Misteri Kematian Mahasiswa Diksar Gorontalo: Polisi Kumpulkan Bukti, 11 Saksi Diperiksa

Kematian Mahasiswa Diksar Gorontalo Mohammad Jeksen usai mengikuti pendidikan dasar organisasi mahasiswa memicu penyelidikan polisi yang telah memeriksa 11 saksi dan melakukan ekshumasi.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Misteri Kematian Mahasiswa Diksar Gorontalo: Polisi Kumpulkan Bukti, 11 Saksi Diperiksa
Polres Bone Bolango terus mengusut kematian mahasiswa usai diksar di Gorontalo, Mohammad Jeksen. Belasan saksi telah diperiksa dan ekshumasi dilakukan, memicu pertanyaan besar. (AntaraNews)

Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, terus mengumpulkan bukti terkait kasus kematian Mohammad Jeksen. Mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG) ini meninggal dunia setelah mengikuti pendidikan dasar (diksar) organisasi mahasiswa. Pihak keluarga menduga adanya ketidakwajaran di balik kematian tersebut.

Peristiwa ini bermula pada Senin, 22 September, saat Mohammad Jeksen mengikuti diksar pencinta alam di Desa Tapadaa, Kecamatan Suwawa, Kabupaten Bone Bolango. Ia dikabarkan sakit dan dilarikan ke Rumah Sakit Aloei Saboe Kota Gorontalo, namun nyawanya tidak tertolong. Kondisi ini kemudian menimbulkan kecurigaan dari pihak keluarga dan kerabat, yang lantas meminta aparat kepolisian untuk mengusut tuntas.

Menanggapi laporan tersebut, Polres Bone Bolango segera menindaklanjuti dengan serangkaian penyelidikan. Proses ini diharapkan dapat mengungkap fakta sebenarnya di balik meninggalnya Mohammad Jeksen. Penanganan perkara ini telah dinaikkan ke tahap penyidikan, menunjukkan keseriusan pihak berwajib dalam menangani kasus ini.

Kapolres Bone Bolango, AKBP Supriantoro, menyatakan bahwa penyidik Satreskrim di bawah pimpinan Kasat Reskrim AKP Yudhi Prastio telah melaksanakan proses ekshumasi terhadap jenazah mendiang Mohammad Jeksen. Tindakan ini merupakan langkah penting untuk mencari bukti lebih lanjut terkait penyebab kematian. Proses ekshumasi dilakukan dengan sangat hati-hati dan melibatkan berbagai pihak.

Ekshumasi tersebut berlangsung pada Rabu, 8 Oktober lalu, di Kelurahan Wapunto, Kecamatan Duruka, Kabupaten Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara. AKBP Supriantoro menegaskan, "Pada Rabu 8 Oktober lalu, telah dilaksanakan ekshumasi di Kelurahan Wapunto, Kecamatan Duruka, Kabupaten Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara, dan Alhamdulillah berlangsung aman dan lancar." Proses ini berjalan sekitar tiga jam dan melibatkan dokter forensik serta disaksikan langsung oleh pihak keluarga almarhum.

Dalam upaya pengungkapan kasus ini, tim forensik telah mengambil delapan sampel dari organ tubuh jenazah. Sampel-sampel tersebut kemudian dibawa ke laboratorium forensik di Makassar, Sulawesi Selatan, untuk dilakukan pendalaman lebih lanjut. Hasil dari pemeriksaan laboratorium ini sangat dinantikan oleh penyidik untuk mendapatkan petunjuk penting.

Hingga saat ini, Satreskrim Polres Bone Bolango masih menunggu informasi resmi dari tim laboratorium forensik Makassar terkait hasil ekshumasi. Sambil menanti hasil tersebut, penyidik tidak berhenti melakukan upaya pengumpulan bukti. Sejumlah langkah lanjutan telah direncanakan untuk memperkuat penyelidikan.

Penyidik telah mengundang dan memeriksa sebanyak 11 orang saksi yang relevan dengan kasus ini. Keterangan dari para saksi diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kronologi kejadian. Selain itu, direncanakan pula pemanggilan terhadap 16 orang saksi lain yang merupakan rekan-rekan almarhum Mohammad Jeksen.

Pemanggilan saksi tambahan ini bertujuan untuk mengumpulkan segala bentuk bukti nyata di balik kematian almarhum Mohammad Jeksen. "Alhamdulillah sampai saat ini penanganan perkaranya masih terus berlanjut tanpa kendala yang berarti, bahkan mendapatkan dukungan dari banyak pihak, sehingga prosesnya berjalan lancar," tambah AKBP Supriantoro. Dukungan dari berbagai pihak menunjukkan pentingnya pengungkapan kasus ini bagi masyarakat.

  • Jumlah Saksi Diperiksa: 11 orang.
  • Jumlah Saksi Akan Diperiksa: 16 orang.
  • Jumlah Sampel Organ: 8 sampel.
  • Lokasi Diksar: Desa Tapadaa, Kecamatan Suwawa, Bone Bolango.
  • Lokasi Ekshumasi: Kelurahan Wapunto, Kecamatan Duruka, Muna, Sulawesi Tenggara.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi