Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Siak dan Kepolisian Sektor Siak, Riau, masih terus melakukan pengejaran. Mereka memburu terpidana mati kasus narkotika atas nama Epi Saputra yang berhasil kabur dari Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Siak Sri Indrapura.
Peristiwa pelarian ini terjadi pada Minggu dini hari sekitar pukul 01.50 WIB, 19 Oktober. Awalnya ada tiga narapidana yang kabur, namun dua di antaranya berhasil ditangkap kembali oleh petugas.
Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Riau Komisaris Besar Polisi Anom Karibianto menyatakan bahwa upaya pengejaran masih berlangsung. Perkembangan terkait kasus ini akan segera disampaikan kepada publik setelah ada informasi lebih lanjut.
Advertisement
Advertisement
Kronologi Pelarian Napi dari Rutan Siak
Peristiwa kaburnya narapidana ini bermula ketika petugas mendengar suara mencurigakan di atap seng rutan. Petugas segera mengecek sumber suara tersebut dan meninjau rekaman kamera pengawas atau CCTV yang terpasang di area rutan.
Dari rekaman CCTV, terlihat seorang narapidana melompat dari atap rutan dalam upaya melarikan diri. Petugas rutan langsung bergerak cepat untuk melakukan penangkapan terhadap para pelaku.
Dalam waktu singkat, dua narapidana atas nama Satria Adi Putra dan Safrudis berhasil diamankan kembali oleh petugas. Namun, satu narapidana lainnya, Epi Saputra, berhasil melarikan diri melewati area hutan di sekitar kawasan rutan dan masih dalam pengejaran.
Advertisement
Advertisement
Modus Operandi dan Perencanaan Matang
Berdasarkan pemeriksaan awal yang dilakukan oleh pihak berwenang, pelarian para narapidana ini ternyata sudah direncanakan secara matang. Mereka telah merencanakan aksi ini selama kurang lebih satu minggu sebelum melaksanakannya.
Para narapidana merusak engsel pintu sel menggunakan patahan gerinda yang mereka temukan di atas ventilasi kamar. Proses perusakan ini dilakukan sedikit demi sedikit setiap harinya agar tidak menimbulkan kecurigaan dari petugas rutan.
Sel yang dihuni oleh delapan orang narapidana tersebut menjadi lokasi perencanaan pelarian. Namun, hanya tiga orang narapidana yang memutuskan untuk melarikan diri pada Minggu dini hari tersebut.
Advertisement
Komisaris Besar Polisi Anom Karibianto menegaskan, "Tiga napi yang kabur seluruhnya merupakan terpidana mati kasus narkotika." Hal ini menunjukkan tingkat risiko dan urgensi penangkapan kembali yang tinggi.
Advertisement
Identitas Buronan dan Upaya Pengejaran
Narapidana yang masih buron, Epi Saputra, merupakan terpidana mati dalam kasus narkotika. Informasi mengenai identitas dan ciri-cirinya telah disebar untuk membantu proses pencarian.
Berdasarkan keterangan dari petugas, Epi Saputra terakhir terlihat mengenakan baju kaos hitam dan celana pendek. Ia memiliki postur tubuh kurus dan bertubuh kecil, yang mungkin memudahkannya bergerak di area hutan.
Petugas Rutan Siak, Edi, menyampaikan, "Kami masih di lapangan bersama polisi mencari tahanan yang kabur. Mohon doa semoga segera tertangkap." Pihak kepolisian dan petugas rutan terus berkoordinasi dan mengerahkan sumber daya untuk menemukan Epi Saputra.
Advertisement
Upaya pengejaran ini melibatkan penyisiran area sekitar rutan, termasuk hutan dan jalur-jalur pelarian yang mungkin digunakan. Masyarakat diimbau untuk segera melapor jika melihat atau mengetahui keberadaan narapidana yang buron tersebut.
Sumber: AntaraNews