Kepolisian Resor Cianjur, Jawa Barat, berhasil meringkus seorang pria berinisial CS (42) yang diduga menjadi pelaku pembacokan terhadap JN (61). Korban, seorang pria lanjut usia warga Kampung Cibayawak, Desa Wangunjaya, Kecamatan Agrabinta, mengalami luka serius di beberapa bagian tubuhnya. Penangkapan ini dilakukan kurang dari 24 jam setelah insiden tragis tersebut.
Peristiwa pembacokan ini terjadi di wilayah Agrabinta, Cianjur, memicu keresahan di kalangan warga setempat. Pelaku CS nekat melakukan aksinya karena merasa tidak terima dengan teguran yang dilayangkan oleh korban JN. Kejadian ini menjadi sorotan karena melibatkan seorang lansia sebagai korban.
Kapolsek Agrabinta, AKP Nanda Rihardja, mengonfirmasi bahwa pelaku berhasil diringkus saat hendak melarikan diri ke luar kota. Proses penangkapan berlangsung cepat berkat laporan warga dan kesigapan petugas kepolisian. Kini, CS harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.
Advertisement
Advertisement
Kronologi Penangkapan Cepat Pelaku Pembacokan Lansia Agrabinta
AKP Nanda Rihardja menjelaskan bahwa laporan mengenai pembacokan lansia Agrabinta ini diterima dari keluarga korban tidak lama setelah kejadian. Petugas Polsek Agrabinta segera bergerak cepat untuk mengidentifikasi dan mengejar pelaku. Kecepatan respons ini menjadi kunci keberhasilan penangkapan.
"Kurang dari 24 jam petugas berhasil meringkus pelaku tanpa perlawanan," kata AKP Nanda Rihardja. Pelaku CS berhasil diamankan sebelum sempat melarikan diri jauh dari wilayah Cianjur. Ia kemudian digiring ke Polsek Agrabinta untuk pemeriksaan awal.
Setelah proses pemeriksaan di tingkat Polsek, pelaku CS diserahkan ke Polres Cianjur untuk penanganan lebih lanjut. Penangkapan yang sigap ini menunjukkan komitmen kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Kasus pembacokan lansia Agrabinta ini diharapkan dapat segera tuntas.
Advertisement
Advertisement
Motif di Balik Serangan Sadis Pembacokan Lansia Agrabinta
Berdasarkan keterangan dari pelaku, motif di balik tindakan penganiayaan ini adalah rasa tersinggung. CS tidak terima mendapat teguran dari korban JN, yang kemudian memicu emosinya. Pelaku langsung menyerang korban menggunakan senjata tajam jenis golok.
Akibat serangan tersebut, korban JN mengalami luka bacokan di bagian tangan dan anggota tubuh lainnya. "Pelaku yang saat itu melintas di depan korban merasa tersinggung dengan perkataan korban yang menegurnya karena suatu hal, sehingga korban melayangkan senjata tajam jenis golok yang menyebabkan korban dibawa ke rumah sakit di Sukabumi," jelas AKP Nanda Rihardja.
Setelah melancarkan aksinya, pelaku CS berusaha melarikan diri dari lokasi kejadian. Warga yang mendapati korban terkapar bersimbah darah segera memberikan pertolongan dan melapor ke pihak kepolisian. Saksi mata Asep (43) mengungkapkan bahwa warga tidak menyangka pelaku akan sekeji itu terhadap seorang lansia.
Advertisement
"Kami tidak tahu awalnya karena apa, setelah ditanya katanya pelaku tersinggung mendapat teguran dari korban, sehingga korban mendapat bacokan dari pelaku, padahal korban sudah tua melawan pun sudah tidak bisa," ujar Asep. Kondisi korban yang sudah lanjut usia membuat tindakan pelaku semakin dikecam dan menjadi perhatian publik terkait kasus pembacokan lansia Agrabinta ini.
Warga sekitar yang berhamburan ke lokasi kejadian setelah mendengar teriakan minta tolong tidak lagi mendapati pelaku di tempat. Mereka kemudian melaporkan insiden ini ke Polsek Agrabinta dengan harapan pelaku dapat segera ditangkap. Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya menjaga emosi dan penyelesaian masalah tanpa kekerasan.
Sumber: AntaraNews
Advertisement