Tim nasional bola voli U-18 Indonesia, baik putra maupun putri, berhasil mengawali kiprah mereka di ajang Asian Youth Games (AYG) 2025 dengan kemenangan. Kompetisi bergengsi ini diselenggarakan di Bahrain dan menjadi panggung bagi atlet-atlet muda dari berbagai negara.
Kemenangan pertama diraih oleh timnas putri yang tergabung dalam Grup C. Mereka dinyatakan menang 3-0 atas Kazakhstan setelah lawan tidak hadir di lapangan hingga waktu yang ditentukan, yang berujung pada diskualifikasi. Ini menjadi awal yang positif bagi skuad Merah Putih di turnamen tersebut.
Sementara itu, timnas putra menunjukkan performa gemilang dengan menghantam Thailand dalam pertandingan yang berlangsung sengit. Mereka berhasil meraih kemenangan meyakinkan 3-1, menunjukkan dominasi di lapangan. Kedua timnas voli U-18 Indonesia ini siap melanjutkan perjuangan mereka di AYG 2025.
Advertisement
Advertisement
Kiprah Gemilang Timnas Voli Putri U-18 Indonesia
Timnas voli putri U-18 Indonesia berhasil mencatatkan kemenangan perdana di Asian Youth Games 2025 tanpa harus bertanding. Lawan mereka, Kazakhstan, tidak hadir di lapangan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Akibatnya, tim putri Indonesia dinyatakan menang dengan skor 3-0 secara walkover (WO).
Kemenangan ini tentu menjadi suntikan moral yang berharga bagi para atlet. Mereka dapat menghemat energi untuk pertandingan-pertandingan berikutnya yang lebih menantang. Hasil ini menempatkan timnas putri dalam posisi yang baik di Grup C.
Setelah kemenangan tanpa keringat ini, timnas putri U-18 Indonesia akan menghadapi tantangan berikutnya. Mereka dijadwalkan untuk bersua dengan Taiwan pada Selasa (21/10) malam WIB. Pertandingan ini diharapkan akan menjadi ujian sesungguhnya bagi kekuatan tim putri Indonesia.
Advertisement
Advertisement
Dominasi Timnas Voli Putra U-18 Indonesia atas Thailand
Timnas voli putra U-18 Indonesia menunjukkan performa luar biasa saat menghadapi Thailand, meraih kemenangan 3-1 (20-25, 25-20, 25-20, 25-17). Meskipun sempat tertinggal di set pertama, skuad Merah Putih mampu bangkit dan mendominasi jalannya pertandingan. Di set pembuka, pemain Thailand seperti Pariwat Toehem dan Sorasak Phunasanong tampil apik dengan total 13 poin.
Indonesia mulai menemukan ritme permainan mereka di set kedua. Opposite hitter Muhammad Haikal Hidayatullah menjadi bintang dengan mencetak sembilan poin, didukung oleh Fauzan Nibras yang menyumbang lima poin. Kontribusi mereka membawa Indonesia berbalik unggul dengan skor 25-20.
Dominasi Indonesia berlanjut di set ketiga dan keempat, di mana pertahanan Thailand tidak lagi mampu membendung serangan. Duet opposite hitter Fauzan dan Haikal sukses mengobrak-abrik pertahanan lawan dengan variasi serangan mematikan. Bendungan blok yang digalang middle blocker Zaki Hasan Maulana juga berperan besar dalam menghentikan serangan Thailand.
Advertisement
Hingga akhir pertandingan, Haikal Hidayatullah menjadi pencetak poin tertinggi dengan 30 poin, diikuti Fauzan Nibras 28 poin, dan Zaki Hasan Maulana 11 poin. Kemenangan ini menjadi modal penting bagi timnas putra yang akan menghadapi Taiwan pada laga berikutnya, Selasa (21/10).
Advertisement
Asian Youth Games 2025: Ajang Multievent Bergengsi
Asian Youth Games 2025 merupakan ajang multievent olahraga yang diikuti oleh lebih dari 40 negara di Asia. Kompetisi ini diselenggarakan di Bahrain mulai tanggal 22 hingga 31 Oktober 2025. Indonesia sendiri mengirimkan kontingen besar dengan 123 atlet yang akan berkompetisi di 24 cabang olahraga berbeda.
Edisi 2025 ini merupakan penyelenggaraan ketiga Asian Youth Games, setelah sebelumnya sukses digelar pada tahun 2009 dan 2013. Pada edisi 2013 di Nanjing, China, Indonesia berhasil meraih total lima medali, terdiri dari satu medali emas, dua perak, dan dua perunggu, menempatkan Indonesia di peringkat 15 klasemen akhir.
Menariknya, cabang olahraga bola voli baru pertama kali dipertandingkan dalam Asian Youth Games pada edisi 2025 ini. Hal ini menjadikan kemenangan timnas voli U-18 Indonesia semakin bersejarah. Kehadiran voli diharapkan dapat menambah semarak kompetisi dan memberikan peluang medali baru bagi negara-negara peserta.
Advertisement
Sumber: AntaraNews