjadi perhatian utama bagi semua pihak.
Sumber: AntaraNews