Ratusan Siswa di Gunungkidul DIY Diduga Keracunan MBG, Bupati Duga Air Terpapar E Coli

695 siswa di Saptosari, Kabupaten Gunungkidul, DIY diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG).

Purnomo Edi
Oleh Purnomo Edi - Reporter
Ratusan Siswa di Gunungkidul DIY Diduga Keracunan MBG, Bupati Duga Air Terpapar E Coli
Pasien Keracunan MBG di Cisarua Bandung Barat 502 Orang (merdeka.com)

695 siswa di Saptosari, Kabupaten Gunungkidul, DIY diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa (28/10). Ratusan siswa dari SMK Negeri 1 Saptosari dan SMP Negeri 1 Saptosari ini mengalami gejala keracunan pada Rabu (29/10)

Usai ada temuan kasus dugaan keracunan MBG, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Saptosari.

Dalam sidak itu, Endah mengecek bahan baku makanan MBG hingga fasilitas penunjang di SPPG Saptosari seperti tempat mencuci piring maupun tempat masak. Usai sidak, Endah memberikan tanggapannya soal proses penyiapan makanan MBG. Menurut Endah makanan panas yang ditutup bisa menimbulkan masalah karena uap menjadi satu.

Selain itu Endah juga menyoroti masalah air yang dipakai di SPPG Saptosari. Endah membeberkan beberapa waktu lalu sudah dilakukan tes kualitas air dan ditemukan indikasi adanya bakteri E Coli.

"Indikasinya dari air dan sebagainya mengandung bakteri E Coli. Katanya beberapa waktu lalu sudah dites. Bakteri itu menyebabkan anak-anak kita diare," ucap Endah, Rabu (29/10).

Selain itu Endah menuturkan untuk mencari penyebab keracunan ini pihaknya akan memeriksa sampel makanan dan air ke lab.

"Nanti mau dites sampel makanannya sama (air) galonnya ini. Jangan-jangan galon diisi (air) kran terus dibawa ke sini. Nanti dilihat seperti apa," urai Endah.

Diberitakan sebelumnya, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih mengatakan total ada 695 siswa yang diduga mengalami keracunan MBG. 695 siswa ini, kata Endah, berasal dari dua sekolah yakni SMK Negeri 1 Saptosari dan SMP Negeri 1 Saptosari.

"Hari ini sudah kami hitung, 695 anak terdampak diduga keracunan MBG," kata Endah pada wartawan, Rabu (29/10).

Endah merinci di SMK Negeri 1 Saptosari dari 1154 siswa yang mengonsumsi MBG ada 476 siswa yang mengalami keracunan. Selain itu adapula 10 guru yang juga diduga mengalami keracunan MBG.

Sementara di SMP Negeri 1 Saptosari dari 420 siswa yang menerima program MBG ada 186 siswa yang diduga mengalami keracunan.

Endah membeberkan saat ini para siswa yang diduga mengalami keracunan MBG ini mendapatkan penanganan medis di RSUD Saptosari dan Puskesmas Saptosari.

"Kami telah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Puskesmas dan Kepala Dinas Pendidikan untuk melakukan pendataan," urai Endah.

Sementara itu Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Saptosari Emy Indarti sejumlah siswa yang diduga mengalami keracunan MBG ini mengeluhkan diare, mual dan muntah. Para siswa yang bergejala dugaan keracunan ini kemudian mendapatkan penanganan medis di RSUD Saptosari.

"Banyak anak yang keluhannya yakni diare, mual, muntah dan sakit perut. Tadi didata dan kemudian dibawa ke Puskesmas (Saptosari) tapi sudah penuh siswa SMK. Jadi dibawa ke sini (RSUD Saptosari)," tutup Emy.

Rekomendasi