Ibu almarhum Prada Lucky, Sepriana Paulina Mirpey, memberikan keterangan mengenai bantuan yang diterimanya setelah kehilangan putranya. Ia menyatakan bahwa Pangdam Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto telah menyerahkan sebuah rumah dan sepeda motor kepadanya.
Selain itu, Sepriana juga mengonfirmasi bahwa ia menerima sejumlah uang untuk keperluan ibadah dan pemakaman Prada Lucky.
"Misalnya, uang sejumlah Rp5 juta itu untuk membayar tenda dan kursi karena waktu itu cukup banyak masyarakat yang hadir," ungkap Sepriana saat bersaksi di Pengadilan Militer Kupang, Rabu (29/10/2025).
Pada malam ketiga setelah pemakaman, ia mengaku menerima kiriman uang dari keluarga Dandim Rote Ndao, yang merupakan tempat ayah Prada Lucky, Christian Namo, bertugas. Untuk ibadah malam ke-40, biaya ditanggung oleh batalion.
Sepriana juga menjelaskan bahwa ia menerima uang sebesar Rp220 juta dari 22 tersangka, di mana masing-masing memberikan Rp10 juta. Uang tersebut disertai dengan surat pernyataan maaf dari para tersangka.
"Tapi santunan ini bilangnya ada pernyataan yang harus ditandatangani. Pratu Napu ini menunjukkan HP-nya soal pernyataan itu, di situ saya membaca," jelas Sepriana.
"Di bawah nama itu ada nama saya untuk tanda tangan dan komandan batalion, tapi saya tidak mau," tambahnya.
Advertisement
Surat Pernyataan
Pada saat itu, dia diperlihatkan dua surat pernyataan. Surat pernyataan pertama mencantumkan nama tiga perwira yang bersedia membantu adik Prada Lucky, yang masih kecil, jika mereka ingin bergabung dengan TNI di masa depan.
Sementara itu, surat pernyataan kedua mencantumkan nama 22 pelaku yang akan diadili, lengkap dengan Nomor Registrasi Prajurit (NRP) masing-masing.
"Pratu Napu menunjukkan lagi surat pernyataan kedua, dia bilang, 'Mama, ini santunan tapi dibaca dulu,' ada semua nama dan NRP lengkap mereka. Ditulis tiap pelaku menyerahkan uang Rp 10 juta. Jadi total Rp 220 juta," terangnya.
Surat tersebut juga memuat pernyataan maaf dari para terdakwa. Meskipun ia merasa bisa memaafkan mereka dan mengikhlaskan, ia tidak ingin melakukannya dengan cara yang dianggapnya merendahkan.
"Saya tidak mau. Saya protes. Kalau memang itu santunan untuk kedua adik almarhum, buat apa nama pelaku ditulis di situ dan per pelaku kasih Rp10 juta. Saya bilang nyawa anak saya itu tidak semurah itu. Saya perjuangkan anak saya masuk tentara susah payah dan satu asten tahu itu. Begitu murahkah nyawa anak saya?" ungkap Sepriana sambil meneteskan air mata.
Christian, ayah dari Prada Lucky, sendiri tidak mengetahui mengenai adanya uang yang diberikan oleh para prajurit melalui Letnan Infantri Made Juni Arta Dana. Ia mengungkapkan hal ini ketika ditanya oleh pengacara terdakwa tentang uang yang dikirim, yang jumlahnya sebesar Rp12 juta, Rp5 juta, dan Rp12 juta.
"Ada upaya-upaya dari pelaku, izin Bapak, saya tidak tahu. Saya komitmen, aturan dan keadilan yang penting bagi saya, apapun itu," tegas Christian.